MemoRI 30 Maret
Dari Loetoeng Kesaoreng hingga Long March of Siliwangi (Darah dan Doa)
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Dari Loetoeng Kesaoreng hingga Long March of Siliwangi (Darah dan Doa)
Film Loetoeng Kesaroeng. Foto: https://bit.ly/2TRAYYB/Elshinta.

Elshinta.com - “Ini adalah kisah perjalan pasukan Tentara Nasional Indonesia. Juga kisah perjalan hidup manusia dalam revolusi (…) Kisah dimulai tentang darah, dan air mata. Cerita tentang harapan dan doa yang tidak putus-putusnya”. Gambar dibuka dengan pemandangan alam pegunungan. Para prajurit berlarian di antara bukit-bukit, jembatan. Kemudian, terlihat Soedarto dan Adam sedang memperhatikan satu arah dengan memegang teropong di tangannya. Dikisahkan peristiwa dalam filem ini adalah para prajurit yang berada di sekitar Sarangan, Jawa Tengah, setelah peristiwa Madiun terjadi.

Paragraf di atas adalah gambaran dari awal cerita film Darah dan Doa atau Long March of Siliwangi. Film yang disutradarai Usmar Ismail dan diangkat dari tulisan Sitor Situmorang ini menjadi tonggak bersejarah bagi perfilman di tanah air. 

Momentum pengambilan gambar (shooting) pertama film hasil karya anak bangsa pada 30 Maret 1950 inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional. Penetapan 30 Maret sebagai Hari Film Nasional sendiri merupakan hasil konferensi Dewan Film Nasional dengan organisasi perfilman pada 11 Oktober 1962. Secara resmi penetapan Hari Film Nasional baru dilakukan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional (Keppres RI No. 25 Tahun 1999).

Film Darah dan Doa mengisahkan tentang perjalanan panjang (long march) prajurit Siliwangi yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula dari Yogyakarta ke Jawa Barat. Sosok Kapten Soedarto (Del Juzar), Kapten Adam (R. Soetjipto), adalah tokoh sentral dalam film ini. Karakter keduanya berbeda, Soedarto seorang yang menginginkan kebebasan dan sangat menempatkan sisi kemanusiaan di atas segala-galanya, sedangkan Adam adalah seorang yang sangat teguh pada aturan. Namun, kedua sahabat ini selalu bisa mengatasi perbedaan karena kedekatannya.

Bumbu cinta juga ditampilkan dalam film ini dengan menampilkan tokoh Connie (Ella Bergen), seorang gadis Indo-Jerman dan Suster Widya (Farida). 

Jika pengambilan gambar film Darah dan Doa yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional, kita tentu bolehlah bertanya, film apakah yang pertama kali diputar di bioskop di tanah air? Ya, jawabnya adalah film `Loetoeng Kesaroeng`. 

Film yang diproduksi oleh NV Java Film Company pada tahun 1926 tercatat oleh Harian De Lecomotif sebagai film lokal pertama yang diputar di Bioskop Majestic, di Jl Braga, Bandung, Jawa Barat pada 31 Desember 1926 hingga 6 Januari 1927. 

Pemain-pemain dipilih dari kalangan pribumi golongan priyayi dan berpendidikan. Sementara pengambilan gambar seperti ditulis De Lecomotif dilakukan di sebuah wilayah berjarak dua kilometer sebelah barat Kota Padalarang.

Kereta kuda sewaan yang membawa poster film dan membagikan selebaran kepada warga menjadi alat promosi film tersebut di masa itu. Ini tentu menjadi hiburan dan ditunggu bagi warga, khususnya anak-anak. 

Sebelum film diputar pada jam-jam tertentu yakni pukul 19.30 WIB dan 21.00 WIB, sebuah orkes musik mini di pelataran Bioskop Majestic memainkan lagu-lagu gembira yang bisa menghibur dan menarik perhatian penonton. 

Film `Loetoeng Kasaroeng yang artinya Lutung yang Tersesat diangkat dari legenda masyarakat di bumi Parahyangan yang sering ditampilkan dalam seni pantun Sunda. Film ini mengisahkan perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung.

Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor makhluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.

Darah dan Doa, Loetoeng Kesaroeng adalah film-film masa lalu yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan panjang perfilman di tanah air. Masih ada film-film yang bisa dikatakan sebagai pelopor film di tanah air, seperti De Roos Van Tjikembang, Si Ronda, Nyai Dasima, Resia Boroboedoer, Eulis Atjih, Lily Van Java, Setangan Berlomoer Darah, Rampok Preanger, dan Si Tjonat. Yuk! Nonton Film. "Selamat Hari Film Nasional"

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Film Perburuan dan Bumi Manusia dapat apresiasi dari Gubernur Jatim
Jumat, 09 Agustus 2019 - 11:03 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dua Film nasional yaitu...
Film `Kapal Goyang Kapten` membuat Yuki Kato lebih berani
Rabu, 31 Juli 2019 - 17:47 WIB
Elshinta.com - Film komedi berjudul Kapal Goyang Kapten akan mengocok perut penonton ...
Film Zeta kerahkan 200 figuran jadi Zombie
Sabtu, 27 Juli 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Sutradara Amanda Iswan menggarap film perdananya, Zeta, melibatkan ratusan ...
Iwan Fals hingga Once ramaikan soundtrack `Bumi Manusia`
Jumat, 26 Juli 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Iwan Fals, Once Mekel, dan Fiersa Besari akan berkolaborasi menyanyikan lag...
`The Lion King` pecahkan rekor tertinggi film Disney
Senin, 22 Juli 2019 - 12:33 WIB
Elshinta.com - `The Lion King` membuka rekor tertinggi di akhir pekan box office Amerika Utara ...
Kemenpar dukung promosi pariwisata lewat film Bali: Beats of Paradise
Minggu, 21 Juli 2019 - 11:29 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pariwisata mendukung promosi pariwisata melalui film garapan su...
Film ``Bali: Beats of Paradise`` resmi diputar di Indonesia
Jumat, 19 Juli 2019 - 16:31 WIB
Elshinta.com - Film Bali: Beats of Paradise karya Livi Zheng, sutradara asal Blitar, Jawa Timur, yan...
`Iron Man 3` dituduh jiplak komik lain, Marvel digugat
Rabu, 17 Juli 2019 - 07:53 WIB
Elshinta.com - Entah sengaja atau tidak, gambar superhero berbaju baja Iron Man pada poster `Ir...
Titi Kamal alami kejadian horor di film ``Makmum``
Senin, 15 Juli 2019 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Titi Kamal bermain film horor berjudul Makmum The Movie. Film ini merupakan...
Joe Taslim akan perankan Sub-Zero dalam film `Mortal Kombat`
Rabu, 10 Juli 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Aktor Joe Taslim akan berperan sebagai tokoh Sub-Zero dalam film "Mortal Ko...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)