MemoRI 02 April
Ekspedisi rempah-rempah di tanah Banten
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ekspedisi rempah-rempah di tanah Banten
Ilustrasi ekspedisi pelayaran Cornelis de Hautman ke Banten. Foto: https://bit.ly/2Yln8wi/Elshinta

Elshinta.com - Di tengah kemeriahan kontestasi Pilpres 2019, Banten menjadi salah satu provinsi yang diperebutkan untuk mendulang perolehan suara calon presiden/wakil presiden. Bagi capres nomor urut 01, kekalahan di Pilpres 2014 di wilayah ini diharapkan tak lagi terulang di pilpres kali ini, berbagai upaya pun dilakukan untuk menggenjot tingkat elektabilitasnya. Sementara bagi capres/cawapres nomor urut 02, masih tetap optimis Banten adalah kemenangan bagi mereka.

Ketika wilayah yang resmi menjadi provinsi dengan keputusan UU No.23 tahun 2000 dengan pusat pemerintahan di Kota Serang ini diperebutkan, bolehlah kita menengok ke belakang, ketika wilayah ini dalam catatan panjang sejarah menjadi wilayah yang diperebutkan atau menjadi incaran pihak/bangsa lain. 

Bukan dalam kontek politik, Banten berabad-abad silam ternyata pernah menjadi `surga` bagi sumber daya alam berupa rempah-rempah. Komoditas yang memiliki nilai jual di kawasan Eropa khususnya, menjadikan rempah-rempah di Banten dicari dan diincar oleh Portugis maupun Belanda.

Sebuah ekspedisi pelayaran berangkat pada tanggal 2 April 1595 yang dilakukan oleh sebuah perserikatan niaga Belanda bernama Compagnie van verre te Amsterdam. Tidak tanggung-tanggung, empat kapal bernama Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken dengan ratusan penumpang berlayar menuju sebuah wilayah yang kemudian diketahui adalah Banten atau Bantam. Ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman.

Ekspedisi pelayaran Cornelis de Houtman yang lahir di Gouda, Holland Selatan, Belanda tentu bukan sebuah ekspedisi yang tanpa perhitungan dan bekal pengetahuan, khususnya tentang rempah-rempah itu sendiri. Selama dua tahun, Cornelis melakukan investigasi ke Lisboa, Portugal untuk mendapatkan informasi lengkap tentang keberadaan rempah-rempah di negeri Nusantara.

Perjalanan yang dimulai 2 April 1595 menjadi perjalanan panjang demi membuka sebuah jalur perdagangan rempah-rempah yang menjadi primadona di kawasan Eropa abad lalu. Perjalanan pun tak mudah untuk sampai ke sebuah negeri bernama Banten. Aral dan rintangan dan bahkan penyakit yang ditebus oleh nyawa terjadi selama ekspedisi ini. 

Tercatat, tidak kurang dari 70 orang meninggal dunia selama perjalanan menuju Banten. Mereka yang meninggal dikubur di sebuah pulau di Teluk Madagaskar atau yang dikenal dengan istilah `Kuburan Orang-orang Belanda`.

Setelah berbulan-bulan mengarungi samudera luas dengan berbagai rintangan, ekspedisi pelayaran Compagnie van verre te Amsterdam yang dipimpin Cornelis de Hautman akhirnya tiba dan berlabuh di Banten pada 27 Juni 1596. Saat tiba, hanya 249 orang yang selamat sampai di tujuan.

Misi memang tak berlangsung mulus. Perilaku buruk yang diperlihatkan para saudagar Belanda ini membuat mereka diusir dari tanah Banten. Namun, sebuah upaya membuka jalur perdagangan rempah-rempah berhasil dilakukan Cornelis de Hautman. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga petang hari ini
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:55 WIB
Wilayah Jabodetabek berpeluang diguyur hujan pada siang hingga petang hari ini.
Peringatan dini cuaca Jawa Timur siang hingga sore hari ini
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 13:58 WIB
Wilayah Jawa Timur berpotensi diguyur hujan pada siang hingga sore hari nanti.
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bebas
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:48 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah bebas murni usai menjalani hukuman selama empat t...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga jelang sore hari ini
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:30 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari ini.
Tunjukkan empati, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa bantu proses pemakaman warga Kampung Kondo
Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:37 WIB
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawa...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga petang hari ini
Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:45 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga petang hari nanti.
Peringatan dini cuaca Jawa Tengah siang hingga sore hari ini
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Wilayah Provinsi Jawa Tengah berpotensi diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari nanti.
Surabaya bergolak dan misteri tewasnya Mallaby 30 Oktober 1945
Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:29 WIB
Hari ini, 30 Oktober 1945 silam menjadi hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia, khususnya rakyat...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:36 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga malam hari ini.
Jualan miras, warkop di Pantura Tuban terjaring razia petugas 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:32 WIB
Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban bersama dengan Polres T...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV