MemoRI 06 April
Untuk mereka yang berteman laut, berkawan ombak
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Untuk mereka yang berteman laut, berkawan ombak
Ilustrasi nelayan masa lalu. Foto: Dokumentasi/Elshinta.

Elshinta.com - Baru selesai menebar jaring dan hendak bergabung dengan rekan-rekannya itu, Rasyim mendengar suara bergemuruh. Sebagai nakhoda yang berpengalaman hampir 15 tahun melaut itu ia sangat tahu apa yang harus dilakukan. Tapi, ini bukan ombak biasa. Ini ombak yang begitu tinggi. Rasyim lantas memacu kapal itu dengan kecepatan 6 knot. Kecepatan penuh. Menuju utara. Ke arah ombak yang tidak terlalu tinggi atau yang diperkirakan sudah terpecah karena berada di ujung ombak. Seluruh awak kapalnya siaga. Cemas, juga berdoa. Rasyim ingat betul tinggi gelombang itu sekitar 30 meter. Kapal Baru Jaya dengan panjang 15 meter dan lebar 2,5 meter itu seolah mendaki untuk bisa melewati ombak tersebut. Tinggi gelombang tsunami itu dua kali lipat dari panjang kapal tersebut. Kapal sampai berdiri tegak. Seluruh anak buahnya pegangan erat pada apa pun. Dia tak terlalu ingat berapa lama "pendakian" gelombang itu terjadi. (Jawapos, 25 Desember 2018).

Cerita Rasyim, seorang nelayan Sidamukti, Tanjung Lesung, Banten di atas merupakan pengalaman pribadinya saat ia bersama empat anak buahnya berupaya menyelamatkan diri dari terjangan tsunami yang diduga karena aktivitas Gunung Sertung, sebutan nelayan Sidamukti untuk Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.  

Rasyim adalah satu dari sosok nelayan yang selamat dari bencana tsunami Selat Sunda yang menelan korban ratusan orang meninggal dunia dan meluluhlantakan bangunan di pinggir pantai di wilayah Banten. Ia dan empat anak buahnya berhasil melewati masa-masa sulit mengatasi terjangan ombak setinggi puluhan meter yang menghantam kapalnya.

Rasyim adalah sosok nelayan yang hingga kini masih tetap berkawan dengan laut dan bersahabat dengan ombak. Demi menghidupi anak dan keluarga, nelayan seperti Hasyim tetap setia menggeluti profesinya yang penuh dengan tantangan dan rintangan. 

Ia, bersama nelayan-nelayan lain di seluruh Indonesia, masih tetap setia menebar jaring, menangkap ikan berhari-hari di tengah laut, dan menambatkan kapal di tepian dengan hasil tangkapan yang didapat.
 
Kaum nelayan adalah pahlawan yang ikut membangun Indonesia dari laut. Kegigihan mereka berjuang, menghidupkan roda ekonomi dari hasil sumber daya alam laut yang ada Indonesia, tentu pantas jika mereka pun berhak mendapatkan hari khusus. 

Tanggal 6 April, adalah hari mereka, Hari Nelayan Nasional yang ditetapkan tahun 1960 oleh pemerintah. Penetapan Hari Nelayan Nasional untuk mengapresiasi dan menghargai jasa para nelayan di Indonesia dalam usahanya memenuhi kebutuhan protein dan gizi masyarakat Indonesia.

Nelayan, dengan beragam aktivitas melautnya tentu tak dapat dipisahkan dari kehidupan di lingkungan keseharian di mana kearifan lokal tumbuh subur hingga sekarang. 

Di beberapa daerah, kearifan lokal tersebut diwujudkan dalam tradisi nelayan yang masih tetap dipertahankan sampai saat ini. Selain unik, tradisi tersebut tentu sarat dengan makna yang mereka bisa ajarkan dan titipkan bagi anak-cucu.

Sedekah laut, yang dilakukan masyarakat di pesisir Pulau Jawa merupakan ungkapan rasa syukur nelayan serta doa dan harapan dalam mencari penghidupan dari hasil laut. Tradisi ini bertujuan untuk mewarisi kebudayaan nenek moyang dan memohon perlindungan agar terhindar dari bahaya selama melaut. 

Bagi nelayan di Indramayu, Jawa Barat, tradisi Nadran juga masih kerap dilakukan. Tradisi nelayan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki melimpah yang diberikan Tuhan YME baik keselamatan maupun tangkapan ikan yang melimpah sepanjang tahun lalu. 

Masih ada lagi tradisi nelayan yang hingga kini masih tetap dipertahankan, seperti ngajaring, sorong kasereng dan lain-lain. Setiap nelayan di wilayah tertentu tentu juga punya tradisi yang kerap mereka laksanakan dan pertahankan. 

"Nenek moyangku orang pelaut, Gemar mengarung luas samudra, Menerjang ombak tiada takut, Menempuh badai sudah biasa..."

"Selamat Hari Nelayan Indonesia". 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bebas
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:48 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah bebas murni usai menjalani hukuman selama empat t...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hingga jelang sore hari ini
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:30 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari ini.
Tunjukkan empati, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa bantu proses pemakaman warga Kampung Kondo
Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:37 WIB
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati terhadap sesama, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawa...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga petang hari ini
Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:45 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga petang hari nanti.
Peringatan dini cuaca Jawa Tengah siang hingga sore hari ini
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Wilayah Provinsi Jawa Tengah berpotensi diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari nanti.
Surabaya bergolak dan misteri tewasnya Mallaby 30 Oktober 1945
Jumat, 30 Oktober 2020 - 08:29 WIB
Hari ini, 30 Oktober 1945 silam menjadi hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia, khususnya rakyat...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:36 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga malam hari ini.
Jualan miras, warkop di Pantura Tuban terjaring razia petugas 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 13:32 WIB
Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban bersama dengan Polres T...
Duka dunia penerbangan, Lion Air PK-LQP JT 610 jatuh tewaskan seluruh penumpang dan awak
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:12 WIB
Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor registrasi PK-LQP seakan menambah panjang catatan buru...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat siang hingga sore hari ini
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:25 WIB
Wilayah Jawa Barat berpotensi diguyur hujan pada siang hingga sore hari ini.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV