Risiko pasien kanker tinggi akibat stres
Elshinta
Sabtu, 30 Maret 2019 - 20:16 WIB |
Risiko pasien kanker tinggi akibat stres
Sumber Foto: https://bit.ly/2TKwgHo

Elshinta.com -Pasien kanker punya risiko merasakan sakit fisik lebih tinggi karena menanggung beban psikologis atau stres dari kondisi lingkunganya.

"Saya menaruh perhatian pada kondisi psikologis pasien kanker karena saya percaya kondisi itu berdampak pada kesehatan mereka. Stres adalah faktor yang sangat serius pasien kanker. Mereka sulit sekali menerima kondisi penyakitnya," ujar konsultan senior onkologi medis Park Cancer Centre (PCC) Singapura Ang Peng Tiam, Jumat (29/3).

Direktur medis di PCC itu mengatakan para pasien kanker seringkali sulit menerima kondisinya fisiknya dan akan memicu stres. Apalagi jika lingkungannya tidak mendukung pemulihan pasien.

Stres akibat kanker mungkin dapat teratasi oleh pasien selama tiga hingga lima tahun. Tapi, stres itu dapat kembali muncul misalnya akibat tidak ada dukungan dari pasangan untuk pengobatan ataupun situasi lain.

"Stres mempengaruhi sistem kebebalan tubuh. Jika penderita stres, mereka berisiko lebih tinggi mengalami sakit fisik. Tidak mengherankan jika stres menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan untuk pasien kanker," ujar Ang, dikutip Antara.

Selain stres, Ang mengatakan pasien kanker juga sering memiliki kondisi emosi yang berubah-ubah setiap saat. Ang menyontohkan pasien berusia 30 tahun yang merasa geram setelah terdiagnosa kanker otak.

"Dia bilang, 'pola makan saya sehat, saya rajin berolahraga, tidur cukup, saya tidak merokok ataupun konsumsi minuman beralkohol'. Dia marah. Dia tidak bisa menerima kondisi itu. Padalah, kanker bisa menyerang siapa saja," kata Ang.

Pasien kanker, lanjut Ang, juga sering kehilangan semangat dan merasa tidak ada harapan untuk hidup normal. Dukungan pasangan, keluarga, dan dokter berperan untuk mendorong pasien mendapatkan lagi semangat mereka dan melawan kanker.

Seorang penyintas kanker serviks Endang Suryani (52) mengaku sempat tidak percaya kalau ada sel kanker di serviksnya. Dia tidak menerima hasil diagnosa kanker serviks pada 2016.

Endang mencoba pengobatan di luar medis dan justru terjadi pendarahan hebat setelahnya. "Di biopsi, lalu di USG. Kanker sudah seperempat serviks," katanya.

Endang bergabung dengan komunitas Cancer Information and Support Center (CISC) untuk membantu pemulihan semangat melawan penyakit kanker. Endang dapat berbagi perasaan dan menghimpun semangat dari anggota-anggota lain CISC.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPOM tarik peredaran Ranitidin dan Albothyl, ini penjelasannya
Sabtu, 12 Oktober 2019 - 13:24 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk Ranitidin dan Albothyl dari per...
Satgas Yonif 411 Kostrad gelar Posyandu dan pengobatan gratis di perbatasan RI-PNG
Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Sebagai wujud kepedulian kepada pertumbuhan dan gizi balita serta ibu hamil, pra...
Cegah stunting, Kemenkominfo ajak milenial terapkan PHBS
Jumat, 11 Oktober 2019 - 10:22 WIB
Elshinta.com - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak segenap kaum ...
Cegah penyakit kaki gajah, Pemkab Biak canangkan minum obat Filariasis
Senin, 07 Oktober 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Pemerintah kabupaten Biak Numfor Papua mencanangkan minum obat massal Filar...
Hati-hati, aroma tubuh ternyata bisa beri tahu kondisi kesehatan Anda
Minggu, 06 Oktober 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Aroma tubuh yang tidak menyenangkan bisa menjadi sumber rasa malu yang sang...
Ingin anak tidur nyenyak dan IQ tinggi? Yuk makan ikan 
Kamis, 03 Oktober 2019 - 09:58 WIB
Elshinta.com - Menurut studi dari Universitas Pennsylvania mengonsumsi ikan bisa membuat anak-a...
Benarkah kondisi kesehatan bisa dideteksi dari tangan? Ini faktanya
Selasa, 01 Oktober 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Saat tubuh mengalami masalah, maka akan ada gejala yang ditimbulkan. Gejala ini bisa ...
Kemenkes minta waspadai penyebaran virus polio dari Filipina
Selasa, 01 Oktober 2019 - 07:24 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI menyatakan, masyarakat Indonesia perlu me...
Cegah `Stunting` dengan makanan bergizi dan berikan ASI eksklusif
Sabtu, 28 September 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Yovita Bulan Bonifasius, ...
Gawat! polusi udara pengaruhi kesehatan mental remaja
Jumat, 27 September 2019 - 09:08 WIB
Elshinta.com - Paparan polusi udara berkontribusi terhadap depresi, kecemasan dan masalah keseh...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)