Kena kanker serviks tak berarti vonis mati
Elshinta
Sabtu, 30 Maret 2019 - 16:49 WIB |
Kena kanker serviks tak berarti vonis mati
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JPy6a1

Elshinta.com -Konsultan senior onkologi medis di Park Cancer Centre (PCC), Singapura, Dr Ang Peng Tiam mengatakan perempuan yang terkena kanker serviks tak berarti mendapat vonis mati.

Perempuan yang terkena kanker serviks masih bisa menjalani berbagai pengobatan tergantung stadium kankernya.

Dalam sebuah wawancara di Jakarta, Jumat (29/3), Ang menuturkan peluang pulih semakin tinggi jika kanker terdeteksi dini. Saat stadium awal, pasien kanker berpeluang pulih hingga 80 persen. Namun, jika sudah memasuki tahap lanjut, angka kepulihan turun menjadi 25 persen.

Sebenarnya, jauh sebelum kanker terjadi, perempuan sebenarnya sudah bisa melakukan tindakan pencegahan, yakni vaksinasi HPV. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan perempuan berusia 9-13 tahun dan belum aktif melakukan hubungan seksual menjalani vaksinasi ini, dikutip Antara.

Ang tidak menyarankan bayi baru lahir menjalani vaksinasi HPV karena belum ada studi yang membuktikan tindakan ini berdampak positif sama seperti pada perempuan berusia 11-12 tahun.

Vaksin HPV memang bisa menurunkan risiko seseorang terkena kanker serviks, tetapi bukan jaminan dia lolos 100 persen dari infeksi.

Di sinilah pentingnya deteksi dini sebagai pilar kedua setelah pencegahan. Perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seksual bisa menjalani pap smear sekali hingga dua kali dalam setahun.

"Prosedurnya sangat aman, tetapi kurang dari 10 persen orang perempuan melakukan pap smear rutin. Sisanya tidak pernah melakukannya. Untuk mereka yang sudah aktif berhubungan seksual, sudah menjadi ibu, manfaat vaksin tidak lagi besar. Mereka masih bisa berpeluang tidak meninggal dan mengembangkan kanker serviks dengan melakukan pap smear," papar Ang.

Menurut dia, prosedur pap smear bisa dilakukan sebelum atau sesudah siklus menstruasi. Prosedur ini sangat sederhana, hanya menggunakan spatula kecil dan tidak menyakitkan.

"Untuk mendeteksi dini dan jika ada (kanker) bisa langsung diobati. Jika bisa diobati dalam tahap itu, pasien masih bisa punya anak. Berbeda jika perempuan sudah terkena kanker serviks. Dia juga harus menjalani berbagai macam pengobatan," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sarlin Jones dari NTT pemenang Miss Grand Indonesia 2019
Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:23 WIB
Elshinta.com - Sarlin Jones dari NTT berhasil terpilih sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2019, ...
Donita dan Andi Soraya koleksi berlian untuk investasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Berlian selain sebagai perhiasan bisa juga dikoleksi dan untuk investasi. Hal itu di...
Cara selamatkan ASI perah saat listrik mati
Senin, 05 Agustus 2019 - 15:17 WIB
Pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang yang masih terjadi berg...
Butuh peran dunia hapus kekerasan terhadap anak
Rabu, 17 Juli 2019 - 22:29 WIB
Elshinta.com - Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan global dalam upaya penghapusan kekeras...
Manfaat es batu, tingkatkan kualitas tidur juga atasi PMS
Sabtu, 13 Juli 2019 - 16:59 WIB
Elshinta.com - Selain memberikan efek menyegarkan pada minuman, es batu ternyata juga berguna u...
Keterampilan e-commerce penting bagi perempuan kepala keluarga di Jabar
Senin, 27 Mei 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Demi meningkatkan kualitas hidup, DP3AKB Provinsi Jawa Barat memberi perhat...
Ibu hamil dengan kondisi sehat boleh berpuasa
Selasa, 07 Mei 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Setya Dian Kartika SpOG mengat...
Dikomandoi istri Wabup, GOW Kudus fokus pemberdayaan lansia
Sabtu, 27 April 2019 - 21:53 WIB
Elshinta.com - Prihatin banyaknya lansia yang tinggal di panti jompo maupun yang tidak pro...
Rayakan Hari Kartini, petugas SPBU di Kudus berbusana tradisional
Minggu, 21 April 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Sejumlah petugas pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di wilayah Kabu...
Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0619 Purwakarta ziarah ke TMP Sirna Raga
Kamis, 04 April 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73, Persit K...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)