Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Purwakarta
Elshinta
Senin, 08 April 2019 - 18:57 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Purwakarta
Sumber Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Kampung Ciputat, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kontributor Elshinta, Tita Sopandy melaporkan, benteng batu tersusun rapi dan memanjang itu, terletak di kawasan Perhutani Parang Gombong dengan luas sekitar dua hektare.

Awal ditemukan oleh masyarakat yang membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian, akan tetapi dikagetkan adanya tumpukan batu beraturan tanpa direkat menggunakan semen, dengan memanjang tingginya berpariasi antara 1-3 meter. Selain itu ditemukan puluhan meja batu, juga reruntuhan batu yang terkubur.

Kades Kutamanah Maman Surahman mengatakan, situs tersebut awal ditemukan oleh masyarakat pada tahun 2018. Saat itu warga masyarakat membuka lahan perhutani untuk dijadikan pertanian. "Waktu itu hanya sekitar beberapa benteng batu yang ditemukan, dan sempat dibiarkan," ujarnya.

Pada satu bulan lalu, lahan yang ada situs batu kembali digali kembali oleh aparat desa setempat bersama warga. Ternyata benteng cukup panjang dan banyak, akan tetapi ada yang sudah runtuh dan ambles karena tergerus air. Meski sudah dilaporkan ke Pemkab Purwakarta, namun hingga saat ini belum diteliti oleh ahli/Arkeologi.

Maman menduga situs tersebut peninggalan dari legenda Sangkuriang. Dan itu berdasarkan dari keterangan leluhur di Desa Kutamanah bahwa sejarah Sangkuriang awalnya di desa tersebut.

Situs tersebut dinilai memiliki sejarah dan harus diestarikan, akan tetapi keberadaanya perlu dibuktikan oleh yang berwenang, dan pihaknya saat ini masih menunggu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga Mahasiswa UB ciptakan biopal dari limbah
Selasa, 14 Mei 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Tiga mahasiswa asal Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menorehkan presta...
Balai Arkeologi Yogyakarta teliti bata Situs Sekaran
Minggu, 14 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap bata yang ada di S...
PCBM lanjutkan riset dan penelitian Situs Sekaran
Kamis, 11 April 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Ditjen Kebudayaan Kem...
Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Purwakarta
Senin, 08 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Kampung Ciputat, Desa Kutamana...
Foto lubang hitam pertama akan dirilis ke publik
Minggu, 07 April 2019 - 15:33 WIB
Elshinta.com -National Science Foundation dari Amerika Serikat menjadwalkan konferensi pers di ...
Ilmuwan temukan bukti baru asteroid yang musnahkan dinosaurus
Selasa, 02 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com -Sekelompok ilmuwan dari Universitas Kansas dan Universitas Manchester, menemukan ...
Pemerintah dukung perguruan tinggi kerja sama kembangkan AI
Kamis, 28 Maret 2019 - 17:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasi...
BMKG imbau masyarakat tidak khawatir fenomena equinox
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk t...
Kenali jenis nyamuk penganggu di sekitar rumah
Selasa, 19 Februari 2019 - 18:19 WIB
Elshinta.com -Ada sekitar 457 jenis nyamuk di Indonesia namun hanya sebagian kecil yang mengang...
Siak luncurkan wisata gerhana matahari cincin
Sabtu, 16 Februari 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com -Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, meluncurkan wisata Gerhana Matahari Cin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)