A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionrhjtttk7ma76msbp8pgjkpuv7ekrkmls): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Rusia bebaskan ikan-ikan paus yang tangkapan
Rusia bebaskan ikan-ikan paus yang tangkapan
Senin, 08 April 2019 - 21:32 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Sumber Foto: https://bit.ly/2U0Prwx

Elshinta.com - Pihak berwenang Rusia memutuskan untuk membebaskan hampir seratus ikan paus yang dikurung di Timur Jauh Rusia, menurut Gubernur wilayah Primorsky, Rusia pada Senin (8/4), seperti dilaporkan Kantor Berita TASS.

Gambar ikan-ikan paus yang bergerombol di teluk tertutup di kota pelabuhan Nakhodka di Laut Jepang, muncul pertama kali pada tahun lalu dan menyebabkan gelombang kecaman.

Satwa-satwa itu sebenarnya ditangkap oleh sebuah perusahaan yang berencana menjualnya ke China, namun ketika nasib mereka diketahui, Kremlin turun tangan dan memerintahkan pihak yang berwenang setempat untuk bertindak dan mencari jalan untuk membebaskan hewan-hewan tersebut.

"Keputusan resmi telah diambil untuk membebaskan satwa itu ke alam bebas." kata Oleg Kozhemyako, Gubernur Primorsky seperti dikutip oleh TASS.

Keputusan untuk membebaskan ikan-ikan paus itu setelah ditunda selama beberapa bulan, bertepatan dengan kunjungan akhir dari Jean-Michel Cousteau, seorang pakar oseanografi asal Prancis dan putra dari pakar maritim kondang Jacques Cousteau.

"Para ilmuwan dari tim Cousteau dan ilmuwan Rusia akan memutuskan kapan dan bagaimana satwa-satwa tersebut dibebaskan."

Kozhemyako yang juga dikutip mengatakan bahwa pihak berwenang akan merancang fasilitas rehabilitasi khusus bagi paus-paus itu untuk menciptakan keadaan yang sedekat mungkin dengan lingkungan alami dan hewan yang menderita dapat dirawat.

Kremlin mengatakan terdapat 11 orca atau paus pembunuh dan 87 paus beluga atau paus kepala melon yang ditahan dalam keadaan sengsara dan berniat dijual untuk pembeli China dan akuarium.

Tapi disebutkan pula bahwa akan sulit untuk melepaskan mereka ke alam bebas tanpa mencederainya.

Dinas Keamanan Rusia mengajukan gugatan terhadap empat perusahaan yang terlibat dalam kasus ini pada Februari karena pelanggaran undang-undang penangkapan ikan, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 26 Mei 2019 - 06:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Kepolisian Perancis memburu seorang lelaki yang meninggalkan bom di s...
Minggu, 19 Mei 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Kantor statistik Uni Eropa, Eurostat menyatakan ekspor barang-barang dari kawasa...
Selasa, 07 Mei 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Transportasi Rusia Yevgeny Ditrikh pada Senin (6/5) waktu setempat ...
Senin, 06 Mei 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Rusia mengatakan pada Minggu (5/5) sore bahwa 41 orang tewas dal...
Kamis, 02 Mei 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Kanselir Jerman Angela Merkel menjanjikan bantuan senilai jutaan euro kepad...
Kamis, 02 Mei 2019 - 07:22 WIB
Elshinta.com - Polisi Perancis menembakkan gas air mata untuk memukul mundur demonstran be...
Senin, 22 April 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Ukraina pada Minggu (21/4) memasuki peta politik baru, setelah survei di la...
Kamis, 18 April 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Protes Rompi Kuning di Prancis untuk menentang kebijakan Presiden Emmanuel ...
Selasa, 16 April 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Menteri muda Dalam Negeri Perancis, Laurent Nunez mengatakan, pemicu kebaka...
Minggu, 14 April 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Para pengunjuk rasa `rompi kuning` terlibat bentrokan dengan polisi anti hu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)