Dolar melemah karena kekhawatiran ekonomi global berkurang
Elshinta
Selasa, 09 April 2019 - 08:14 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Dolar melemah karena kekhawatiran ekonomi global berkurang
Dolar AS

Elshinta.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena data ekonomi kuat baru-baru ini mengurangi kekhawatiran tentang ekonomi global, mendorong investor untuk mengurangi posisi safe-haven di greenback.

Euro bergerak lebih jauh di atas level terendah satu bulan yang dicapai minggu lalu, karena investor menyeimbangkan kembali posisi mereka sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) minggu ini.

Sterling rebound dari level terendah satu minggu terhadap dolar AS. Investor mengamati apakah Perdana Menteri Inggris Theresa May dapat meyakinkan Uni Eropa untuk kembali menunda keluarnya negaranya dari blok tersebut.

"Harapannya untuk pertumbuhan global telah mencapai titik terendah. Lebih dari itu green shoots (tanda-tanda pemulihan ekonomi) telah muncul," kata Paresh Upadhyaya, direktur strategi mata uang di Amundi Pioneer Investment Management di Boston.

Data ekonomi menggembirakan pekan lalu dari China dan Amerika Serikat telah meningkatkan sentimen pasar, mengangkat mata uang berorientasi pertumbuhan seperti dolar Australia dan Selandia Baru, kata Upadhyaya.

Pukul 14.42 (18.42 GMT), indeks yang melacak dolar versus euro, yen, sterling dan tiga mata uang lainnya turun 0,35 persen menjadi 97,056.

"Kami netral tentang dolar AS," Richard Turnill, kepala strategi investasi global BlackRock menulis dalam sebuah catatan penelitian. "Ini telah dianggap sebagai daya tarik safe-haven tetapi keuntungan bisa dibatasi oleh valuasi tinggi dan kesenjangan pertumbuhan yang menyempit di seluruh dunia."

Pandangan seperti itu pada dolar AS mendorong pembelian dalam mata uang lain pada perdagangan Senin (8/4/2019).

Euro naik 0,38 persen menjadi 1,1261 dolar AS setelah mencapai 1,1183 pada Selasa lalu (2/4/2019), yang merupakan terendah sejak 8 Maret. Mata uang tunggal naik ke tertinggi dua minggu di 125,575 yen.

Pedagang memangkas posisi jangka panjang euro minggu lalu paling banyak dalam sembilan bulan, data menunjukkan, karena imbal hasil obligasi inti Eropa memasuki wilayah negatif dan data PMI menunjukkan ekonomi zona euro sedang kesulitan.

Tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan pada pertemuan ECB minggu ini, tetapi konferensi pers sesudahnya akan menjadi fokus di tengah pembicaraan tentang suku bunga berjenjang, kekhawatiran resesi global dan sikap waspada yang mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman di bawah nol persen untuk pertama kalinya sejak 2016

Dolar Australia naik 0,31 persen menjadi 0,7128 dolar AS di tengah penurunan harga-harga komoditas seperti tembaga.

Pound naik lebih jauh dari level terendah satu minggu. May sedang mencari kompromi dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn guna mendapatkan persetujuan parlemen untuk kesepakatan Brexit dan mendukung perjanjian penundaan kepergian Inggris hingga akhir Juni. Sterling naik 0,25 persen menjadi 1,3068 dolar AS. Demikian Antara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Jokowi temui pansel calon pimpinan KPK
Senin, 17 Juni 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menemui sembilan orang anggota panitia seleksi (pansel) pim...
Diplomat senior Uni Eropa dukung kesepakatan nuklir Iran
Senin, 17 Juni 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Diplomat paling senior kedua Uni Eropa menegaskan dukungan blok tersebut terhada...
Minyak naik di perdagangan Asia pascaserangan tanker di Timur Tengah
Senin, 17 Juni 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Senin (17/6) pagi, setelah Menteri Lu...
Arab Saudi salahkan Iran atas serangan terhadap tanker
Minggu, 16 Juni 2019 - 13:36 WIB
Elshinta.com - Putra Mahkota Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanke...
Indonesia suarakan solidaritas terhadap pekerja Palestina dalam pertemuan ILO
Sabtu, 15 Juni 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Presiden Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Mohammad Syaiful Bahri Anshori ...
Emas naik setelah pasar saham AS melemah
Kamis, 13 Juni 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih t...
Harga emas naik tipis ditopang penurunan di pasar ekuitas AS
Rabu, 12 Juni 2019 - 09:34 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada...
Dolar melemah di tengah data ekonomi AS yang tak memuaskan
Rabu, 12 Juni 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir ...
Keluarga anggota ISIS asal Prancis di Suriah dipulangkan ke negaranya
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:36 WIB
Elshinta.com - Keluarga dari seorang pria asal Prancis yang berperang di Suriah tiba di negaran...
China: Kami akan balas jika AS lakukan eskalasi perang dagang
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - China akan menanggapi dengan tegas jika Amerika Serikat bersikeras memperkeruh k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once