Bowo Sidik sebut diperintahkan Nusron Wahid, ini kata Golkar
Elshinta
Rabu, 10 April 2019 - 10:50 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
Bowo Sidik sebut diperintahkan Nusron Wahid, ini kata Golkar
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Fahmi Idris. Sumber foto: https://bit.ly/2WWzKZl

Elshinta.com - Anggota DPR RI dari fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap. Dirinya mengaku mendapat perintah dari politikus Golkar lainnya, Nusron Wahid untuk menyiapkan amplop yang digunakan untuk `serangan fajar` dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Seperti yang diketahui bahwa Bowo dan Nusron merupakan caleg DPR RI dari daerah pemilihan yang sama yaitu Dapil Jawa Tengah II meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Demak.

Kepada Elshinta, Rabu (10/4) pagi, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Fahmi Idris menyayangkan tentang kasus yang menimpa kadernya. Fahmi mengatakan bahwa kasus ini merupakan hal yang sangat memalukan dan merugikan bagi Partai Golkar.

"Partai Golkar mengambil sikap atas perbuatan saudara Bowo dengan memecatnya," tegas Fahmi.

Dirinya memastikan, alasan pemecatan Bowo bukan karena "nyanyian" Bowo yang mengatakan bahwa mendapat perintah dari rekan satu Partai Golkar, Nusron Wahid. Tetapi alasan utama pemecatan Bowo melainkan karena Bowo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Namun, Fahmi juga mendorong pihak penyidik untuk mendalami apa yang dikemukakan oleh Bowo. Menurut Fahmi, pihaknya menyerahkan kasus ini kepada lembaga yang memiliki kewenangan penyidikan.

"Harus dicari keterangan dari sumber lain, tidak dari dua orang (Bowo dan Nusron) itu saja," tuntas Fahmi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Prabowo ingin Indonesia kembali ke UUD 1945 asli
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 13:50 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan partainya ingin agar Ind...
KPK harap menteri kabinet berikutnya miliki rekam jejak baik
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengharapkan menteri-menteri...
Partai koalisi Jokowi gelar munas diawal untuk tentukan posisi strategis
Jumat, 16 Agustus 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - PDI Perjuangan sebagai partai koalisi Joko Widodo (Jokowi) sudah menggelar Kongres V...
Polres Langkat siapkan 317 personel untuk amankan Pilkades serentak
Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:30 WIB
Elshinta.com - Polres Langkat, Sumatera Utara, menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan pe...
Projo: Wacana Pilpres oleh MPR bentuk perampasan kedaulatan rakyat
Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Wacana mengenai kemungkinan Pilpres akan kembali dilakukan oleh MPR mendapat penolak...
Mendagri tegaskan Pilres tetap secara langsung
Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengatakan Pemilihan presiden (Pilpres...
Jokowi tegaskan 55 persen kabinet dari profesional
Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menjelaskan dirinya terus mematangkan rencana komposisi kabinet...
Raih suara terbanyak di Papua, Partai Nasdem sampaikan terima kasih
Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:24 WIB
Elshinta.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Papua menyampaikan ucapan terim...
Cyber Indonesia ingatkan ancaman radikallisme pasca pilpres
Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Terkait pertemuan Jokowi - Prabowo pada 13 Juli 2019 lalu di MRT mengakhiri semua po...
DPRD Sumbar Periode 2019-2024 didominasi wajah Baru
Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:12 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan calon terpilih anggo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)