A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_session2k09c6sgi8hj6pbjbkr42jqo3nt9an5d): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Wali Kota pastikan kasus pengeroyokan Audrey tetap diproses
Wali Kota pastikan kasus pengeroyokan Audrey tetap diproses
Rabu, 10 April 2019 - 11:42 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Dewi Rusiana
#JusticeForAudrey. Sumber foto: https://bit.ly/2WUalze

Elshinta.com - Kasus pengeroyokan yang menimpa siswi SMP, atas nama Audrey (14) yang dilakukan oleh 12 orang siswi SMA ramai diperbincangkan dengan tagar #JusticeForAudrey. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan kasus ini akan tetap diproses.

Wali Kota menyebutkan bahwa dirinya telah menjenguk Audrey yang sedang terbaring di rumah sakit dan berbincang dengan orang tua serta keluarga Audrey. Dirinya menyebutkan bahwa pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian guna ditindak lanjuti dalam proses hukum.

"Kejadian penganiayaan bermula dari komentar-komentar yang ada di media sosial yang bersangkutan," kata Rusdi kepada Elshinta Rabu (10/4) pagi.

Rusdi juga memastikan bahwa kasus ini sedang didalami dan tetap akan diproses secara hukum yang berlaku. Menurutnya kejadian ini dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku serta dijadikan pelajaran bagi semua pihak.

Pihaknya terus mengikuti, memonitor, serta melakukan pengawasan dari kasus ini. Karena dari keluarga Audrey saat ditemui oleh Wali Kota meminta pertanggung jawaban dari pelaku.

"Ini sedang dalam proses, sudah ada pemanggilan dari pihak kepolisian dari yang bersangkutan (pelaku) maupun orang tuanya untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Wali Kota.

Ditambahkannya, dari pihak Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat juga ikut memantau kasus ini. Hal tersebut dikarenakan semua pelaku yang masih berstatus pelajar dari berbagai SMA di Kota Pontianak ini masih berusia di bawah 17 tahun. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 25 Mei 2019 - 19:18 WIB
Elshinta.com - Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan, lima terduga t...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Kepolisian Da...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:10 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan peristi...
Jumat, 24 Mei 2019 - 18:11 WIB
Elshinta.com - Tim gabungan Satpol PP Kota Malang, Bakesbang, TNI, dan kepolisian menggela...
Jumat, 24 Mei 2019 - 11:56 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatak...
Jumat, 24 Mei 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Raden...
Kamis, 23 Mei 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Polisi telah m...
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Belasan orang ditemukan bersembunyi di Gedung Pertokoan Sarinah saat kericuhan t...
Selasa, 21 Mei 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Polisi berhasil membekuk dua pemuda bersama komplotannya yang masih remaja....
Senin, 20 Mei 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Ambulans milik DPD Partai Perindo Kota Sukabumi bernopol B 1893 PYD sempat ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung