Terduga penganiaya siswi SMP menyesal dan minta maaf
Elshinta
Kamis, 11 April 2019 - 07:07 WIB |
Terduga penganiaya siswi SMP menyesal dan minta maaf
Beberapa terduga penganiayaan terhadap pelajar SMP berinsial Aud, Rabu (10/4) malam, secara resmi menyampaikan permohonan maaf mereka kepada korban dan pihak keluarga, serta masyarakat luas secara umumnya. Sumber foto: https://bit.ly/2GgQYv4

Elshinta.com - Para terduga penganiayaan terhadap pelajar SMP berinisial Aud, menyampaikan permohonan maaf mereka kepada korban dan pihak keluarga, serta masyarakat luas secara umumnya.

"Kami menyesal dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, pihak keluarga dan masyarakat umumnya," kata terduga pelaku yang satu persatu memberikan keterangan di Mapolresta Pontianak yang difasilitasi oleh KPPAD Kalbar, Rabu (10/4) malam. 

Para terduga penganiayaan tersebut, satu persatu ada yang mengakui melakukan penganiayaan ringan kepada korban dan tidak sampai melakukan perusakan terhadap area sensitif korban, seperti yang beredar luas di media sosial.

"Dalam kasus ini, kami juga menjadi korban buli dari medsos yang telah menghakimi melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif korban. Padahal hanya penganiayaan ringan, bahkan kami kini diancam dibunuh dan terus diteror oleh warganet," ungkap salah seorang terduga penganiayaan.

Terduga penganiayaan, juga membantah telah melakukan pengeroyokan, melainkan berkelahi satu lawan satu. "Kami sangat menyesal dan meminta maaf terhadap korban dan pihak keluarga atas perlakukan tersebut," ujar salah satu terduga penganiayaan tersebut.

Tiga Tersangka

Sementara itu, Polresta Pontianak, Rabu malam, telah menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA), dalam dugaan kasus penganiayaan seorang pelajar SMP Aud di Kota Pontianak.

"Dari hasil pemeriksaan, akhirnya kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lainnya sebagai saksi," kata Kapolresta Pontianak, Kombes (Pol) Muhammad Anwar Nasir, dikutip Antara.

Penetapan tersebut, dari hasil pemeriksaan yang ketiganya mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.

"Terhadap ketiga tersangka dikenakan pasal 80 ayat (1) UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara, atau kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika," ungkapnya.

Sesuai dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka dilakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana), katanya.

Ia menambahkan, fakta hingga ditetapkan sebagai tersangka, yakni tersangka menjambak rambut korban, mendorong hingga jatuh, lalu ada tersangka yang memiting, dan ada tersangka yang melempar menggunakan sandal.

Ia mengimbau masyarakat tidak mempercayai informasi yang menyesatkan di medsos, seperti pelaku melakukan pengeroyokan maupun sampai merusak area sensitif korban itu.

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Bidang Dokkes Polda Kalbar, Kombes (Pol) dr Sucipto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter, hasilnya tidak seperti yang diberikan di media sosial yang menyatakan pada area sensitifnya dianiaya.

"intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut," katanya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspada, begal berkedok pocong ada di Karawang
Rabu, 21 Agustus 2019 - 08:34 WIB
Elshinta.com - Polisi mengimbau masyarakat untuk waspada saat melintas Jalan Layapan, Tempuran, Ka...
TNI dan Polri buka blokade jalan di Kota Sorong
Rabu, 21 Agustus 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Pasca-aksi unjuk rasa menolak rasisme pada 19-20 Agustus 2019, ratusan anggota gabun...
Babak baru kasus pembunuhan di Serang, Polisi kejar dua orang terduga pelaku
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:46 WIB
Elshinta.com - Polisi tengah memburu dua pria bertopeng yang diduga membunuh Rustiadi (33) dan anakn...
TNI AL bantu selamatkan korban pertikaian KM Mina Sejati
Senin, 19 Agustus 2019 - 11:58 WIB
Elshinta.com - Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Zaenal menyatakan personel TNI...
TNI AL lakukan pendekatan dengan KM Mina Sejati yang diduga dibajak
Senin, 19 Agustus 2019 - 06:27 WIB
Elshinta.com - Panglima Komando Armada (Koarmada) III TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI I N.G. ...
KRI Teluk Lada kejar kapal nelayan yang dibajak
Minggu, 18 Agustus 2019 - 16:39 WIB
Elshinta.com - Polres Kepulauan telah berkoordinasi dengan TNI AL terkait dugaan pembajakan atau pe...
KM Mina Sejati dibajak di Perairan Laut Dobo
Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Kepala Kantor Basarnas Ambon Muslimin mengaku telah menerima laporan aksi pembajaka...
Polisi geledah rumah dan sita barang bukti milik terduga teroris
Jumat, 16 Agustus 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri membawa sejumlah barang ...
Ini kondisi empat anggota polisi korban pembakaran saat amankan demo di Cianjur
Jumat, 16 Agustus 2019 - 12:25 WIB
Elshinta.com - Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ada empat anggota p...
Polisi pindahkan saksi kunci pembunuhan satu keluarga ke rumah sakit di Kota Serang
Kamis, 15 Agustus 2019 - 18:43 WIB
Elshinta.com - Polresta Serang bersama dengan Polda Banten memindahkan saksi kunci dari Rumah Sakit ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)