Sudah tujuh hari pertempuran berkecamuk di dekat ibu kota Libya
Elshinta
Kamis, 11 April 2019 - 09:11 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Sudah tujuh hari pertempuran berkecamuk di dekat ibu kota Libya
Komandan pasukan Libya Timur Jenderal Khalifa Haftar. Sumber Foto: https://bit.ly/2WVhpf4

Elshinta.com - Serangan militer yang dilancarkan oleh pasukan yang berafiliasi kepada komandan Libya Timur Jenderal Khalifa Haftar memasuki hari ketujuh pada Rabu (10/4).

Pada Kamis lalu (4/4), pasukan Haftar melancarkan serangan tiga-arah terhadap Ibu Kota Libya, Tripoli. Pasukannya bergerak maju ke Kota Kecil Al-Ajaylat di dekat Kota Sabratha, yang berada sekitar 70 kilometer di sebelah barat Tripoli.

Mereka kemudian bergerak menuju Kota Sorman, yang berada 60 kilometer dari ibu kota Libya.

Pasukan Hafat memasuki Al-Ajaylat dan Sorman tanpa melepaskan tembakan, kata Kantor Berita Turki, Anadolu yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (11/4) pagi. Namun besoknya, mereka menghadapi perlawanan di Kota Az-Zawiya 45 kilometer di sebelah barat Tripoli.

Pada sore hari yang sama, mereka merebut Kota Geryan setelah bentrokan terbatas, sebelum bergerak maju ke Wilayah Versefane, tempat mereka merebut kendali atas Kabupaten Al-Aziziye.

Di sana, bentrokan sengit meletus antara pasukan Haftar dan pasukan yang setia kepada Pemerintah Kesepaktan Nasional (GNA) Libya, yang berpusat di Tripoli dan dipimpin oleh Mayor Jenderal Osama Guweili.

Meskipun pertempuran berkecamuk, pasukan Haftar terus maju ke arah bandar udara internasional Tripoli, yang berada 25 kilometer di sebelah selatan ibu kota Libya.

Pasukan pro-Haftar merebut bandar udara tersebut pada Jumat lalu, tapi pada Senin, pasukan GNA merebut kendali atas bandar udara itu setelah dua hari pertempuran sengit.

Pasukan Haftar kemudian mundur dari Kota Az-Zawiya di dekat Tripoli, sebelum dipaksa mundur dari bandar udara tersebut, di tengah pemboman gencar.

Pasukan Haftar kemudian menderita kekalahan menyakitkan setelah kedatangan bala-bantuan dari Tripoli.

Pada Selasa (9/4), pasukan GNA menguasai Al-Aziziye, sebelah barat-daya Tripoli, dan Wilayah Versefane, sehingga pasukan Haftar mundur makin jauh.

Setelah dipaksa mundur dari dua front, pasukan Haftar membuka poros ketiga, dan berusaha bergerak maju menuju Ayn Zara, kata Anadolu.

Tak lama setelah itu, Brigade Ke-9 Haftar mengumumkan perebutan Al-Yarmouk, pangkalan militer terbesar di Wilayah Ayn Zara.

Namun GNA belakangan merebut kembali Pangkalan Al-Yarmouk pada Senin, dan menguasai seluruh pangkalan tersebut di sepanjang Front Salahaddin.

Sementara itu, bentrokan berlanjut di Wilayah Hillet Al-Furjan, sementara Brigade Ke-9 Haftar berusaha mencapai Front Salahaddin, yang berada di dekat Tripoli.

GNA dan pasukan Haftar terus saling melancarkan serangan di bagian selatan ibu kota Libya, kata Anadolu. Pasukan Haftar, yang berusaha menyusup ke Tripoli Tengah dan bergerak maju di Wilayah Ayn Zara, pada Rabu menguasai Masjid Al-Jamili.

Pasukan Haftar juga merebut markas Brigade Ke-4 GNA di Wilayah Al-Aziziye.

Meskipun pasukan Haftar masih terpusat di Wilayah Sorman dan Sabratha Barat, bentrokan terus berkecamuk di sekitar Qasr bin Fhashir.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Botol berisi catatan 50 tahun lalu ditemukan bocah saat memancing ikan
Sabtu, 20 Juli 2019 - 04:12 WIB
Elshinta.com - Sebuah pesan yang diyakini telah ditulis oleh seorang anak Inggris 50 tahun sila...
Aksi Juan cium buaya liar untuk hibur wisatawan
Sabtu, 20 Juli 2019 - 03:13 WIB
Elshinta.com - Jangan ditiru aksi Juan Cerdas jika tak biasa atau memiliki keahlian. Bagaimana ...
Saat cukur rambut, pria ini ditikam orang tak dikenal 
Sabtu, 20 Juli 2019 - 02:11 WIB
Elshinta.com - Seorang pria yang tengah memangkas rambutnya di sebuat barber shop di New York, ...
Ajang balap mobil jalanan berujung petaka 
Sabtu, 20 Juli 2019 - 01:14 WIB
Elshinta.com - Tujuh belas orang terluka dan beberapa di antaranya mengalami luka serius, ...
Bom meledak dekat Universitas Kabul, 8 orang tewas
Sabtu, 20 Juli 2019 - 00:12 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka pada Juma...
Makanan jemaah diperiksa dua kali, demi kelayakan
Jumat, 19 Juli 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pengawasan katering untuk jemaah calon haji dilakukan secara ketat untuk menjami...
Jemaah calon haji diharapkan kenali tiga terminal di sekitar Masjidil Haram
Jumat, 19 Juli 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Jemaah calon haji asal Indonesia diimbau untuk mengenali tiga terminal di sekita...
Emas terus meningkat di tengah melemahnya dolar AS dan ketegangan Teluk
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:34 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang k...
Dolar AS melemah tertekan data ekonomi suram
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:05 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lai...
82.928 jemaah dan petugas telah tiba di Arab Saudi, 7 jemaah wafat
Jumat, 19 Juli 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once