Mesir keluar dari koalisi keamanan anti-Iran pimpinan AS
Elshinta
Kamis, 11 April 2019 - 10:35 WIB |
Mesir keluar dari koalisi keamanan anti-Iran pimpinan AS
Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi. Sumber Foto: https://bit.ly/2v07GYW

Elshinta.com - Mesir telah keluar dari upaya AS untuk membentuk `NATO Arab` dengan sekutu penting Arab-nya, kata empat sumber yang mengetahui keputusan tersebut.

Langkah Mesir itu merupakan pukulan terhadap strategi Amerika untuk mengekang kekuasaan Iran.

Mesir menyampaikan keputusannya kepada Amerika Serikat dan peserta lain di Aliansi Keamanan Timur Tengah, atau MESA, sebelum satu pertemuan yang diselenggarakan pada Ahad (7/4) di Riyadh, Arab Saudi, kata satu sumber.

Kairo tidak mengirim delegasi ke pertemuan tersebut, yang terakhir diselenggarakan untuk menggolkan upaya pimpinan AS guna mengikat sekutu Arab Muslim Sunni ke dalam satu kesepakatan keamanan, politik dan ekonomi guna menangkal Iran Syiah, kata sumber itu.

Mesir menarik diri sebab Kairo meragukan keseriusan gagasan tersebut, masih ingin melihat cetak biru yang menjelaskannya, dan akibat bahaya bahwa rencana itu mungkin meningkatkan ketegangan dengan Iran, kata satu sumber Arab yang, seperti yang lain, tak ingin disebutkan jati dirinya.

Ketidaktentuan mengenai apakah Presiden AS Donald Trump akan meraih masa jabatan kedua tahun depan dan apakah penggantinya mungkin mencampakkan gagasan itu juga memperkuat keputusan Mesir, kata sumber Arab tersebut. "Itu tak berjalan dengan mulus," kata satu sumber Arab Saudi mengenai gagasan tersebut.

Gagasan itu, yang pertama kali diusulkan oleh Arab Saudi pada 2017, juga bertujuan membatasi pertumbuhan Rusia dan China di wilayah tersebut, kata satu dokumen rahasia Gedung Putih yang dilihat oleh Reuters tahun lalu.

Kedutaan Besar Mesir di Washington dan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar. Selain Amerika Serikat dan Arab Saudi, peserta MESA meliputi Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman dan Jordania.

Dua hari setelah pertemuan Riyadh, Presiden Mesir Abdel Fattah As-Sisi mengunjungi Washington untuk mengadakan pembicaraan dengan Trump. Sebelum pertemuan itu, Trump mengatakan mereka akan membicarakan masalah keamanan, tapi tidak jelas apakah mereka membahas masalah MESA, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya
Kamis, 23 April 2020 - 18:15 WIB
Dua dokter, satu perawat dan satu pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik ol...
Gaji presiden dan menteri Malawi dipotong 10 persen karena corona
Minggu, 05 April 2020 - 16:50 WIB
Presiden dan para menteri anggota kabinet Malawi akan mengalami pemotongan gaji sebesar 10 persen da...
Tekan penularan COVID-19, Aljazair perpanjang jam malam
Minggu, 05 April 2020 - 16:16 WIB
Aljazair mulai Minggu akan memperpanjang aturan jam malam demi menekan penularan COVID-19, kata Perd...
Afrika Selatan konfirmasi penularan lokal COVID-19 pertama
Kamis, 12 Maret 2020 - 19:35 WIB
Afrika Selatan mengonfirmasi laporan kasus pertama penularan lokal virus corona (COVID-19), pada Kam...
Pesawat latih militer Aljazair jatuh, 2 pilot tewas
Selasa, 28 Januari 2020 - 09:10 WIB
Dua pilot militer Aljazair tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Provinsi Oum El Bouaghi, Aljaza...
28 orang tewas akibat serangan kamp militer Tripoli
Minggu, 05 Januari 2020 - 10:40 WIB
Sedikitnya 28 orang tewas akibat serangan terhadap kamp militer di ibu kota Libya pada Sabtu sore, m...
Somalia tuduh negara asing di balik ledakan dahsyat Mogadishu
Selasa, 31 Desember 2019 - 16:36 WIB
Somalia menuduh bahwa ada negara asing yang membantu merencanakan ledakan bom pada Sabtu di Mogadish...
Batu jatuh tewaskan empat pekerja tambang emas di Afsel
Senin, 09 Desember 2019 - 07:26 WIB
Empat pekerja tambang tewas dan satu orang lagi menderita cedera berat, setelah sebuah batu terjatuh...
Kapal tenggelam di Mauritania tewaskan hingga 57 migran
Kamis, 05 Desember 2019 - 10:29 WIB
Sebanyak 57 orang tewas setelah kapal yang membawa sekitar 150 migran dari Gambia tenggelam di lepas...
Prajurit TNI Konga XXXIX-A kembali dapatkan satu pucuk senjata AK-47
Jumat, 25 Oktober 2019 - 19:32 WIB
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Konga XXXIX-A Rapidly Deployable Battali...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV