Menlu Turki: Jika AS tahan Patriot, Turki beli lebih banyak S-400
Elshinta
Kamis, 11 April 2019 - 13:19 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Menlu Turki: Jika AS tahan Patriot, Turki beli lebih banyak S-400
Sumber Foto: https://bit.ly/2GfaU19

Elshinta.com - Pemerintah Turki bisa membeli lebih banyak rudal S-400 atau sistem lain pertahanan udara jika Amerika Serikat menolak untuk menjual rudal Patriot kepada Turki, kata menteri luar negeri Turki pada Rabu (10/4).

Ketika berbicara kepada satu stasiun televisi berita Turki, Menlu Mavlut Cavusoglu menanggapi kecaman AS mengenai pembelian S-400 dan menggarisbawahi bahwa negara lain NATO sebelumnya telah memperoleh generasi terdahulu rudal S-300 tanpa konflik dengan anggota lain di aliansi itu. "Jika AS menolak untuk menjual Patriot kepada kami, besok kami bisa membeli (sistem) S-400 kedua, atau sistem lain pertahanan udara," kata Cavusoglu.

Cavusoglu menepis ancaman AS untuk membatalkan kesepakatan pembelian jet F-35 jika sistem S-400 dikirim. Ia mengatakan Turki dapat membeli jet tempur dari sumber lain sampai Ankara mampu memproduksi sendiri jika Washington berkukuh dengan ancaman tersebut. 

Washington telah menentang tindakan Turki membeli sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara S-400 buatan Rusia, dan pekan lalu membekukan pengiriman suku cadang serta layanan lain yang berkaitan dengan F-35.

Para pejabat AS telah menyarankan Turki membeli sistem rudal Patriot AS dan bukan S-400 dari Moskow, dengan alasan sistem S-400 tak sesuai dengan sistem NATO dan kemungkinan mengungkap F-35 kepada Rusia.

Turki telah menanggapi bahwa penolakan AS untuk menjual Patriot lah yang memaksanya mencari pembeli lain, dan menambahkan Rusia menawarkan kesepakatan yang lebih baik, yang meliputi alih teknologi.

Mengenai tindakan Washington memasukkan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sebagai "organisasi teroris asing", Cavusoglu mengatakan tindakan itu adalah keputusan yang sangat berbahaya dengan mengakui militer resmi satu negara sebagai organisasi teroris.

Ia mengecam AS karena kerja samanya dengan organisasi YPG/PKK. Cavusoglu juga menegaskan bahwa Washington melakukan tindakan yang bertentangan, yaitu dengan memasukkan angkatan bersenjata negara lain sebagai kelompok teror sementara AS sendiri bekerja sama dengan kelompok teror lain.

Saat merujuk kepada pemilihan umum Israel pada Selasa, Cavusoglu mengatakan Tel Aviv mesti "menghentikan populisme dan sikap agresifnya", dan segera melakukan langkah menuju penyelesaian dua-negara.

"Penyelesaian dua-negara adalah satu-satunya penyelesaian bagi perdamaian di Palestina, Israel dan wilayah ini," katanya, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Jokowi temui pansel calon pimpinan KPK
Senin, 17 Juni 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menemui sembilan orang anggota panitia seleksi (pansel) pim...
Diplomat senior Uni Eropa dukung kesepakatan nuklir Iran
Senin, 17 Juni 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Diplomat paling senior kedua Uni Eropa menegaskan dukungan blok tersebut terhada...
Minyak naik di perdagangan Asia pascaserangan tanker di Timur Tengah
Senin, 17 Juni 2019 - 09:26 WIB
Elshinta.com - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Senin (17/6) pagi, setelah Menteri Lu...
Arab Saudi salahkan Iran atas serangan terhadap tanker
Minggu, 16 Juni 2019 - 13:36 WIB
Elshinta.com - Putra Mahkota Arab Saudi menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanke...
Indonesia suarakan solidaritas terhadap pekerja Palestina dalam pertemuan ILO
Sabtu, 15 Juni 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Presiden Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Mohammad Syaiful Bahri Anshori ...
Emas naik setelah pasar saham AS melemah
Kamis, 13 Juni 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih t...
Harga emas naik tipis ditopang penurunan di pasar ekuitas AS
Rabu, 12 Juni 2019 - 09:34 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada...
Dolar melemah di tengah data ekonomi AS yang tak memuaskan
Rabu, 12 Juni 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir ...
Keluarga anggota ISIS asal Prancis di Suriah dipulangkan ke negaranya
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:36 WIB
Elshinta.com - Keluarga dari seorang pria asal Prancis yang berperang di Suriah tiba di negaran...
China: Kami akan balas jika AS lakukan eskalasi perang dagang
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - China akan menanggapi dengan tegas jika Amerika Serikat bersikeras memperkeruh k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once