Rusia akan terapkan sanksi denda bagi atlet yang terbukti doping
Elshinta
Jumat, 12 April 2019 - 07:56 WIB |
Rusia akan terapkan sanksi denda bagi atlet yang terbukti doping
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2X5GiVC

Elshinta.com - Parlemen Rusia pada Kamis (11/4) menyetujui rancangan undang-undang yang akan menerapkan sanksi hukuman denda sampai 50.000 ruble (Rp10,9 juta) kepada atlet yang terbukti menggunakan doping.

Rusia diguncang oleh hukuman larangan bertanding terhadap berbagai cabang olahraga di arena internasional dalam beberapa tahun terakhir setelah ditemukan bukti yang menunjukkan penggunaan doping yang didukung pemerintah di cabang atletik dan beberapa cabang olahraga lain.

Amandemen yang menyarankan denda antara 30.000 sampai 50.000 rubel untuk penggunaan doping, masih harus disetujui oleh majelis tinggi parlemen dan ditanda tangani Presiden Vladimir Putin sebelum disahkan sebagai undang-undang.

Perundang-undangan Rusia akan mempertimbangkan bahwa pelatih dan staf medis yang memaksa atlet untuk menggunakan doping merupakan sebuah kejahatan, meski pendapat tersebut belum menjadi undang-undang.

Sejauh ini, tidak ada undang-undang di Rusia yang menghukum atlet untuk kasus penggunaan doping, dikutip Antara.

Badan anti-doping Rusia (RUSADA) dan federasi atletik Rusia dicabut keanggotaannya pada 2015 setelah sebuah laporan yang dikeluarkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menemukan bukti pengunaan doping di cabang atletik yang mendapat dukungan dari pemerintah.

Pemerintah Rusia membantah keras laporan tersebut, tapi mengakui bahwa beberapa pejabat senior terlibat dalam penyediaan jenis doping untuk atlet, mencampuri prosedur anti-doping atau menutup-tutupi hasil positif test.

Keanggotaan RUSADA dipulihkan oleh WADA tahun lalu, sebuah keputusan yang disambut protes federasi olahraga dan atlet di seluruh dunia, namun Federasi Atletik Rusia sampai saat ini masih dikenai hukuman skorsing oleh IAAF, federasi atletik internasional.

Meski federasi atletik Rusia masih dalam status dihukum skorsing, namun beberapa atlet mereka, termasuk juara dunia dua kali lompat tinggi putri Maria Lasitskene dan juara dunia 2015 lari gawang Sergey Shubenko, sudah diperboleh untuk mengikuti event internasional setelah berhasil membuktikan bahwa mereka selama ini berlatih di lingkungan yang bersih dari doping.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Inggris kecam kekerasan di Hong Kong, desak dialog
Rabu, 14 Agustus 2019 - 12:26 WIB
Elshinta.com - Inggris pada Selasa mengecam aksi kekerasan di Hong Kong dan mendesak suatu dialog ...
Inggris akan tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober
Selasa, 30 Juli 2019 - 08:21 WIB
Elshinta.com - Inggris sedang mempercepat persiapan Brexit (pemisahan Inggris dari Uni Eropa/EU) dan...
PM Inggris kemukakan posisinya di brexit pada PM Macron
Sabtu, 27 Juli 2019 - 06:40 WIB
Elshinta.com - Perdana Menteri baru Inggris Boris Johnson berbicara dengan Presiden Pranci...
Kapal perang Inggris akan beri pengawalan di Selat Hormuz
Jumat, 26 Juli 2019 - 10:07 WIB
Elshinta.com - Keputusan Inggris untuk mengerahkan kapal perang guna mendampingi kapal &nb...
Tali pengikat putus, pelompat bungee jatuh dari ketinggian 100 meter. Bagaimana nasibnya?
Rabu, 24 Juli 2019 - 04:12 WIB
Elshinta.com - Seorang pelompat bungee menderita cedera tulang belakang yang cukup parah setela...
1.000 petugas pemadam dikerahkan atasi kebakaran hutan
Selasa, 23 Juli 2019 - 01:11 WIB
Elshinta.com - Lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran terus berupaya menangani kebakaran hu...
Ini foto terbaru Pangeran George di hari ulang tahunnya yang keenam
Selasa, 23 Juli 2019 - 00:10 WIB
Elshinta.com - Foto-foto terbaru dari Pangeran George dengan wajah berseri dan mengenakan kaos ...
Penumpang didenda Rp1,4 miliar karena coba buka pintu pesawat di udara
Sabtu, 20 Juli 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Seorang penumpang yang tidak mematuhi peraturan penerbangan didenda 105.000...
Sembilan orang tewas saat pesawat penerjun payung jatuh di Swedia
Senin, 15 Juli 2019 - 16:05 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Swedia pada Minggu (14/7) waktu setempat menyatakan sembila...
Prancis, Inggris, Jerman sebut kesepakatan nuklir berisiko kandas
Senin, 15 Juli 2019 - 13:27 WIB
Elshinta.com - Prancis, Inggris dan juga Jerman pada Minggu mengatakan disibukkan oleh pen...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once