Mendagri: Deteksi politik uang dan gerakan serangan fajar, lawan bersama
Jumat, 12 April 2019 - 08:58 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Mendagri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2UuzAvo

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta Tim Pemantauan Pemilu mendeteksi serangan fajar yang mungkin terjadi di hari yang mendekati waktu pencoblosan surat suara pada Pemilu Serentak 2019. 

Hal itu dikatakan Mendagri saat memberikan pembekalan pada Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Pemantau Pemilu Serentak tahun 2019, di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis (11/04).

“Gerakan serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena ini merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya yang dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,” tegas Tjahjo, seperti diinformasikan melalui laman resmi Kemendagri.

Racun demokrasi merupakan istilah yang kerap digaungkan Tjahjo sebagai bentuk perlawanan dan pelabelan negatif atas hal-hal yang dapat mengganggu terselenggaranya proses demokrasi melalui Pemilu Serentak 2019 serta dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Racun atau virus tersebut adalah hoaks, fitnah, kampanye yang berujar kebencian, kampanye dengan menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA, serta politik uang atau yang dikenal dengan serangan fajar yang kerap terjadi di masa mendekati waktu pencoblosan surat suara.

Dalam kesempatan yang sama, Tjahjo juga mengkritisi masa kampanye yang dinilai terlalu lama sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dan serius agar tidak ada hal-hal yang dapat mencederai proses demokrasi.

“Jadwal kampanye yang cukup panjang ini saya harap bisa dibahas dan dievaluasi ke depan agar Pemilu 2024 bisa lebih efektif, efisien untuk mewujudkan sistem Presidensil dan terpilih pemimpin yang amanah,” pungkas Mendagri. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 21:24 WIB
Elshinta.com - Kapolres Majalengka AKBP Mariyono, S.I.K, M.Si monitoring rapat p...
Sabtu, 20 April 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) mencatat sebanyak 1.534 TPS di seluruh w...
Sabtu, 20 April 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara tengah mendalami dugaan pelanggar...
Sabtu, 20 April 2019 - 18:52 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo meyakinkan para pelaku usaha dan investor bahwa Indone...
Sabtu, 20 April 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) berencana mengevaluasi si...
Sabtu, 20 April 2019 - 18:19 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa informasi hasil ...
Sabtu, 20 April 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Polres Langkat, Kodim 0203/Langkat serta sejumlah tokoh lintas agama di Kab...
Sabtu, 20 April 2019 - 16:51 WIB
Elshinta.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) segera menyidangkan kasus pela...
Sabtu, 20 April 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat menyatakan telah menetapkan me...
Sabtu, 20 April 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau meminta pemungutan suara ulan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)