Kematian pelajar Indonesia di China dalam penyelidikan
Elshinta
Jumat, 12 April 2019 - 09:53 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
Kematian pelajar Indonesia di China dalam penyelidikan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SuguAm

Elshinta.com - Kematian seorang pelajar asal Indonesia di China sampai saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat, menurut pernyataan Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Kamis (11/4) malam.

"Dari komunikasi dengan pihak keluarga disampaikan bahwa selesai proses penyelidikan jenazah oleh pihak kepolisian yang saat ini masih berjalan, pihak keluarga akan mengkremasi jenazah dan kemudian abunya akan dibawa pulang ke Medan," kata pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KJRI Shanghai Muhammad Arifin.

KJRI sedang menyiapkan beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, terkait proses penerbitan notifikasi hasil autopsi, seperti yang diminta oleh pihak kepolisian setempat sebelum jenazah Richard Son bisa diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dikremasi.

"KJRI akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian setempat sampai dengan proses akhir dan kepulangan keluarga ke Tanah Air," ujarnya, dikutip Antara.

Arifin menjelaskan bahwa pada Sabtu (7/4) pihaknya mendapatkan laporan soal seorang pria yang hilang. Pria tersebut berstatus pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu.

Sebelumnya, pesan berantai di media sosial Wechat yang menyebutkan bahwa korban hilang sejak Kamis (4/4) malam.

Setelah mendapatkan informasi itu, KJRI menghubungi pihak kepolisian di Provinsi Jiangsu. Kemudian pada Selasa (9/4) pagi, KJRI mendapatkan informasi melalui telepon dari pihak kantor Kepolisian Distrik Yonganqiao, Suzhou, terkait penemuan jasad laki-laki di sungai Xietang yang berhulu di Danau Dushu, Kota Suzhou.

Korban berusia 22 tahun itu teridentifikasi dengan nama Richard Son, berdasarkan keterangan pada KTP yang ditemukan di tubuh jenazah.

KJRI langsung menghubungi pihak keluarga korban di Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga memutuskan untuk segera berangkat dari Medan menuju Suzhou melalui Shanghai.

Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab kematian pelajar Indonesia tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Fadlan Muzakki menyatakan prihatin dengan pesan berantai di Wechat, yang menyebutkan bahwa sebagian anggota tubuh korban hilang saat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. "Kasus itu tidak terkait adanya usaha pembunuhan dengan pengambilan motif pengambilan organ tubuh korban," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Botol berisi catatan 50 tahun lalu ditemukan bocah saat memancing ikan
Sabtu, 20 Juli 2019 - 04:12 WIB
Elshinta.com - Sebuah pesan yang diyakini telah ditulis oleh seorang anak Inggris 50 tahun sila...
Aksi Juan cium buaya liar untuk hibur wisatawan
Sabtu, 20 Juli 2019 - 03:13 WIB
Elshinta.com - Jangan ditiru aksi Juan Cerdas jika tak biasa atau memiliki keahlian. Bagaimana ...
Saat cukur rambut, pria ini ditikam orang tak dikenal 
Sabtu, 20 Juli 2019 - 02:11 WIB
Elshinta.com - Seorang pria yang tengah memangkas rambutnya di sebuat barber shop di New York, ...
Ajang balap mobil jalanan berujung petaka 
Sabtu, 20 Juli 2019 - 01:14 WIB
Elshinta.com - Tujuh belas orang terluka dan beberapa di antaranya mengalami luka serius, ...
Bom meledak dekat Universitas Kabul, 8 orang tewas
Sabtu, 20 Juli 2019 - 00:12 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya delapan orang tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka pada Juma...
Makanan jemaah diperiksa dua kali, demi kelayakan
Jumat, 19 Juli 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pengawasan katering untuk jemaah calon haji dilakukan secara ketat untuk menjami...
Jemaah calon haji diharapkan kenali tiga terminal di sekitar Masjidil Haram
Jumat, 19 Juli 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Jemaah calon haji asal Indonesia diimbau untuk mengenali tiga terminal di sekita...
Emas terus meningkat di tengah melemahnya dolar AS dan ketegangan Teluk
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:34 WIB
Elshinta.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang k...
Dolar AS melemah tertekan data ekonomi suram
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:05 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lai...
82.928 jemaah dan petugas telah tiba di Arab Saudi, 7 jemaah wafat
Jumat, 19 Juli 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once