Gempa Banggai Teluk Tolo dipicu sesar aktif
Sabtu, 13 April 2019 - 06:20 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Suasana pascagempa M 6,9 di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Sumber foto: http://bit.ly/2UyEQON

Elshinta.com - Gempa dengan magnitudo (M) 6,9 yang terjadi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Jumat (12/4), pukul 18.40 WIB, jika dilihat dari episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

"Ada dugaan bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timur laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (13/4).

Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar sebesar 1,0 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum yang mencapai M 6,9.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip). Dugaan ini didasarakan pada alasan bahwa lokasi episenter terletak pada kelurusan Sesar Peleng yang menerus ke laut dan sumber gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar menganan (dextral).

Sebelumnya, hingga Jumat (12/4) pukul 23.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadinya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 43 kali dengan kekuatan paling besar, yakni M 5,6 dan terkecil M 3,4.

Daryono menjelaskan, wilayah Kepulauan Banggai berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Secara tektonik di wilayah tersebut terdapat beberapa sesar aktif, seperti Sesar Naik Batui, Sesar Balantak, Sesar Ambelang, dan Sesar Peleng.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 19 Mei 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang  Kabupaten Sumba Barat...
Minggu, 19 Mei 2019 - 08:15 WIB
Elshinta.com - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 18:41 WIB
Elshinta.com - Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya mengembalikan keceriaan kepada anak p...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 10:40 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi dengan magnitudo 5,9 Sdi wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, tepatn...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 06:44 WIB
Elshinta.com - Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali meletus pada Sabtu (18/5) puk...
Kamis, 16 Mei 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 16 Mei 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 196 unit rumah warga di Kecamatan Moa, Letti dan Lakor Kabupaten...
Rabu, 15 Mei 2019 - 16:45 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika...
Rabu, 15 Mei 2019 - 14:19 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten menetapk...
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Struktur tanah yang labil serta hujan deras yang terus-menerus mengakibatka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once