Brunei nyatakan hukuman mati bagi pelaku LGBT sebagai bentuk pencegahan
Sabtu, 13 April 2019 - 06:59 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. Sumber foto: http://bit.ly/2v15Irp

Elshinta.com - Brunei Darussalam mengatakan penerapan undang-undang baru berupa hukuman mati bagi pelaku LGBT dirancang sebagai tindakan pencegahan, sebagai tanggapan atas kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap langkah tersebut.

PBB mengatakan negara bekas perwalian Inggris yang mayoritas warganya Muslim itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) pada 3 April dengan menerapkan hukum Islam untuk menindak pelaku sodomi, zinah dan pemerkosaan dengan hukuman mati, termasuk pelaksanaan hukum rajam dan potong tangan bagi pencuri.

Sementara, Menteri kedua Urusan Kuar Negeri Brunei, Erywan Yusof, membela undang-undang baru itu dalam surat ke PBB dengan menyatakan bahwa langkah tersebut lebih bersifat pencegahan ketimbang penghukuman.

"Ini ditujukan untuk mendidik, menghalangi, merehabilitasi serta memelihara ketimbang menghukum." kata Yusof dalam suratnya ke PBB, sebagaimana dihimpun Antara dari Reuters.

Meski demikian, dalam surat tersebut Yusof juga menegaskan bahwa delik tersebut tidak akan diterapkan bagi non-Muslim di Brunei, yang menarik perhatian media sejak pengumuman penerapan hukum Syariah pada Maret.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 20 Mei 2019 - 14:44 WIB
Elshinta.com - Bank sentral Tiongkok (PBOC) telah memperingatkan dalam sebuah laporan bahw...
Senin, 20 Mei 2019 - 13:11 WIB
Elshinta.com - Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada Minggu (19/5) waktu setempat...
Jumat, 17 Mei 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Palestina berharap agar Indonesia dalam masa jabatan sebagai pre...
Jumat, 17 Mei 2019 - 07:39 WIB
Elshinta.com - Induk BUMN pertambangan PT Inalum berupaya menjajaki peluang kerja sama dengan i...
Jumat, 17 Mei 2019 - 07:28 WIB
Elshinta.com - Filipina menarik diplomat-diplomat senior dari Kanada setelah Ottawa tidak memen...
Rabu, 15 Mei 2019 - 11:06 WIB
Elshinta.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa mengatakan Teher...
Selasa, 14 Mei 2019 - 13:42 WIB
Elshinta.com - Bom rakitan yang dipasang di sepeda motor dan menargetkan kendaraan milik k...
Senin, 13 Mei 2019 - 12:23 WIB
Elshinta.com - Perusahaan penerbangan dan seorang pejabat menuturkan, seorang pilot Myanma...
Senin, 13 Mei 2019 - 07:23 WIB
Elshinta.com - Pengadilan Mesir pada Minggu (12/5) waktu setempat memvonis mati dua pria d...
Sabtu, 11 Mei 2019 - 08:34 WIB
Elshinta.com - Komandan tentara Sri Lanka Mahesh Senanayake mengatakan ancaman serangan militan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once