Survei Indometer: Elektabilitas partai nasionalis alami peningkatan
Elshinta
Sabtu, 13 April 2019 - 21:33 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Survei Indometer: Elektabilitas partai nasionalis alami peningkatan
Survei Indometer. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Politik kontemporer di Indonesia diwarnai dengan kebangkitan populisme Islam. Sejak gelombang reformasi, perda-perda syariah diberlakukan di berbagai daerah. Warna Islam semakin menguat dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tetapi apakah partai-partai Islam berhasil menguasai perpolitikan dalam kontestasi dengan partai-partai nasionalis?

Kenyataannya, pada Pemilu 2014 saja hanya PKB yang mampu menembus posisi lima besar. PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat menjadi juara saat itu. Partai-partai berbasiskan Islam seperti PKS, PAN, dan PPP hanya mampu menempati posisi papan tengah. Terakhir PBB yang mengklaim sebagai pewaris semangat Masyumi gagal meraih kursi di parlemen.

“Partai-partai nasionalis cenderung mengalami peningkatan dibanding partai-partai berbasis Islam,” ungkap Direktur Eksekutif Indometer (Barometer Politik Indonesia) Leonard Sb di Jakarta dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (13/4).

Temuan survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP naik (25,5 persen), demikian pula dengan Gerindra (14,8 persen). Hanya Demokrat yang turun elektabilitasnya (5,9 persen).

Di antara partai berbasis Islam, PKB mengalami kenaikan (9,2 persen) dan mempertahankan posisi di lima besar. Pada papan tengah, hanya PKS yang naik elektabilitasnya (3,9 persen). PAN turun elektabilitasnya (3,4 persen), begitu pula dengan PPP (3,3 persen). PBB tetap berada pada papan bawah (0,8 persen) dan diprediksi kembali gagal melenggang ke Senayan.

Partai-partai nasionalis lainnya menempati posisi papan tengah, seperti Nasdem (4,3 persen) dan Partai Solidaritas Indonesia (3,8 persen). Lalu ada Perindo (2,0 persen) dan Hanura (1,2 persen). Sisanya terlempar ke papan bawah, yaitu PKPI (0,7 persen), Berkarya (0,6 persen), dan Garuda (0,1 persen). Seperti halnya PBB, partai-partai ini pun sulit untuk dapat lolos ambang batas parlemen.

Dalam peta pemilihan presiden (Pilpres), tokoh-tokoh nasionalis menempati posisi kunci sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Hanya Jokowi yang didampingi oleh ulama NU Kyai Ma’ruf Amin, sedangkan Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno dibanding tokoh-tokoh Islam yang pernah diusulkan dalam ijtima ulama.

“Pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma’ruf sebagai kombinasi nasionalis dan relijius (Islam) unggul dengan elektabilitas 55,6 persen,” lanjut Leonard. Prabowo-Sandi tertinggal dengan raihan elektabilitas 32,9 persen. Menariknya, Jokowi justru kerap menjadi korban serangan hoaks anti-Islam. Sebaliknya dengan Prabowo yang dituduh mengakomodasi kepentingan kelompok-kelompok pengusung ideologi khilafah.

Survei Indometer (Barometer Politik Indonesia) dilakukan pada 26 Maret–2 April 2019, dengan jumlah responden 1280 orang mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan secara acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error ±2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kadus Pantai Gadung tegaskan tidak ada pemotongan BST
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:58 WIB
Sebanyak 38 warga Dusun Pantai Gadung Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, menerim...
Ini daftar 25 kabupaten/kota yang dijaga TNI-Polri menuju `normal baru`
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengerahkan pasukan TNI dan Polri ke 1.800 titik di empat provinsi dan...
Penambahan kasus baru pasien COVID-19 di Jatim menurun 
Selasa, 26 Mei 2020 - 21:11 WIB
Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur mencatat penambahan kasus baru pa...
 Bawa mobil laboratorium, BIN gelar rapid dan swab test di Stasiun Bekasi
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:55 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) terus bergerak membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-1...
Tim Gugus Tugas Covid-19 lakukan rapid test pada Forkopimda
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:45 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, Jawa Barat menyebutkan telah melaku...
Pengamat: Disiplin kunci kurva COVID-19 turun dan siap ke normal baru
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:38 WIB
Ketua Bidang Mobilitas dan Sebaran Penduduk Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Chotib ...
Ganjar imbau masyarakat taati larangan ke Jakarta pascalebaran
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:27 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat Jateng agar menaati larangan ke Ja...
Korlantas dirikan 116 pos penyekatan cegah pemudik balik Jakarta
Selasa, 26 Mei 2020 - 20:12 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan sebanyak 116 pos penyekatan disiapkan dalam Operasi K...
Danrem 101/Antasari gelar halalbihalal bersama anggota Korem 101/Antasari.
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:46 WIB
Komandan Korem 101/Antasari Kolonel lnf Firmansyah melaksanakan halalbihalal bersama anggota Korem ...
 Ini klarifikasi IPDN terhadap pelaksanaan makan siang Praja IPDN
Selasa, 26 Mei 2020 - 19:37 WIB
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan makan siang pr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV