Pengadilan Tinggi Pekanbaru anulir hukuman mati terpidana narkoba
Rabu, 17 April 2019 - 07:51 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: elshinta.com

Elshinta.com - Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengabulkan upaya banding tiga terpidana mati kasus penyelundupan 55 kilogram sabu-sabu dan 46.000 ekstasi di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau menjadi hukum penjara seumur hidup.

"Majelis hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru mengabulkan permohonan banding kami menjadi pidana seumur hidup. Kami bersyukur dan mengapresiasi putusan hakim," kata penasehat hukum Farizal SH dihubungi Antara dari Pekanbaru, Rabu (17/4).

Juliar (22), Dedi Purwanto (31) dan Andi Syahputra (26) sebelumnya divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis pada awal Januari 2019 lalu. Ketiganya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Vonis yang dibacakan hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis sehingga JPU langsung menyatakan menerima putusan tersebut.

Namun, penasehat hukum mencatat sejumlah kejanggalan dalam putusan tersebut. Diantaranya ketidakhadiran saksi kunci selama persidangan berlangsung. Saksi kunci tersebut seharusnya menjadi pintu untuk membuka kasus itu secara gamblang.

Untuk itu, dia mengatakan ketiga terpidana melalui penasehat hukum Farizal SH dan Helmi Syafrizal SH melakukan upaya banding. Berdasarkan petikan putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, 2 April 2019, ketua majelis hakim Mulyanto dan hakim anggota Dolman Sinaga serta Tahan Simamora menerima permintaan banding.

"Memperbaiki putusan Pengadilan Negeri Bengkalis Nomor 523/Pid.sus/2018/PN Bengkalis tanggal 17 Januari 2019," berikut kutipan putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Lebih jauh, Farizal mengatakan pihaknya memiliki waktu 14 hari untuk menyatakan sikap pasca putusan tersebut. Dia menuturkan siap untuk menghadapi proses hukum jika nantinya akan ada upaya kasasi pasca putusan tersebut.

"Karena ini menyangkut nasib terdakwa dan pemenuhan rasa keadilan bagi terdakwa, kami harus mempersiapkan secara matang menghadapi upaya selanjutnya," tuturnya didampingi Helmi.

Perkara yang menjerat ketiga terpidana itu diungkap oleh jajaran Polsek Bengkalis Kota, Kabupaten Bengkalis pada Mei 2018 silam. Pengungkapan itu merupakan pengungkapan narkoba dengan barang bukti terbesar sepanjang 2018 lalu.

Seluruh narkoba tersebut ditangkap Polisi di Pelabuhan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis, yang diduga kuat berasal dari negeri jiran Malaysia. Namun, Polisi berhasil menggagalkan upaya pengiriman sabu-sabu yang rencananya akan dibawa ke Kota Pekanbaru tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:24 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mende...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 12:37 WIB
Elshinta.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara (Malut) menemukan ad...
Sabtu, 25 Mei 2019 - 06:56 WIB
Elshinta.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Rakyat (PAN) Amien Rais yang diperiksa...
Jumat, 24 Mei 2019 - 16:26 WIB
Elshinta.com - Tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy alia...
Jumat, 24 Mei 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Tersangka kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tah...
Jumat, 24 Mei 2019 - 12:38 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan agar aparat Kepolisian segera menindak teg...
Jumat, 24 Mei 2019 - 10:47 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, ...
Kamis, 23 Mei 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan temuan yang menonjol terkait...
Kamis, 23 Mei 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, KPK memeriksa lagi Menteri Agam...
Kamis, 23 Mei 2019 - 15:58 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tersangka Romahurmuziy alias Rom...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung