Pilpres, masyarakat harus sabar dan tunggu hitungan resmi KPU
Elshinta
Rabu, 17 April 2019 - 21:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pilpres, masyarakat harus sabar dan tunggu hitungan resmi KPU
Tim Bravo 5. Foto: istimewa/elshinta.

Elshinta.com - Tim pemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Bravo 5, meminta masyarakat agar bisa bersabar menunggu hitungan resmi pemungutan suara pada Pemilu 2019. Sejumlah lembaga survei sejauh ini menyigi Jokowi-Ma'ruf menang dalam hitung cepat.

Ketua Umum Bravo 5, Jenderal (Purn) Fachrul Rozi, mengimbau pendukung pasangan nomor urut 01 itu untuk melupakan kompetisi yang cukup panas.
 
"Saatnya kita bekerja keras untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia," kata Fachrul di Kantor Sekretariat Bravo 5 di Jalan Maluku, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).
 
Usai pemilu ini Bravo 5 mengampanyekan kode 03 sebagai tanda persatuan Indonesia merujuk pada sila ketiga Pancasila. "Tidak ada lagi teriakan 01 atau 02. Yang ada adalah teriakan 03, persatuan Indonesia," ujarnya.
 
Bravo 5 juga tetap menghormati hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang dirilis dua jam setelah pemungutan suara usai. Sebagian besar menyigi Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan rata-rata 54 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekitar 45 persen.
 
“Kita mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin. Meskipun belum resmi, namun tidak terbantahkan lagi telah mendapatkan kepercayaan rakyat untuk memimpin bangsa ini periode 2019-2024,” ujar Fachrul.
 
Facrul juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo-Sandiaga yang turut meramaikan pesta demokrasi ini. Bravo 5 juga mengapresiasi kerja penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden harus tempatkan orang profesional sebagai menteri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pengamat ekonomi dari Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo berharap Presiden J...
Usai pelantikan, 5 negara kirim utusan khusus temui Jokowi
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:41 WIB
Elshinta.com - Lima negara sahabat mengirimkan utusan khusus untuk menemui Presiden RI Jok...
Ketua MPR: Perlu antisipasi masa depan bangsa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:29 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi ma...
Syaikh Abdullah diharapkan mencerahkan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:50 WIB
Elshinta.com - Majelis Hikmah Alawiyah sangat terhormat mendapatkan kunjungan dari salah s...
Pelantikan Presiden lancar, Jokowi apresiasi TNI dan Polri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasih kepada para personel TN...
Bamsoet: Masyarakat rasakan manfaat dana desa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:40 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan selama lima tahun terakhir anggara...
TNI ajari makna Pancasila kepada siswa SDN Cisaat
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Warga menilai bahwa kebersamaannya dengan TNI pada TMMD 106 adalah pekerjaan berat sa...
Jokowi ingin RI tidak terjebak rutinitas-monoton
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia harus te...
Hutan terbakar, pendakian Gunung Rinjani ditutup
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup jalur pendakian Gunung ...
Presiden bakal pangkas jumlah eselon jadi dua level
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa penyederhanaan birokrasi har...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV