Nelayan Cilacap tidak melaut akibat tinggi gelombang
Elshinta
Kamis, 18 April 2019 - 15:47 WIB |
Nelayan Cilacap tidak melaut akibat tinggi gelombang
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2vciiUE

Elshinta.com - Ribuan nelayan di Kabupaten Cilacap tidak melaut karena gelombang tinggi di Samudra Hindia, selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mencapai enam meter, kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono.

"Mayoritas nelayan tidak melaut karena menggunakan perahu berukuran kecil. Nelayan-nelayan dengan kapal berukuran lebih dari 10 GT (Gross Tonage) yang sudah di tengah laut berusaha berlindung di tempat aman, sedangkan yang masih di Cilacap tidak berani melaut," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (18/4).

Menurut dia, jumlah kapal berukuran di atas 10 GT yang sudah berangkat melaut dan berlindung di tempat aman sekitar 100 unit, sedangkan yang tidak berangkat melaut sekitar 200 unit termasuk yang berukuran 5-10 GT. Sementara untuk kapal-kapal berukuran kurang dari 5 GT atau kapal kecil yang tidak melaut sekitar 5.000 unit.

Selain karena ada gelombang tinggi, kata dia, arus airnya sangat kencang dan saat sekarang sedang pasang. "Ketika airnya surut, biasanya akan terjadi gelombang tinggi karena adanya daya tarik," kata Sarjono.

Dikutip Antara, ia mengakui nelayan tidak melaut bukan semata-mata karena gelombang tinggi, namun juga saat ini sedang masa paceklik sehingga tidak banyak ikan yang dapat ditangkap.

Dia memperkirakan perairan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta  dalam waktu dekat akan segera memasuki musim angin timuran sehingga diharapkan berbagai jenis ikan kembali keluar agar dapat ditangkap oleh nelayan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Belum terapkan normal baru, Kabupaten Bogor kembali perpanjang PSBB
Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:52 WIB
Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum menerapkan kenormalan baru atau new normal, dan memilih untuk ikut...
Pemkot Bandung perpanjang PSBB secara proposional sampai 12 Juni
Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:41 WIB
Pemerintah Kota Bandung memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara prop...
Gubernur DIY perpanjang kegiatan belajar dari rumah hingga 26 Juni
Sabtu, 30 Mei 2020 - 08:12 WIB
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerbitkan surat edaran berisi per...
Anies sebut 50 persen tunjangan ASN dipakai untuk penanganan COVID-19
Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sebanyak 50 persen tunjangan kinerja daerah (TKD) bag...
BIN gelar rapid test di Surabaya, 230 orang reaktif
Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:23 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test COVID-19 massal di Gedung Siola, Tunjungan, Suraba...
Korlantas kedepankan pendekatan humanis di masa normal baru
Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:11 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan para polisi lalu lintas akan tetap menge...
Kemendes akan beri sanksi desa terdampak yang tidak salurkan BLT
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:52 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengatakan akan mem...
Wapres sebut produktivitas jadi tantangan di era normal baru
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:39 WIB
Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan peningkatan produktivitas menjadi tantangan tersendiri di era ...
Masyarakat diminta mewaspadai gelombang tinggi di Samudra Hindia
Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:12 WIB
Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) meminta masyarakat untuk mewaspadai...
Satgas COVID-19 DPR minta Kemenkes buat protokol kesehatan tiap sektor
Jumat, 29 Mei 2020 - 20:46 WIB
Satuan Tugas COVID-19 DPR RI meminta Kementerian Kesehatan agar ke depannya membuat protokol kesehat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV