Polisi belum tetapkan DS sebagai tersangka
Elshinta
Sabtu, 20 April 2019 - 08:16 WIB |
Polisi belum tetapkan DS sebagai tersangka
Mobil Toyota Camry yang dikendarai DS. Sumber foto: https://bit.ly/2Go0xqU

Elshinta.com - DS (36), pelaku kecelakaan lalu lintas yang menabrak satu mobil Mercy dan empat sepeda motor di Jalan Rasuna Said, Jalan Dr Saharjo hingga Jalan Minangkabau, Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (18/4) malam, belum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian.

"Sampai saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (19/4).

Kendati demikian, Nasir mengindikasikan DS yang berprofesi sebagai pengacara, cepat atau lambat akan menjadi tersangka dengan pertimbangan dia merupakan pelaku dalam kecelakaan. "Kalau kecelakaan itu, kan antara korban dan si penabrak, masa korban jadi tersangka, gitu aja," ujar dia.

DS yang mengendarai Toyota Camry B 1185 TOD mulanya menabrak sebuah Mercy di Jalan Rasuna Said. Setelah itu, DS melanjutkan perjalanan dan menabrak empat sepeda motor dalam perjalanannya hingga akhirnya tersangkut di trotoar dan menabrak pagar sebuah bangunan di Jalan Minangkabau, Setia Budi, Jakarta Selatan.

Akibat perbuatannya, mobil pelaku sempat akan dibakar massa dan pelaku yang sudah babak belur sempat akan dihakimi oleh massa yang sebagian besar merupakan pengemudi ojek daring, meski bisa dicegah warga sekitar serta petugas TNI dan Polri yang sudah ada di lokasi.

Atas perbuatannya, DS dikenakan Pasal 312 juncto pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman 10 tahun kurungan badan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
UAS resmi dilaporkan ke Polda NTT kasus dugaan penistaan agama
Senin, 19 Agustus 2019 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Organisasi massa (ormas) di Kota Kupang yang menamakan diri Brigade Meo resmi melap...
GMPB: Polisi harus cepat proses laporan Kemenkeu soal `pencurian` tanah
Senin, 19 Agustus 2019 - 18:10 WIB
Elshinta.com - Koordinator Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa (GMPB) Umar Handum Moni, mempertanyakan...
Polres Cirebon sita miras berbagai jenis dari empat lokasi
Senin, 19 Agustus 2019 - 17:58 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon, Jawa Barat menyita miras berbagai jenis dari...
KPK panggil Sekda Pemprov Kepri
Senin, 19 Agustus 2019 - 15:26 WIB
Elshinta.com - Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menagtakan, KPK memanggil Sekda Pemprov Kepulauan Ria...
Tiga saksi terkait TPPU Emirsyah Satar dipanggil KPK
Senin, 19 Agustus 2019 - 12:21 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi dalam penyidikan kasus tind...
Polisi telah ajukan asesmen rehabilitasi artis Rio Reifan
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 09:40 WIB
Elshinta.com - Pihak Kepolisian dari Polda Metro Jaya telah mengajukan asesmen rehabilitasi untuk ...
Polda Metro Jaya buru pemasok sabu Rio Reifan
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 07:27 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya saat ini tengah memburu pemasok narkoba berinisial B yang diketahu...
KMP desak Kejagung usut tuntas dugaan SPPD dan Bimtek Fiktif di DPRD Purwakarta
Jumat, 16 Agustus 2019 - 11:02 WIB
Elshinta.com - Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) mendatangi kantor Kejasaan Agung (Kejagung), R...
Bawa burung dilindungi, mantan nahkoda dan delapan ABK dihukum delapan bulan penjara
Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:19 WIB
Elshinta.com - Terbukti bersalah membawa puluhan burung yang dilindungi dari Ambon, mantan nahkoda Z...
Suap impor bawang putih, APT2PHI desak KPK periksa Mendag
Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:09 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Menteri Pertanian yaitu Direktorat Jende...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)