Bayi yang dikubur hidup-hidup di Purwakarta akhirnya meninggal dunia
Elshinta
Sabtu, 20 April 2019 - 18:32 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Bayi yang dikubur hidup-hidup di Purwakarta akhirnya meninggal dunia
Sumber Foto: Tita Sopandy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Dian Astriani (4 bulan) bayi yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri di Kampung Pasir Muncang, Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiara Pedes, Purwakarta akhirnya meninggal dunia di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Sabtu (20/4).

Korban sebelumnya telah menjalani perawatan di ruang NICU/ PICU Rsud Bayu Asih Purwakarta hampir tiga pekan lalu, namun jiwanya tidak bisa diselamatkan dan pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB telah meninggal dunia, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandy.

Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta, dr Deni Darmawan mengatakan, korban tidak bisa diselamatkan, meskipun upaya maksimal sudah dilakukan.

Tiga dokter spesialis monitor selama 24 jam, obat-obatan dan peralatan terbaik untuk memompa jantung serta pentilator diberikan kepada korban, akan tetapi korban tidak bisa diselamatkan karena korban pada saat masuk rumah sakit sudah dalam keadaan koma dan kesadaran otaknya sudah terganggu.

Perkembangan kesehatan korban tidak menjadi baik bahkan semakin memburuk, akhirnya korban meninggal dunia di RSUD Bayu Asih Purwakarta pagi tadi.

Perlu diketahui, sebelumnya Dian Astriani berusia 4 bulan warga Kampung Pasir Muncang Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiara Pedes Purwakarta telah dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri yaitu Wartini (38) pada 24 Maret lalu dan diduga mengalami depresi.

Pelaku setelah di periksa oleh psikitri RSUD Bayu Asih Purwakarta, didiagnosa mengalami depresi berat selanjutnya di rujuk ke Rs Hasan Sadikin Bandung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden harus tempatkan orang profesional sebagai menteri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pengamat ekonomi dari Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo berharap Presiden J...
Usai pelantikan, 5 negara kirim utusan khusus temui Jokowi
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:41 WIB
Elshinta.com - Lima negara sahabat mengirimkan utusan khusus untuk menemui Presiden RI Jok...
Ketua MPR: Perlu antisipasi masa depan bangsa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 20:29 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi ma...
Syaikh Abdullah diharapkan mencerahkan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:50 WIB
Elshinta.com - Majelis Hikmah Alawiyah sangat terhormat mendapatkan kunjungan dari salah s...
Pelantikan Presiden lancar, Jokowi apresiasi TNI dan Polri
Minggu, 20 Oktober 2019 - 19:27 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa terima kasih kepada para personel TN...
Bamsoet: Masyarakat rasakan manfaat dana desa
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:40 WIB
Elshinta.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan selama lima tahun terakhir anggara...
TNI ajari makna Pancasila kepada siswa SDN Cisaat
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:13 WIB
Elshinta.com - Warga menilai bahwa kebersamaannya dengan TNI pada TMMD 106 adalah pekerjaan berat sa...
Jokowi ingin RI tidak terjebak rutinitas-monoton
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:49 WIB
Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia harus te...
Hutan terbakar, pendakian Gunung Rinjani ditutup
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menutup jalur pendakian Gunung ...
Presiden bakal pangkas jumlah eselon jadi dua level
Minggu, 20 Oktober 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa penyederhanaan birokrasi har...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV