Kiara: Negara harus lebih akui peran perempuan nelayan
Elshinta
Minggu, 21 April 2019 - 17:38 WIB |
Kiara: Negara harus lebih akui peran perempuan nelayan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2V9A49X

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Perempuan Perikanan (Kiara), Susan Herawati Romica menyatakan, negara harus bisa mengambil berbagai langkah dan kebijakan yang lebih mengakui peran perempuan nelayan di Tanah Air.

"Peran perempuan hari ini masih belum diakui oleh negara," kata Susan Herawati kepada Antara di Jakarta, Minggu (21/4).

Menurut catatan Kiara tentang perempuan nelayan, diketahui mereka bekerja hampir 17 jam dalam sehari dan berkontribusi 48 persen dalam ekonomi keluarga nelayan di berbagai daerah. Selain itu, ujar dia, di dalam kebijakan yang dibuat pada saat ini, tidak disebutkan secara jelas tentang perempuan nelayan.

"Dalam UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, dari 150 ayat lebih, hanya ada satu kata perempuan yang disebutkan," ungkapnya.

Susan mengungkapkan, peran perempuan dalam regulasi perundang-undangan tersebut hanya menyebutkan bahwa peran perempuan berkontribusi dalam rumah tangga nelayan, yang dinilai sebagai bentuk domestifikasi perempuan nelayan.

Lebih lanjut, Susan mengemukakan, hari ini pengakuan perempuan nelayan masih butuh perjuangan karena kebijakan yang ada terkait perikanan dinilai masih belum ramah gender.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kaum perempuan perlu lebih berkontribusi dalam industri manufaktur
Kamis, 24 Juni 2021 - 23:45 WIB
Tetra Pak mengindentifikasi sebuah peluang bagi lebih banyak Wanita untuk bergabung dengan industri ...
Dignity of Srikandi Kartini Edition pertemukan empat tim MLBB Ladies
Selasa, 27 April 2021 - 21:36 WIB
Turnamen esport khusus perempuan Dignity of Srikandi Kartini Edition 2021 resmi digelar, Selasa, yan...
Angeline Fremalco : Kaum Perempuan Jangan Takut Berkarya Untuk Negara
Rabu, 21 April 2021 - 10:44 WIB
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kapuas Hulu Angeline Fremal...
Anggota DPR: Kekerasan berbasis gender online ancaman serius
Rabu, 21 April 2021 - 06:56 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengatakan kekerasan berbasis gender onlin...
Wakil Wali Kota Makassar janji perjuangkan keseteraaan gender
Senin, 08 Maret 2021 - 19:54 WIB
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi Masse berjanji memperjuangkan nasib kaum perempuan melalui...
Peningkatan pemberdayaan perempuan disebut solusi pandemi COVID-19
Senin, 08 Maret 2021 - 14:05 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga mengatakan peningk...
Kowani: Perempuan Indonesia harus merdeka melaksanakan darma
Senin, 08 Maret 2021 - 11:10 WIB
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan perempuan Indonesia ...
Wury Ma`ruf Amin: Setengah kekuatan bangsa ada pada perempuan
Selasa, 22 Desember 2020 - 14:37 WIB
Wury Estu Handayani, Istri Wakil Presiden KH Ma`ruf Amin mengatakan setengah populasi Indonesia adal...
Refleksi PERMAMPU dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi
Jumat, 11 Desember 2020 - 09:11 WIB
Dalam acara perayaan Puncak 16 Hari Aktivisme yang diselenggarakan Konsorsium PERMAMPU secara virtua...
Dari Puteri Indonesia, Anoushka Bhuller jadi Dirut
Kamis, 16 Juli 2020 - 18:40 WIB
dr. Anoushka Bhuller MH peraih gelar Puteri Indonesia Favorit Media Sosial, juga menjabat sebagai D...