Rekomendasi PVMBG terkait aktivitas Gunung Agung
Elshinta
Selasa, 23 April 2019 - 08:11 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Rekomendasi PVMBG terkait aktivitas Gunung Agung
Gunung Agung kembali erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 3.000 m dari puncak kawah, pada Minggu (21/4) pukul 18.56 WITA. Foto via @Sutopo_PN

Elshinta.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menganalisis bahwa Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, masih berpotensi untuk terjadi erupsi baik secara eksplosif (Strombolian-Vulkanian skala kecil) maupun secara efusif (aliran lava kedalam kawah). 

Evaluasi data pemantauan terkini mengindikasikan bahwa potensi untuk terjadinya erupsi besar masih belum teramati. Selain itu, aktivitas Gunung Agung masih berada dalam kondisi yang dinamis dan trend aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu.

PVMBG menjelaskan bahwa ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini berupa lontaran batu/lava pijar di dalam hingga keluar kawah, maupun hujan pasir dan abu yang arah penyebarannya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Lahar hujan dapat terjadi jika terjadi hujan dan membawa material erupsi melalui aliran-aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Agung. Emisi gas vulkanik beracun kemungkinan hanya berada di sekitar area kawah puncak.

Dari data-data tersebut, PVMBG menyimpulkan aktivitas Gunung Agung masih belum stabil dan masih berpotensi terjadi erupsi sehingga disimpulkan tingkat aktivitasnya tetap berada pada Level 3 (Siaga).

Terkait aktivitas Gunung Agung tersebut, PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. 

"Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru," tulis PVMBG dalam siaran pers melalui laman resmi Kementerian ESDM, Senin (22/4). 

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diimbau agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

"Mengingat masih adanya potensi ancaman bahaya abu vulkanik dan mengingat bahwa abu vulkanik dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA) pada manusia, maka diharapkan seluruh masyarakat, utamanya yang bermukim di sekitar Gunung Agung agar senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun pelindung mata sebagai upaya antisipas ipotensi ancaman bahaya abu vulkanik," imbau PVMBG.

Pemerintah daerah, BNPB dan instansi/lembaga terkait lainnya juga diminta agar terus menjaga komunikasi di antara pihak-pihak terkait mitigasi bencana letusan Gunung Agung, sehingga proses diseminasi informasi yang rutin dan cepat dapat terus terselenggara dengan baik.

Seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan juga diminta agar tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung  Agung secara rutin karena data pengamatan dapat secara cepat berubah, sehingga upaya-upaya preventif untuk menjamin keselamatan udara dapat dilakukan.

PVMBG juga meminta seluruh pihak agar tetap menjaga kondusivitas suasana di Pulau Bali, tidak menyebarkan berita bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Agung yang tidak jelas sumbernya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hujan deras, banjir bandang dan tanah longsor terjang Jember
Selasa, 20 Oktober 2020 - 14:00 WIB
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena intensitas hujan yan...
Gempa M 7,5 guncang Alaska, berpotensi tsunami
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:51 WIB
Gempa tektonik mengguncang wilayah Pantai Alaska, Selasa (20/10) pagi, pukul 03.54.41 WIB. Pacific T...
Gempa Magnitudo 5,4 guncang Simeulue NAD 
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:46 WIB
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada Senin (19/1...
BMKG: Terdeteksi 34 hotspot di Sumatera Utara
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:45 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pada Senin terdeteksi sebanyak 34 hotsp...
Komisi VIII DPR dorong percepatan relokasi korban abrasi Tempursari Lumajang 
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:45 WIB
Abrasi Laut Hindia yang menghabiskan tempat tinggal 65 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Karang Menjanga...
11 rumah warga di Penajam Paser Utara kebanjiran
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 15:10 WIB
Sebelas rumah yang dihuni oleh 13 keluarga di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penaj...
Gempa M 5,3 guncang Mukomuko, Bengkulu
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 08:57 WIB
Gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Barat Daya Mukomuko, Bengkulu pada Sabtu (17/10...
Puting beliung landa 3 desa di Barito Kuala, puluhan rumah rusak
Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:54 WIB
Hujan disertai angin puting beliung melanda Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, pad...
Gempa M 5,2 guncang pantai barat Meulaboh Aceh
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:21 WIB
Gempa tektonik dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Samudra Hindia tepatnya di pantai barat Meul...
Longsor Tasikmalaya akibatkan satu korban meninggal dan dua luka ringan
Kamis, 15 Oktober 2020 - 11:06 WIB
Tanah longsor yang disertai banjir yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV