MemoRI 24 April
Lahirnya Dasasila Bandung
Elshinta
Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Lahirnya Dasasila Bandung
Gedung Merdeka saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika. Sumber foto: https://bit.ly/2GCbKoN

Elshinta.com - Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 24 April. Salah satunya pada 24 April 1955, Konferensi Asia Afrika (KAA) ditutup dengan hasil mendukung kedamaian dan kerjasama dunia, tertuang dalam Dasasila Bandung.

Mengutip Wikipedia, Konferensi Asia Afrika, kadang juga disebut Konferensi Bandung, adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India, dan Pakistan, serta dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. 

Konferensi ini berlangsung antara 18 April hingga 24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia, dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika serta melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
 
Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Prancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial Prancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Setelah KAA berlangsung selama enam hari, pada 24 April 1955 akhirnya ditutup. Dari konferensi tersebut, terlahir 10 poin berisi pernyataan mengenai dukungan bagi kerukunan dan kerjasama dunia. Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung.

Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru. Konferensi ini membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961. 

Berikut sepuluh poin deklarasi mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia, dinamakan Dasasila Bandung, yang menggabungkan prinsip-prinsip Piagam PBB diadopsi dengan suara bulat: 

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil
  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain
  5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
  6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain
  7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
  10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional. 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kepulan asap keluar di depan Masjid Istiqlal akibat kabel listrik terbakar
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Kepulan asap sempat keluar di depan Masjid Istiqlal akibat adanya kabel listrik yang ditanam di bawa...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat malam hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:11 WIB
Wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan hingga malam hari.
5 orang terduga perusuh di Jember ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:57 WIB
Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menangkap lima orang yang diduga terlibat kerusuhan saat...
Peringatan dini cuaca Banten siang hingga sore hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:38 WIB
Wilayah Banten berpotensi diguyur hujan pada siang hingga sore hari nanti.
Sepekan menghilang, pencarian tiga anak di Langkat terus dilakukan 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Hilangnya tiga bocah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara hingga kini masih misteri. Namun upaya pen...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat siang hingga jelang sore hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Wilayah Jawa Barat berpeluang diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari ini.
Peringatan dini cuaca Banten siang hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:46 WIB
Wilayah Banten berpotensi diguyur hujan pada siang hari ini.
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:38 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan sepanjang siang hari ini.
25 Oktober 2010, gempa Magnitudo 7,7 guncang Kepulauan Mentawai
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan lepas pantai Sumatera atau Kepulauan Mentawai.
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:46 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga malam hari ini.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV