Kemendikbud: Pemda Tabanan telah respons terkait helipad di subak
Elshinta
Kamis, 25 April 2019 - 13:35 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Kemendikbud: Pemda Tabanan telah respons terkait helipad di subak
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2W5QRro

Elshinta.com - Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadjamuddin Ramly mengatakan, Pemerintah Daerah Tabanan telah merespons surat keberatan dari Kemendikbud terkait landasan untuk helikopter (helipad) yang berada di tengah subak Jatiluwih, Tabanan, Bali.

"Mereka telah mengirimkan balasan, dan saya harap segera ada tindak lanjut dari kejadian tersebut," kata Nadjamuddin di Bali, Rabu (25/4), dikutip Antara.

Dia mengatakan helipad tersebut dibangun untuk membawa tamu-tamu VVIP untuk langsung ke subak Jatiluwih dan sangat disayangkan helipad yang dibangun di tengah warisan dunia pada 2012 tersebut.

Menurut dia pembangunan helipad sebagai sarana dan prasarana itu tidak masalah selama tidak berada di dalam kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Selain itu pembangunannya juga tidak boleh sampai merusak kawasan tersebut.

"Saat kita mengajukan Warisan Dunia, maka UNESCO meminta komitmen Indonesia untuk menjaga dan melestarikannya," ungkap Nadjamuddin.

Dia juga berharap pemerintah daerah serta masyarakat memahami hal tersebut dan bersama-sama ikut menjaga subak. Situs yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia akan terus dievaluasi oleh UNESCO.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dasar Sungai Brantas alami penurunan akibat penambangan liar
Minggu, 16 Juni 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Dasar Sungai Brantas yang membentang mulai Blitar hingga Tulungagung, Jawa ...
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya tanam 6 ribu bibit turi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah akan ...
BPBD Riau sebut karhutla masih jadi perhatian ekstra
Jumat, 14 Juni 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan langkah antisipasi da...
Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Pencemaran udara di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa meningkat dan ter...
Dianggap punah, populasi bulus langka di Sungai Hadipolo masih 13 ekor
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Jumlah bulus (kura-kura) langka yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang a...
Kerap timbulkan banjir, Kementerian PUPR akan bantu revitalisasi Sungai Ampal
Senin, 10 Juni 2019 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Pusat telah berkomitmen mendanai revitalisasi atau pelebaran Sun...
DKP mengaku perburuan hiu marak di Raja Ampat
Sabtu, 08 Juni 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Bar...
DLH Kota Yogyakarta kampanyekan `Lebaran Tanpa Sampah`
Selasa, 04 Juni 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menggencarkan kampanye gerakan Lebar...
Menteri Susi lepas liar 37.000 benih lobster di Banyuwangi
Minggu, 02 Juni 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin pelepasliaran 37.0...
Ketua DPR minta kementerian KLH pulihkan habitat harimau Sumatera
Rabu, 29 Mei 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Akhir-akhir ini muncul masalah tentang Harimau Sumatera (panthera tigris sumatra...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)