Taman Safari siapkan penangkaran khusus Elang Jawa
Elshinta
Minggu, 28 April 2019 - 16:53 WIB |
Taman Safari siapkan penangkaran khusus Elang Jawa
Spesies elang jawa saat dipamerkan ke pengunjung Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Sumber foto: https://bit.ly/2DAfzJk

Elshinta.com - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat, siap mengembangbiakkan sepasang Elang Jawa (Nisaetus  bartelsi) bernama Hanum dan Riska dengan menyiapkan kandang penangkaran khusus untuk spesies yang dianggap identik dengan Burung Garuda tersebut. 

"Awal di sini satu pasang. Tujuh tahun baru bisa berkembangbiak. Tapi kalau bisa menangani dengan teknologi hitech dengan inkubator, kita bisa lebih populasi, persentasenya lebih tinggi," kata Direktur TSI Bogor, Jansen Manansang kepada Antara saat meresmikan kandang perkembangbiakan Elang Jawa di Bogor, Sabtu (27/4).

Pengembangbiakan Elang Jawa dilakukan karena jumlah populasinya terancam punah, sehingga Janseng mengatakan, TSI menggandeng PT Smelting untuk membuat penangkaran elang sebagai program kerja sama konservasi. Ia mengatakan sepakat membangun penangkaran itu karena lokasinya sesuai dengan habitat satwa tersebut.

"Kita desain, sesuai alamiahnya, seperti ketinggian kandangnya. Sehingga kalau dia punya anak, tinggal kita buka kita lepaskan," ujar dia, dikutip Antara.

Jansen mengatakan sebelumnya TSI Bogor sudah beberapa kali berhasil mengembangbiakkan satwa lalu melepasliarkannya ke alam, di antaranya Curik Putih dan Owa Jawa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tetapkan Direktur PT BHL sebagai tersangka
Kamis, 19 September 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Polisi menetapkan Direktur Operasional PT Bumi Hijau Lestari (BHL) berinisial AK seba...
Kepala BNPB: Butuh dukungan semua pihak atasi karhutla
Kamis, 19 September 2019 - 19:04 WIB
Elshinta.com - Instansi pemerintah tidak dapat mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla...
Ibu Negara akan sulap bantaran Sungai Cipakancilan jadi taman
Kamis, 19 September 2019 - 18:17 WIB
Elshinta.com - Setelah menjadi lokasi pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih, Ibu Negara Iriana...
Ibu Negara canangkan Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Bogor
Kamis, 19 September 2019 - 13:37 WIB
Elshinta.com - Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya, da...
Kemarau panjang, Pemkab Muba gelar Salat Istisqa
Rabu, 18 September 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Akibat musim kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan b...
Kurangi asap pekat akibat karhutla dengan hujan buatan
Rabu, 18 September 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - Menyikapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) yang terjadi di Kalimantan Teng...
Pemkot Palangka Raya tetapkan tanggap darurat karhutla
Rabu, 18 September 2019 - 10:58 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menetapkan untuk menaikan status keb...
Kenapa BPBD Riau tolak bantuan DKI Jakarta? Ini alasannya
Rabu, 18 September 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengaku...
Modifikasi cuaca opsi penanganan karhutla, bagaimana caranya?
Selasa, 17 September 2019 - 17:54 WIB
Elshinta.com - Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi faktor yang mengha...
Tinjau lokasi karhutla, Presiden: Kalau sudah kejadian sulit memadamkannya
Selasa, 17 September 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Usai melaksanakan salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan, Presiden Joko Widodo (J...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)