Pengamat akui banyak ketidakwajaran dalam Pilpres 2019
Elshinta
Selasa, 30 April 2019 - 15:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Pengamat akui banyak ketidakwajaran dalam Pilpres 2019
Pilpres 2019. Foto: Ilustrasi/Elshinta.

Elshinta.com - Dugaan indikasi kecurangan yang ditampilkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sistem perhitungan suara (Situng) untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres petahana masih menjadi sorotan publik. Terlebih banyak video dan foto beredar di sosial media yang menunjukkan perbedaan hasil perhitungan antara-masyarakat dengan KPU.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, terbongkarnya kecurangan yang dilakukan oleh lembaga penyelenggara Pemilu tersebut berkat kecanggihan teknologi informasi yang menjadi alternatif penyebaran informasi selain media mainstream.  

“Bukan rahasia lagi telah terjadi banyak ketidakwajaran pada pemilihan umum (pemilu) 2019 ini. Dengan kemajuan teknologi yang sangat progresif, masyarakat dapat memperoleh berita dengan cepat. Terima kasih kepada media sosial khususnya aplikasi Whatsapp yang memungkinkan hal tersebut terjadi,” ujar Anthony dalam keterangan pers, Selasa (30/4).

Ia juga mengungkapkan peristiwa surat suara yang tercoblos beberapa waktu lalu di Malaysia. Menurutnya, hal tersebut merupakan hal yang tidak sewajarnya terjadi. “Lihat saja, video pencoblosan surat suara sebelum jadwal pemilu yang menguntungkan salah satu pasangan calon presiden (paslon) dan calon legislatif (caleg) tertentu dapat beredar begitu cepat di berbagai media sosial,” ungkapnya.

Ironisnya, sambung Anthony, kecurangan Pemilu yang secara nyata terekam dan tersebar di sosial media masih terus terjadi. Bahkan, pelakunya diduga kuat penyelenggara Pemilu itu sendiri.

“Ketidakwajaran tersebut masih berlanjut pada perhitungan suara di KPU yang menggunakan aplikasi yang dikenal dengan Situng (Sistem Informasi Perhitungan Suara) KPU. Ketidakwajaran ini terjadi karena banyak kesalahan input data TPS ke dalam sistem Situng KPU dan ditengarai sebagai ketidakwajaran input, alias curang,” tambah Anthony.

Diketahui sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman, memang sudah menyatakan telah terjadi kesalahan memasukkan data pada Situng KPU, seperti dimuat di berbagai media nasional. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Angka pernikahan dini di Kaltim masih tinggi, capai 13,9 persen
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:57 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat angka pernikahan usia dini masih tinggi yaitu...
Gunakan genset, Satgas TMMD Kodim 1709 gelar nobar bersama anak-anak Kampung Natabui
Minggu, 12 Juli 2020 - 08:49 WIB
Anggota Kodim 1709/Yawa yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 tahun...
MUI Makassar minta dilibatkan pemulasaran jenazah COVID-19
Sabtu, 11 Juli 2020 - 21:29 WIB
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, meminta agar dilibatkan dala...
Jubir: Menggunakan masker lebih penting dari pelindung wajah
Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:52 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penggunaan ma...
Secapa AD jadi klaster baru, pengamat: Perketat protokol kesehatan
Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:28 WIB
Pengamat intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengatakan bahwa Sekolah Calon Per...
KSAD jelaskan kasus klaster Secapa AD bermula dari ketidaksengajaan
Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:42 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan awal mula kasus klast...
Galuh Pakuan siap angkat martabat Sunda dengan olahraga
Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:29 WIB
Sejumlah Sesepuh Sunda bertekad meningkatkan harkat generasi Ki Sunda di bidang olahraga. Hal terseb...
Prajurit Brigif 18 Kostrad kembangkan sistem pertanian Budikdamber
Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:14 WIB
Sejumlah program ketahanan pangan sudah lama disiapkan di Brigif Para Raider 18 Kostrad Jagung Kabup...
Kapolri apresiasi tim pemulasaran jenazah corona Polresta Malang Kota
Sabtu, 11 Juli 2020 - 17:56 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan perhatian dan motivasi kepada tim pemulasaran jenazah ...
Pemerintah pastikan pemenuhan hak anak saat pandemi COVID-19
Sabtu, 11 Juli 2020 - 17:40 WIB
Pemerintah akan memastikan hak setiap anak Indonesia terpenuhi selama pandemi COVID-19 melanda Tanah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV