Kiri Kanan
Rupiah kembali terkoreksi ikuti pelemahan mata uang Asia
Elshinta
Jumat, 03 Mei 2019 - 10:17 WIB |
Rupiah kembali terkoreksi ikuti pelemahan mata uang Asia
Ilustrasi. Foto: elshinta.com

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (3/5) pagi, kembali terkoreksi seiring pelemahan mata uang kuat Asia.

Rupiah melemah 33 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.285 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.252 per dolar AS.

"Pagi ini mata uang kuat Asia utama, yen dan dolar Hong Kong dibuka melemah terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah ," kata Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat pagi.

Dari eksternal, bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) masih pertahankan suku bunganya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April-1 Mei 2019 lalu pada level 2,25 persen-2,5 persen di tengah data-data ekonomi AS yang kembali solid. Angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 tercatat 3,2 persen (tahun ke tahun) dengan angka ketenagakerjaan yang masih menguat.

Sentimen konsumen AS pada April direvisi lebih tinggi, mengkonfirmasi pengeluaran konsumen AS yang mencatatkan angka tertingginya selama 9,5 tahun terakhir. Indeks manufaktur dari The Markit juga naik, walaupun survey ISM mencatat aktivitas pabrik tumbuh terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

"The Fed memberikan sinyal ‘bersabar’ untuk kebijakan selanjutnya, menunggu perkembangan data-data. Sebelumnya The Fed dalam notulensi untuk FOMC Maret menyebutkan, tahun ini The Fed tidak menaikkan suku bunganya," ujar Lana, dikutip Antara.

Lana memprediksi rupiah hari ini akan bergerak melemah menuju kisaran antara Rp14.260 per dolar AS hingga Rp14.280 per dolar AS. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi tandatangani Inpres Percepatan Kemudahan Berusaha
Jumat, 06 Desember 2019 - 15:15 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 te...
 PT Pertamina MOR VIII sumbangkan 1000 kantong darah ke PMI
Jumat, 06 Desember 2019 - 14:45 WIB
PT Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku-Papua menyumbang sebanyak 1000 kantong darah ke Palang Merah ...
Kemenkeu dorong dana desa dimanfaatkan untuk pembangunan kreatif
Jumat, 06 Desember 2019 - 14:38 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong agar alokasi dana desa dapat dimanfaatkan untuk pembanguna...
Presiden Jokowi optimistis RI mampu ekspor produk Petrokimia
Jumat, 06 Desember 2019 - 13:56 WIB
Presiden Joko Widodo optimistis bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara pengekspor produk Pet...
Harga pangan dunia naik lagi
Jumat, 06 Desember 2019 - 11:53 WIB
Harga pangan dunia naik 2,7 persen pada November 2019, dibandingkan bulan sebelumnya, didorong lebih...
Cadangan devisa November 2019 stabil
Jumat, 06 Desember 2019 - 11:18 WIB
Posisi cadangan devisa Indonesia tercatat 126,6 miliar dolar AS pada akhir November 2019, tidak bany...
IHSG menguat tipis seiring aksi beli investor masih terbatas
Jumat, 06 Desember 2019 - 10:46 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka menguat tipis seirin...
Kemenkeu proyeksi RI keluar dari negara berpenghasilan menengah 2036 
Jumat, 06 Desember 2019 - 09:26 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan Indonesia akan keluar dari jebakan negara berpenghasi...
RDI kembangkan energi terbarukan di Pulau Sumba, NTT
Kamis, 05 Desember 2019 - 21:35 WIB
Energi terbarukan sangat penting untuk membangun desa terpencil di Indonesia. Contoh aktualnya adala...
Perusahaan AS komitmen tingkatkan investasi di Indonesia
Kamis, 05 Desember 2019 - 19:34 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Amerika Serikat y...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)