Kurang perhatian, ekosistem Ranupani rusak
Elshinta
Jumat, 03 Mei 2019 - 20:44 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Kurang perhatian, ekosistem Ranupani rusak
Kurang perhatian, ekosistem Ranupani rusak. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berupaya keras menjaga objek wisata Ranupani di Kecamatan Senduro yang terjadi pendangkalan dan penyempitan akibat banyaknya tanaman air kurang serta kurang mendapat perhatian.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq di Kota Malang Kamis (2/5) mengatakan, potensi yang dimiliki Ranupani sangat besar, baik dalam sektor pariwisata maupun pertanian. "Kami akan optimalkan sebaik mungkin, potensi yang ada di Ranupani," kata Bupati, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Jumat (3/5).

Lebih lanjut, Thoriq mengatakan, pihaknya akan segera menyelaraskan program antara Pemkab Lumajang dengan pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai partner pengelolaan agar satu sama lain dapat bersinergi dalam mengoptimalkan ekosistem Ranupani.

"Kami berkeinginan akan terus mengoptimalkan potensi Ranupani, sehingga memiliki daya tarik bagi pengunjung. Supaya pengunjung betah berwisata di Kabupaten Lumajang," tutur Thoriq.

Langkah yang akan dilakukan penataan ulang untuk mengoptimalkan potensi Ranupani dengan kebijakan awal yang akan dilakukan yaitu dengan cara membongkar semua pembatas serta melakukan penataan perkampungan yang berada di sekitar wilayah tersebut. 

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar TNBTS Jhon Kenedie mengakatan, pada tahun 2004 kondisi ekosistem Ranupani memilik luas 5,8 hektare sedangkan pada 2018 luasnya turun menjadi sekitar 4,7 hektare disebabkan kurang optimalnya pengelolaan Ranupani.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dasar Sungai Brantas alami penurunan akibat penambangan liar
Minggu, 16 Juni 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Dasar Sungai Brantas yang membentang mulai Blitar hingga Tulungagung, Jawa ...
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya tanam 6 ribu bibit turi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah akan ...
BPBD Riau sebut karhutla masih jadi perhatian ekstra
Jumat, 14 Juni 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan langkah antisipasi da...
Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Pencemaran udara di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa meningkat dan ter...
Dianggap punah, populasi bulus langka di Sungai Hadipolo masih 13 ekor
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Jumlah bulus (kura-kura) langka yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang a...
Kerap timbulkan banjir, Kementerian PUPR akan bantu revitalisasi Sungai Ampal
Senin, 10 Juni 2019 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Pusat telah berkomitmen mendanai revitalisasi atau pelebaran Sun...
DKP mengaku perburuan hiu marak di Raja Ampat
Sabtu, 08 Juni 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Bar...
DLH Kota Yogyakarta kampanyekan `Lebaran Tanpa Sampah`
Selasa, 04 Juni 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menggencarkan kampanye gerakan Lebar...
Menteri Susi lepas liar 37.000 benih lobster di Banyuwangi
Minggu, 02 Juni 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin pelepasliaran 37.0...
Ketua DPR minta kementerian KLH pulihkan habitat harimau Sumatera
Rabu, 29 Mei 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Akhir-akhir ini muncul masalah tentang Harimau Sumatera (panthera tigris sumatra...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once