Rupiah awal Ramadan melemah seiring koreksi mata uang Asia
Elshinta
Senin, 06 Mei 2019 - 10:13 WIB |
Rupiah awal Ramadan melemah seiring koreksi mata uang Asia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2GyNtAe

Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal Ramadan melemah seiring koreksi mata uang Asia.

Rupiah Senin (6/5) pagi melemah 43 poin atau 0,3 persen ke posisi Rp14.309 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.266 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin, mengatakan, pelemahan rupiah terjadi seiring Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam memberlakukan kenaikan tarif minggu ini .

"Perjanjian dagang antara AS-China yang sudah berlangsung sejak pertengahan Februari lalu dinilai Presiden AS Trump sebagai sangat lambat kemajuannya, dan ia kembali mengancam China untuk memberlakukan tarif impor terhadap barang-barang impor dari China senilai 200 miliar dolar AS mulai minggu depan," ujar Lana.

Ancaman terhadap China itu sendiri, merupakan upaya Trump untuk menekan segera terealisasinya perjanjian dagang tersebut. Trump menyebutkan ada upaya China untuk menarik beberapa kesepakatan sebelumnya dan melakukan renegosiasi.

"Kendati ancaman ini sebagai upaya Trump memaksa China untuk segera sepakat, namun pasar merespon negatif pernyataan Trump tersebut," kata Lana, dikutip Antara.

Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Yuan melemah 0,97 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, Won 0,72 persen, dolar Singapura 0,35 persen, dan Baht 0,19 persen. Sementara itu, Yen menguat terhadap dolar 0,54 persen.

Lana memprediksi rupiah hari ini masih berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp14.240 per dolar AS hingga Rp14.260 per dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rencana perombakan direksi BUMN dikhawatirkan pengaruhi perekonomian
Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistir...
Ini langkah Indonesia agar tak perlu `mengemis` negara lain
Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:22 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai peningkatan konsumsi biodiesel dal...
IHSG menguat seiring hubungan AS-China membaik
Selasa, 20 Agustus 2019 - 10:12 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/8) di...
Rupiah pagi ini melemah jadi Rp14.265
Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (20/8) pagi ...
Sektor pariwisata sumbang 19,29 miliar dolar AS untuk devisa negara
Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:45 WIB
Elshinta.com - Devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku 2018 meningkat mencapai angka 19,29 mil...
Bank Indonesia luncurkan QRIS
Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Bank Indonesia mengimplementasikan Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 yang sudah ...
Menko Darmin sebut swasta tertarik bangun ibu kota setelah tahu lokasi
Senin, 19 Agustus 2019 - 17:20 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pihak swasta ...
Ekspor obat hewan sumbang devisa Rp26 triliun
Senin, 19 Agustus 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat rekomendasi ekspor produk peternakan sejak ...
Pasar saham Aussie dibuka melonjak dengan keuntungan luas
Senin, 19 Agustus 2019 - 10:09 WIB
Elshinta.com - Pasar saham Aussie melonjak pada awal perdagangan Senin pagi, dengan keuntungan lua...
Dolar AS di Tokyo diperdagangkan di zona paruh bawah 106 yen
Senin, 19 Agustus 2019 - 09:10 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh bawah 106 yen dalam transaksi awal di ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)