Apple terancam denda miliaran dolar karena Spotify
Elshinta
Senin, 06 Mei 2019 - 10:56 WIB |
Apple terancam denda miliaran dolar karena Spotify
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JjuKu4

Elshinta.com - Apple menghadapi tuntutan dari rival layanan pengaliran arus musik, Spotify, di Uni Eropa karena dianggap mengenakan biaya yang terlalu besar untuk aplikasi yang masuk ke App Store.

Phone Arena melansir laporan The Financial Times, menyebutkan Apple mengenakan potongan 30 persen dari pendapatan aplikasi yang masuk ke App Store karena menggunakan layanan pembayaran dari mereka.

Spotify menjuluki kebijakan tersebut sebagai "Apple Tax" dan menganggapnya tidak adil. Spotify memasukkan berkas tuntutan ke komisi yang mengurusi kompetisi di Uni Eropa pada Maret lalu.

Menurut laman tersebut, Apple mengenakan potongan 30 persen dari layanan streaming musik sejenis Spotify, namun, tidak mengenakan potongan ke aplikasi lain, misalnya layanan ride hailing Uber.

Jika Spotify memenangkan tuntutan tersebut, komisi kompetisi di Uni Eropa dapat memerintahkan Apple untuk mengganti model bisnis mereka di wilayah tersebut. Berdasarkan peraturan yang berlaku di Uni Eropa, Apple bisa didenda 10 persen dari total pendapatan perusahaan secara global.

Denda untuk Apple bisa mencapai 26,6 miliar untuk kasus tersebut.

Apple Music dan Spotify mengenakan biaya berlangganan yang mirip, 9,99 dolar per bulan untuk pelanggan individu dan 14,99 dolar per bulan untuk paket keluarga maksimal enam orang. Mereka juga memiliki harga khusus untuk pelajar sebesar 4,99 dolar per bulan.

Tapi, karena biaya 30 persen tersebut, harga Spotify di App Store menjadi 12,99 dolar per bulan untuk individu, 16,99 dolar per bulan untuk keluarga dan 7,99 dolar per bulan untuk pelajar.

Tidak seperti Apple, Spotify memiliki layanan gratis yang diselingi iklan. Tapi, dengan layanan gratis tersebut, pengguna tidak bisa mengunduh lagu.

Maret lalu, Apple menanggapi tuntutan tersebut dengan argumen Spotify menggunakan App Store untuk mengembangkan bisnis, namun, tidak pernah memberikan kontribusi, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Instagram blokir konten `terapi konversi` LGBT
Sabtu, 11 Juli 2020 - 10:09 WIB
Instagram akan memblokir konten yang mempromosikan apa yang disebut `terapi konversi,` praktik yang ...
TikTok sediakan program untuk bantu UMKM
Jumat, 10 Juli 2020 - 15:10 WIB
Platform video singkat TikTok berkomitmen membantu keberlangsungan bisnis usaha mikro, kecil dan men...
Facebook dinilai belum berkomitmen tindak tegas ujaran kebencian
Rabu, 08 Juli 2020 - 13:34 WIB
Kelompok yang memboikot iklan di Facebook berpendapat jejaring media sosial tersebut belum berkomitm...
Facebook perkenalkan mode gelap untuk aplikasi seluler
Senin, 29 Juni 2020 - 09:20 WIB
Setelah meluncurkan mode gelap untuk antarmuka desktop pada awal Mei, Facebook dilaporkan sedang men...
Google kembangkan fitur deteksi telepon spam
Minggu, 28 Juni 2020 - 18:39 WIB
Google sedang menguji coba fitur bernama `Verified Call`, panggilan terverifikasi di Brazil.
Zuckerberg kehilangan 7 miliar dolar akibat boikot Facebook
Minggu, 28 Juni 2020 - 13:50 WIB
Kekayaan Mark Zuckerberg diperkirakan merosot karena banyak perusahaan mengikuti gerakan boikot pasa...
Facebook peringatkan pengguna sebelum unggah tautan berita lama
Minggu, 28 Juni 2020 - 11:26 WIB
Facebook menghadirkan fitur baru yang akan memperingatkan pengguna saat akan membagikan artikel yang...
Data pengguna akun Twitter bisnis sempat bocor
Kamis, 25 Juni 2020 - 13:06 WIB
Data sejumlah pengguna akun bisnis di Twitter sempat terekspos, platform mikrobolog itu membenarkan ...
Google akan hapus riwayat lokasi pengguna setelah 18 bulan
Kamis, 25 Juni 2020 - 11:48 WIB
Google mengatakan akan secara otomatis menghapus beberapa riwayat lokasi setelah 18 bulan untuk peng...
WhatsApp sempat down, ini resiko jika uninstall
Sabtu, 20 Juni 2020 - 17:46 WIB
WhatsApp sempat mengalami kendala baru-baru ini, para pengguna melaporkannya di media sosial.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV