MemoRI 08 Mei
Marsinah itu arloji sejati
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
<i>Marsinah itu arloji sejati</i>
Aktivis buruh perempuan, Marsinah. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - "Tidak usah kerja. Teman-teman tidak usah masuk. Biar Pak Yudi sendiri yang bekerja," kata Marsinah, dalam Elegi Penegakan Hukum: Kisah Sum Kuning, Prita Hingga Janda Pahlawan (2010). Yudi yang dimaksud adalah Direktur PT CPS, Yudi Susanto.

Kebuntuan negosiasi terkait tuntutan kenaikan gaji karyawan PT Catur Putera Surya (CPS) berbuntut pada rencana aksi mogok kerja karyawan di pabrik arloji di Siring, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka menuntut kenaikan gaji sesuai KepMen 50/1992 sebesar Rp2.250 dan Surat Edaran Gubernur KDH Tingkat I, Jawa Timur, No. 50/1992 yang isinya meminta kepada pengusaha menaikkan gaji buruh 20 persen.

3 Mei 1992, 150 dari 200 buruh perusahaan melakukan aksi mogok kerja. Namun, usaha mereka tak mendapatkan tanggapan dari perusahaan. Aksi malah berbuntut pada penangkapan koordinator aksi, Yudo Prakoso. 

Adalah Marsinah, aktivis buruh kelahiran 10 April 1969 kemudian mengambil alih aksi buruh PT PCS di hari berikutnya, 4 Mei 1992. Marsinah sendiri diketahui sudah aktif terlibat dalam rapat yang membahas rencana aksi mogok kerja pada 2 Mei 1992 di Tanggul Angin, Sidoarjo. 

Aksi mogok di hari kedua sebenarnya membuahkan hasil meski dilalui dengan perdebatan yang alot. Pihak perusahaan memenuhi tuntutan buruh. Namun, kenyataan berkata lain, 13 buruh yang dianggap sebagai dalang dipanggil dan menghadap Pasi Intel Kodim 0816 Sidoarjo pada Rabu 5 Mei 1993.  

Marsinah tak tinggal diam. Sepulang kerja, Marsinah bersama empat rekan buruh PT CPS mendatangi Markas Kodim. Betapa kagetnya Marsinah setelah mengetahui jika 13 rekannya ternyata di PHK. Ini tentu bertentangan dengan kesepakatan yang telah dibuat sehari sebelumnya yang salah satu butir kesepakatan menyebutkan jika pihak perusahaan tidak akan melakukan intimidasi atau mencari-cari kesalahan karyawan terkait adanya unjuk rasa di PT CPS.

Malam itu, Marsinah yang telah menyiapkan lembaran surat protes yang disertai lembar berkas surat panggilan Kodim Sidoarjo milik salah seorang temannya, ternyata menjadi malam terakhir keberadaan Marsinah.

Asiyem dan Joko, dua teman Marsinah yang terakhir bertemu Marsinah, masih sempat melihat Marsinah melenggang dari bawah pohon mangga dekat Tugu Kuning, Desa Siring. Saat itu, Marsinah mengenakan kaos putih, rok warna cokelat dan sendal jepit.

Jam saat itu menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB. Inilah saat dimana Marsinah terlihat masih hidup. Sebab, setelah itu aktivis buruh ini tak nampak lagi batang hidungnya. Ia lenyap entah kemana dan tak seorang pun rekan-rekan buruh yang mengetahui keberadaannya. 

Minggu 8 Mei 1993, sesosok mayat yang diketahui adalah Marsinah ditemukan di hutan jati Wilangan, Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Dua orang yang terlibat dalam otopsi pertama dan kedua jenazah Marsinah, Haryono (pegawai kamar jenazah RSUD Nganjuk) dan Prof Dr Haroen Atmodirono (Kepala Bagian Forensik RSUD Dr Soetomo Surabaya), menyimpulkan, Marsinah tewas akibat penganiayaan berat.

Misteri kematian Marsinah hingga kini memang belum terungkap. Semua masih menjadi teka-teki yang belum bisa terjawab. 

Marsinah itu arloji sejati, 
Melingkar di pergelangan tangan kita ini,
Dirabanya denyut nadi kita,
Dan diingatkannya agar belajar memahami hakikat presisi,

Kita tatap wajahnya, setiap pergi dan pulang kerja,

Kita rasakan setiap detiknya dalam setiap getaran kata,

Marsinah itu arloji sejati,
Melingkar di pergelangan tangan kita ini.  

(Dari puisi Dongeng Marsinah, karya Sapardi Djoko Damono).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 3.985 jadi 329.778 orang
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan pada 29 Oktober 2020, pasien sembuh dari penya...
26 ribu jemaah umrah tertunda, penuhi syarat usia yang ditetapkan Arab Saudi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Pemerintah Arab Saudi berencana mulai menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 1 N...
Peringati Hari Sumpah Pemuda, 30 taruna Akpol gelar baksos
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Dalam mereflesikan  hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebanyak 30 orang Taruna Tarun...
Pakar: Pemerintah harus sabar dapatkan hasil dalam memutus pandemi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Hidayatu...
 Peringatan Maulid Nabi jadi momentum memutus mata rantai Covid-19
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Momen berkumpul dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah momen yang  sangat dinantikan.
Cuti bersama Disdukcapil Langkat tetap beri pelayanan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:35 WIB
Di hari cuti bersama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Langkat, tetap me...
Menag ajak umat Islam perbanyak selawat pada peringatan maulid Nabi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengajak umat Islam memperingati hari kelahiran atau maulid Nabi...
Pawai kirab obor warnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Merauke, Papua
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW turut me...
Urai kemacetan, contraflow di Tol Japek mulai diberlakukan hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Rekayasa lalu lintas yaitu Contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diterapkan hari ini. Hal...
Anak cucu pejuang Pepera Papua bangun sinergitas dengan Pemerintah dan TNI/Polri 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Sejumlah anak dan cucu dari para pejuang Pepera bersama 1.026 orang tokoh Papua yang ikut dalam musy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV