Kemenag Lumajang minta pengeras suara tidak dibunyikan di atas jam 9 malam
Elshinta
Selasa, 07 Mei 2019 - 19:54 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Kemenag Lumajang minta pengeras suara tidak dibunyikan di atas jam 9 malam
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang, Mohammad Mudhofar. Sumber Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Penggunaan pengeras suara di surau, musollah dan masjid dalam bulan suci Ramadan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang Jawa Timur mengeluarkan regulasi waktu agar masyarakat dapat memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi baik beda profesi atau beda keyakinan, agar diatas pukul 21:00 waktu setempat tidak lagi menggunakan pengeras suara luar.

Demikian disampaikan Kasi Bimbingan Masyarakat Islam kantor Kemenag Kabupaten Lumajang, Mohammad Mudhofar, Selasa (7/5), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Dikatakan Mudhofar, Kementerian Agama sudah melakukan beberapa langkah regulasi terkait penggunaan pengeras suara mengacu pada aturan Kementerian Agama pusat tahun 1978. Dengan tidak adanya revisi maka tidak ada perubahan aturan, sehingga pihaknya berharap kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mentaati.

"lni menjadi rujukan dan pedoman kepada seluruh aparatur Kementerian Agama yang ada di ditingkat kabupaten maupun ditingkat KUA, bahkan tingkat para penyuluh yang ada di desa-desa," kata Mudhofar di ruang kerjanya.

Penggunaan pengeras suara dalam ruangan mantan Kasi Haji dan Umroh kemenag Lumajang ini menyampaikan seperti kegiatan pengajian rutinan, khutbah Jumat, kuliah tujuh menit (Kultum) ataupun salat fardhu kecuali untuk panggilan adzan diperbolehkan menggunakan pengeras suara luar. 

Dan durasinya menjelang adzan sekitar 5 menit yang digunakan untuk bacaan Al-Qur'an atau tarhim kecuali menjelang salat subuh waktu yang diregulasikan sampaikan 15 menit dengan bacaan Al-Qur'an waktu itu berlaku sebelum pelaksanaan salat Jumat.

Pihaknya berharap adanya kegiatan salat utamanya salat tarawih tidak menggunakan pengeras suara luar dan apa yang diingatkan sesuai dengan petunjuk dari kantor Kementerian Agama. Untuk tadarus sesuai petunjuk Kementerian agama instruksi Bimas Islam tahun 1978 menegaskan bahwa kegiatan tadarus itu menggunakan pengeras suara dalam ruangan ibadah namun kondisi itu kerap dilanggar di seluruh tempat ibadah di Lumajang.

"Salat tarawih selesai langsung membaca Al-Qur'an atau tadarus rata-rata menggunakan pengeras suara di luar, nah ini sudah di sosialisasikan pertama tentang pedoman Kementerian Agama dalam penggunaan pengeras suara dalam, yang kedua kalau pun itu menggunakan pengeras suara di luar maka semua dipertimbangkan lingkungan sekitar," tegas Mudhofar.

Ditambahkan Mudhofar, tidak semua dari lingkungan merasa nyaman dengan pengeras suara maka kedepankan rasa toleransi karena orang tidak komplain dianggap setuju, kadang ada rasa takut untuk menyampaikan keberatan dan itu disampaikan akhirnya timbul tuduhan tidak menyukai lantunan ayat suci Al Qur'an, padahal mereka itu ada yang profesi kerja malam, siang dan mungkin ada disekitar warga yang sakit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dinsos Rejang Lebong temukan ribuan kartu KKS saldo nol
Selasa, 18 Juni 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menemukan kasus ribuan ...
Polda Sumut bantu operasi penderita bibir sumbing
Selasa, 18 Juni 2019 - 20:18 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara membantu pengobatan operasi bibir sumbing secar...
MUI Jabar sebut ceramah Ustaz Rahmat Baequni penyesatan sejarah Indonesia
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:41 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar menangga...
Indonesia kirim 338 calon perawat ke Jepang
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:28 WIB
Elshinta.com - Indonesia mengirim 338 calon perawat medis dan perawat bagi lanjut usia (lansia)...
DPRD Tobasa surati Gubernur Sumut terkait penghitungan DBH Pajak Air Permukaan
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - DPRD Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menyurati Gubernur Sumatera Utara Cq K...
Jasa Raharja serahkan santunan kepada ahli waris korban lakalantas Cipali
Selasa, 18 Juni 2019 - 18:22 WIB
Elshinta.com - PT Jasa Raharja langsung menyerahkan santunan kepada 12 ahli waris korban m...
Sambut Hari Bhayangkara ke-73, Satnarkoba Polres Cirebon sosialisasi bahaya narkoba
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:45 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019, Satnarkoba Polres Cire...
Narapidana Rutan Lhoksukon ditemukan meninggal dunia di sungai
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:23 WIB
Elshinta.com - Narapidana Cabang Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, yang sebelumnya kabur atau melari...
Dewan Pers: Pemberitaan Tim Mawar Tempo produk jurnalistik investigasi
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:58 WIB
Elshinta.com - Anggota Dewan Pers, Henry Chairudin Bangun, mengatakan, kesimpulan sementara pih...
Anang sambut positif RUU Permusikan ditarik dari Prolegnas
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:34 WIB
Elshinta.com - Inisiator RUU Permusikan Anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah menyambut posi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)