MemoRI 10 Mei
Geger! Rusuh rasialis di Bandung
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
<i>Geger!</i> Rusuh rasialis di Bandung
Kerusuhan SARA di Bandung. Foto: https://bit.ly/2H5aFVH/Elshinta.

Elshinta.com - Persaingan memperebutkan dan `titipan` tempat duduk di bagian depan kelas perkuliahan di Kampus ITB, Bandung antara mahasiswa pribumi dan non pribumi menjadi pemandangan biasa, khususnya di tahun awal perkuliahan. 
 
Pergantian mata kuliah yang diikuti pergantian ruang kuliah dengan letaknya yang berjauhan membuat mahasiswa pribumi harus berjalan kaki, sementara mahasiswa non pribumi yang secara ekonomi lebih baik tentu akan lebih cepat sampai ke ruang kuliah karena menggunakan sepeda motor. Mereka pun langsung bisa menempati bangku di deretan terdepan, sekaligus mem`booking` bangku bagi teman-teman keturunan lainnya.
  
Pemandangan yang biasa dalam persaingan memperebutkan tempat duduk di kelas kuliah di Kampus ITB ini dalam perkembangannya ternyata membuat mahasiswa pribumi `gerah`. Kondisi semakin memanas. Terlebih pasca perkelahian antara mahasiswa pribumi dan non pribumi yang diikuti munculnya `solidaritas rasial`. 

10 Mei 1963, bentrokan tak dapat dielakkan antara mahasiswa pribumi dan non pribumi dan terjadi di dalam kampus ITB. Sementara, konon tanpa diketahui mahasiswa, di luar massa bergerak menyusuri ruas jalan, seperti Jl. Dago, Jl merdeka dan Jl. Asia Afrika. Mereka merusak toko-toko dan rumah, termasuk kendaraan bermotor milik warga non pribumi.

Massa terus menyebar dan kembali merusak toko dan kendaraan khususnya milik warga keturunan. Itu terjadi di Jl Banceui, Jl Dalem Kaum, Jl Suniaraja, Jl Alketeri, Jl Klenteng, Jl Kebon Jati, Jl Riau, Jl Purnawarman dan beberapa wilayah lain. 

Senin, 13 Mei 1963 Harian Pikiran Rakjat  melaporkan bahwa sekitar 500 toko dan rumah rusak. Selain 65 buah mobil, 54 sepeda motor, 5 mesin jahit dan sejumlah barang elektronik, seperti radio, televisi, lemari es dibakar atau dirusak. Sampai Minggu 12 Mei masih ada reruntuhan kendaraan yang belum terangkut dari tempat kejadian.

Kerusuhan bernuansa SARA di Bandung tak disangka ternyata merembet ke daerah lain, seperti Sumedang, Bogor dan Sukabumi. Sasaran tetap toko-toko dan barang-barang serta kendaraan milik warga non pribumi. 

Presiden Soekarno menyatakan gerakan rasialis itu merupakan gerakan kontrarevolusi dan menuduh di belakang kerusuhan tersebut adalah partai-partai politik yang sudah dilarang. Sementara sejumlah literatur menyebutkan bahwa kerusuhan 10 Mei 1963 diduga akibat penguasaan ekonomi oleh kelompok non pribumi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi identifikasi penggerak pelajar ricuh unjuk rasa
Selasa, 20 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Polda Metro Jaya mengidentifikasi sejumlah pihak yang diduga menjadi penggerak pelajar untuk terliba...
Soal rencana pemberian vaksin COVID-19, ini kata Presiden
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:45 WIB
Presiden Joko Widodo meminta agar rencana pemerintah untuk melakukan pemberian vaksin COVID-19 kepad...
Satgas: Kasus aktif COVID-19 turun signifikan
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:23 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo menyampaikan, dalam beberapa minggu te...
Sosialisasi pencegahan COVID-19, angkutan umum di Langkat dipasangi stiker
Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:09 WIB
Kapolres Langkat, Sumatera Utara, AKBP Edi Suranta Sinulingga bersama Kepala Dinas Kominfo Pemerinta...
3.000 personel gabungan amankan demo tolak Omnibus Law di Malang
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:36 WIB
Polisi menyiapkan 3.000 personel gabungan guna mengamankan aksi demo menolak Omnibus Law atau Undang...
Naik jadi zona merah Covid-19, intensitas razia protokol kesehatan ditambah
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:38 WIB
Pabrik, tempat publik dan rumah makan disasar razia protokol kesehatan oleh tim Gugus Tugas Percepat...
Kemenkes: BPOM-MUI akan pastikan keamanan-kehalalan vaksin COVID-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 17:27 WIB
BPOM bersama dengan MUI beserta Kementerian Agama akan memastikan keamanan vaksin dari segi keselama...
Pemerintah berencana lakukan vaksinasi COVID-19 pada 160 juta penduduk
Senin, 19 Oktober 2020 - 16:52 WIB
Pemerintah berencana melakukan vaksinasi pada 160 juta penduduk guna mencapai kekebalan kelompok ter...
Operasi Yustisi Covid-19 gabungan digelar di Bandara Internasional Syamsudin Noor
Senin, 19 Oktober 2020 - 16:11 WIB
Polsek Banjarbaru Barat merupakan jajaran Polres Banjarbaru Polda Kalsel, Panit 1 Sabhara Iptu Tajud...
Pemkab bentuk kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Majalengka
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:37 WIB
Salah satu yang mempengaruhi dampak penambahan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV