MemoRI 11 Mei
Rusuh rasialis di Bandung menjalar ke Sumedang
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Rusuh rasialis di Bandung menjalar ke Sumedang
Kerusuhan SARA di Bandung. Foto: https://bit.ly/2H5aFVH/Elshinta.

Elshinta.com - Kerusuhan bernuansa ras di Bandung, 10 Mei 1963 ternyata merembet ke wilayah lain. Kerusuhan yang bermula dari perkelahian antar mahasiswa pribumi dan non pribumi di Kampus ITB ternyata berubah menjadi kerusuhan massa.

Pembakaran kendaraan dan toko-toko WNI keturunan merebak di beberapa wilayah selain di Bandung. Bogor, Sukabumi dan Sumedang terimbas dalam peristiwa kerusuhan serupa. Massa menyerang dan merusak toko dan kendaraan milik warga non pribumi.

Di Sumedang, kerusuhan ras terjadi 11 Mei 1963. Kerusuhan tidak diduga sama sekali. Sejumlah orang melakukan pengrusakan toko milik warga Tionghoa dan pribumi. Massa yang datang dengan berkendaraan sepeda motor mengajak massa lain untuk ikut melakukan penyerangan. 

Kerusuhan di Sumedang terjadi justru ketika Bupati Sumedang mengadakan rapat dengan Kepala Sekolah SLTP dan SLTA di Sumedang dengan wakil-wakil dari golongan Tionghoa untuk membahas kerusuhan di Bandung. Mereka membicarakan pencegahan, namun  baru saja selesai rapat kerusuhan sudah meletus.

Presiden Soekarno dalam pernyataannya, Minggu, 19 Mei 1963 menyebut kekacauan rasialis dijalankan oleh kaum kontra revolusioner seperti dari parpol dan golongan subversi asing. Sementara, Gubernur Jawa Barat Mashudi, Jumat, 17 Mei 1963 menyerukan golongan Tionghoa untuk mengubah sikapnya dan menyertakan diri dalam arus revolusi bangsa.

Dari kalangan mahasiswa sendiri, seperti Konsulat PPMI (Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa) Bandung dalam pernyataannya menyebut bahwa kerusuhan bukan bermotif rasial, tapi isu sosial yang diakibatkan gap antara si kaya dan si miskin yang semakin dalam.

Senin, 13 Mei 1963 Harian Pikiran Rakjat melaporkan bahwa sekitar 500 toko dan rumah rusak. Selain 65 buah mobil, 54 sepeda motor, 5 mesin jahit dan sejumlah barang elektronik, seperti radio, televisi, lemari es dibakar atau dirusak. Sampai Minggu 12 Mei masih ada reruntuhan kendaraan yang belum terangkut dari tempat kejadian.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
20 Oktober 1968, Peringatan Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai hari libur nasional
Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh umat Islam. Peristiwa perjalanan rit...
 Jaga kondusifitas wilayah, elemen masyarakat Kudus tandatangani deklarasi cinta damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Menyikapi kejadian adanya unjuk rasa di berbagai daerah yang berujung anarkis, Forkopimda bersama se...
Polres dan elemen masyarakat Klaten deklarasi tolak anarkisme
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Polres Klaten dan berbagai elemen masyarakat Klaten melaksanakan Deklarasi Bersama Menolak Unjuk Ras...
Bupati dan Polres klarifikasi buruh tak diundang dalam deklarasi damai
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:56 WIB
Deklarasi Subang Cinta Damai yang diselenggarakan di Aula Pemda banyak dipertanyakan karena tidak me...
 Alami kekerasan, jurnalis Malang raya gelar demo diam 
Senin, 19 Oktober 2020 - 12:58 WIB
Wartawan yang tergabung dalam berbagai lembaga seperti PWI, AJI, IJTI dan PFI melakukan aksi demo di...
Polsek Megamendung gelar Operasi Yustisi sasar pelanggar prokes
Senin, 19 Oktober 2020 - 10:46 WIB
Tim gabungan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Polsek Megamendung, Koramil, dan Sat Pol PP ...
19 Oktober 1999, Lepasnya provinsi termuda dari Ibu Pertiwi
Senin, 19 Oktober 2020 - 08:34 WIB
Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis yang dianeksasi oleh militer Indonesia me...
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:35 WIB
Wilayah Jabodetabek masih berpeluang diguyur hujan pada sore hingga malam hari nanti.
Warga Jember temukan mayat di hutan Gunung Manggar
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:10 WIB
Dua orang warga menemukan sesosok mayat lelaki tanpa identitas di di hutan Gunung Manggar, Dusun Dem...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat sore hingga petang hari ini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 15:55 WIB
Wilayah Jawa Barat berpeluang diguyur hujan pada sore hingga petang hari nanti.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV