MemoRI 12 Mei
Bercak darah dan nyawa Reformasi di Trisakti
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Bercak darah dan nyawa Reformasi di Trisakti
Tragedi Trisakti. Foto: Wikiepedia/Elshinta.

Elshinta.com - “Itu buku terakhir yang dia bawa, warna coklat di diktat itu bercak darah,” ujar Sunarmi saat menemani Tempo melihat kamar anaknya, Hafidhin Royan di Jalan Sirnagalih, Bandung, Jawa Barat. Hafidhin Royan adalah mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti yang gugur ditembus peluru aparat saat aksi unjuk rasa 12 Mei 1998 silam.

Selain Hafidhin Royan, Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto dan Hendriawan Sie tewas setelah tertembus peluru aparat saat mereka melakukan demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. 
 
Selasa, 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti  telah berkumpul di dalam kampus. Mereka menggelar aksi damai yang diikuti juga oleh dosen, pegawai dan alumni universitas. Secara bergantian mereka menyampaikan orasi yang berisi kritikan terhadap pemerintahan Orba. 

Siang hari, mahasiswa mulai bergerak keluar kampus. Mereka berencana menuju Gedung DPR/MPR untuk menggelar aksi serupa sekaligus menyampaikan tuntutan. Letak kampus yang tidak jauh dari Gedung DPR/MPR membuat mahasiswa bergerak berjalan kaki dan melakukan long march.

Aksi berlangsung simpatik, bahkan para mahasiswa pun membagikan beberapa tangkai bunga mawar kepada aparat gabungan yang mengawal mereka. Namun, lepas 300 meter dari gerbang kampus, tepatnya di sekitaran Kantor Walikota Jakarta Barat aksi long march mahasiswa terhenti. 

Aparat tidak memperkenankan mahasiswa melanjutkan aksinya. Proses negosiasi berlangsung namun gagal. Ribuan mahasiswa akhirnya menggelar aksi di jalan hingga jelang petang dan berakhir di mana mahasiswa kembali ke dalam kampus.

Dalam aksi di jalan para mahasiswa kembali secara bergantian berorasi. Mereka mendesak segera dilakukannya reformasi politik. Selain itu, mahasiswa juga mendesak adanya perbaikan ekonomi yang kian memburuk, perbaikan sistem hukum di Indonesia, dan menuntut pelaksaan Sidang Umum Istimewa MPR. Tuntutan mahasiswa terakhir ini dianggap mulai menyinggung wibawa Soeharto.

Sesuai kesepakatan, sekitar pukul 17.00 aksi berakhir dan secara teratur mahasiswa mulai beranjak bergeser kembali ke kampus, namun tiba-tiba terdengar beberapa kali suara letusan tembakan dari arah belakang. Suasana kepanikan terjadi di kalangan para demonstran.

Mahasiswa yang sudah berada di dalam dan luar kampus berlarian menyelamatkan diri. Sejumlah mahasiswa yang ada di barisan belakang menjadi korban pemukulan aparat. 

Tembakan yang dilakukan aparat dan sniper dari beberapa arah tak pelak menimbulkan korban berjatuhan. Korban luka berjatuhan dan empat mahasiswa menghembuskan nafas terakhir karena tembakan peluru tajam aparat. 

Tragedi Trisakti memang menimbulkan luka mendalam di kalangan mahasiswa, terlebih keluarga mahasiswa yang meninggal dunia. Kematian Hafidhin Royan, Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto dan Hendriawan Sie hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Siapa pelaku penembakan yang menyebabkan nyawa empat mahasiswa itu melayang belumlah terjawab. Sudah 21 tahun, kasus ini menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Entah, sampai kapan. 

Dan, sebuah monumen yang disebut sebagai Monumen Reformasi berdiri di Kampus A Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Monumen sarat makna yang dibangun untuk mengenang tragedi 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Trisakti setidaknya menjadi saksi bisu yang memberi pesan tentang sebuah pengorbanan para mahasiswa yang terluka, juga tentang penegakan hukum bagi pelaku penembakan yang menyebabkan hilangnya nyawa empat mahasiswa.

Mereka anak muda pengembara tiada sendiri, mengukir reformasi
karena jemu deformasi, dengarkan saban hari langkah sahabat-sahabatmu beribu menderu-deru,

Kartu mahasiswa telah disimpan dan tas kuliah turun dari bahu.
Mestinya kalian jadi insinyur dan ekonom abad dua puluh satu,

Tapi malaikat telah mencatat indeks prestasi kalian tertinggi di Trisakti bahkan di seluruh negeri, karena kalian berani mengukir alfabet pertama dari gelombang ini dengan darah arteri sendiri, 

(Dari penggalan puisi Taufik Ismail) 

 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menkeu Sri Mulyani: Krisis COVID-19 kesempatan perkuat fondasi negara
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 12:12 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan, krisis pandemi COVID-19 merupakan kesem...
48 orang meninggal di Korsel usai divaksin Corona? Ini faktanya
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 11:23 WIB
Sebuah artikel menyerupai berita berjudul `Innalilahi Wainnailahi Rojiun, 48 Orang Meninggal Usai Di...
Warga pesisir Lebak diminta waspadai gelombang hingga enam meter
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 08:12 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperingatkan masyarakat pesisir selatan...
Polda Metro perkirakan lonjakan arus balik pada Sabtu-Minggu
Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:26 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi lonjakan arus balik libur panjang Maulid Nabi Mu...
 Perusahaan media wajib peduli kesehatan mental pekerja
Jumat, 30 Oktober 2020 - 21:11 WIB
Perusahaan media dinilai penting untuk memperhatikan kesehatan mental pekerjanya agar lebih produkti...
Pengendara sepeda motor bawa jenazah gegerkan Boyolali
Jumat, 30 Oktober 2020 - 20:26 WIB
Seorang pengendara sepeda motor yang membawa jenazah ditutup kain batik menggegerkan warga Kabupaten...
Pengamat: Generasi muda harus terus gemakan semangat Sumpah Pemuda
Jumat, 30 Oktober 2020 - 19:38 WIB
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio meminta generasi muda Indonesia terus menggemakan semangat...
 Prajurit Satgas Pamtas Yonif 125 dan warga gotong royong perbaiki gereja
Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:16 WIB
Dalam rangka meningkatkan kekompakan sekaligus mewujudkan toleransi antar umat beragama, Prajurit ...
Sebanyak 12 kamera E-TLE dirusak perusuh
Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:40 WIB
 Sebanyak 12 kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) di DKI Jakarta diru...
Dishub DKI segera siagakan patroli untuk cegah begal sepeda
Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:06 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo segera menyiagakan personel patroli  di jalur-...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV