MemoRI 14 Mei
Upaya pembunuhan Presiden saat Salat Idul Adha
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Upaya pembunuhan Presiden saat Salat Idul Adha
Penembakan terhadap Presiden Soekarno. Foto: https://bit.ly/2YlP820/Elshinta.

Elshinta.com - Suasana salat Idul Adha atau Idul Qurban menjadi kacau. Kekhusyu`an ibadah salat yang digelar di halaman Istana Merdeka berubah menjadi keriuhan. Sebuah upaya pembunuhan dilakukan oleh kelompok DI/TII terhadap Presiden Soekarno yang ikut salat bersama warga, Senin, 14 Mei 1962. 

Upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno memang sudah terdeteksi sehari sebelumnya. Mangil Martowidjojo, Komandan Kawal Pribadi Soekarno kala itu sudah mendapat informasi dari Kapten Dachlan, Komandan Pengawal Istana yang datang ke rumahnya, Minggu pagi 13 Mei 1962. 

Atas informasi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk menggagalkan upaya pembunuhan terhadap Presiden Soekarno. Pengamanan terhadap Presiden Soekarno pun diperketat. Terlebih, berdasar jadwal, diketahui Presiden Soekarno akan melaksanakan salat Idul Adha di halaman Istana Merdeka yang terbuka untuk umum. 

Ajudan Presiden, Let. Kol Sabur memang telah berupaya membujuk Soekarno agar membatalkan niatnya salat Idul Adha. Namun, tak digubris oleh Soekarno. Ini dibuktikan dengan hadirnya Soekarno saat pelaksanaan salat Idul Adha.

Soekarno mengambil tempat di shaf paling depan, didampingi KSAD A. H. Nasution dan Ketua DPR K.H. Zainul Arifin. Sementara, para pengawal Soekarno mengambil posisi di barisan belakang Soekarno. Mangil sendiri menempatkan diri di depan presiden, menghadap orang yang salat demi keamanan Soekarno.

Saat salat dimulai, suasana tampak berlangsung lancar hingga memasuki rakaat kedua. Suasana berubah ketika jamaah bangkit dari rukuk, seseorang berteriak `Allahu Akbar` lalu melepaskan tembakan sambil berlari mendekati Bung Karno. Dengan sigap, Soedrajat pengawal presiden membalikkan badan sambil mencabut pistol, namun dadanya tertembak. Soedrajat pun roboh. Selain Soedrajat, tembakan penyerang juga mengenai Ketua DPR K.H. Zainul Arifin.  

Penyerang terus berusaha mendekati Soekarno, namun dijegal para pengawal. Salat Idul Adha pun kacau balau dan menjadi ajang pergumulan antara pengawal Presiden Soekarno dan penyerang. 

Mengutip tirto.id, para pelaku penyerangan adalah Sanusi alias Fatah alias Soleh (32), Harun alias Kami alias Karta (27), Djaja Permana bin Embut alias Hidayat alias Mustafa (35), Tapbi alias Ramdan alias Jahaman bin Mahadi alias Iding (30), Abidin alias Hambali bin Tajudin (22), Cholil alias Pi’I bin Dachroj (20), Dachja bin Candra alias Musa (28), dan Nurdin bin Satebi (19). 

Belakangan diketahui oleh Mangil, para pelaku penembakan itu bisa masuk arena salat berkat kartu undangan masuk dari Haji Bachrun yang tinggal di Jalan Jarta I nomor 21 Bogor. Para pelaku terkait dengan gerakan DI/TII Kartosuwiryo di Jawa Barat. 

Para penyerang mulai bergerak sejak subuh 05.30 WIB. Mereka yang langsung beraksi adalah Sanusi, Harun, dan Dayat. Selain Dayat yang bawa granat, dua lainnya bawa pistol. Lima anggota lain mengamati dan jadi pelapor. Ketika masuk ke komplek istana, mereka tidak masuk bersama-sama. Mereka berpencar. Ketika mereka berada di dalam, Harun berhasil menyembunyikan pistolnya di bawah tikar. Dia tak jadi beraksi karena ragu. Ketika Sanusi beraksi, Harun justru panik dan keluar dari area misi mereka. Harun sempat bertemu Dayat dan mengaku senjatanya macet. Setelah itu, Harun kabur ke Cianjur.

Di tengah upaya para pengawal melumpuhkan para penyerang, Bung Karno dan KH Zainul Arifin yang tertembak berhasil dievakuasi. KH Zainul Arifin dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama tiga bulan. 

Sanusi gagal melakukan misinya membunuh Presiden Soekarno. Ia berhasil ditangkap petugas dan diamankan di pos jaga. Informasi menyebutkan, kegagalan Sanusi lantaran setelah diinvestigasi ia mengaku melihat dua bayangan Soekarno yang membuatnya kebingungan sehingga tembakannya meleset. Wallahualam. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kepulan asap keluar di depan Masjid Istiqlal akibat kabel listrik terbakar
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:55 WIB
Kepulan asap sempat keluar di depan Masjid Istiqlal akibat adanya kabel listrik yang ditanam di bawa...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat malam hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:11 WIB
Wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan hingga malam hari.
5 orang terduga perusuh di Jember ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2020 - 18:57 WIB
Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menangkap lima orang yang diduga terlibat kerusuhan saat...
Peringatan dini cuaca Banten siang hingga sore hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:38 WIB
Wilayah Banten berpotensi diguyur hujan pada siang hingga sore hari nanti.
Sepekan menghilang, pencarian tiga anak di Langkat terus dilakukan 
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:12 WIB
Hilangnya tiga bocah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara hingga kini masih misteri. Namun upaya pen...
Peringatan dini cuaca Jawa Barat siang hingga jelang sore hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Wilayah Jawa Barat berpeluang diguyur hujan pada siang hingga jelang sore hari ini.
Peringatan dini cuaca Banten siang hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:46 WIB
Wilayah Banten berpotensi diguyur hujan pada siang hari ini.
Peringatan dini cuaca Jabodetabek siang hari ini
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:38 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan sepanjang siang hari ini.
25 Oktober 2010, gempa Magnitudo 7,7 guncang Kepulauan Mentawai
Minggu, 25 Oktober 2020 - 08:28 WIB
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan lepas pantai Sumatera atau Kepulauan Mentawai.
Peringatan dini cuaca Jabodetabek sore hingga malam hari ini
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:46 WIB
Wilayah Jabodetabek berpotensi diguyur hujan pada sore hingga malam hari ini.
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV