Tiga Mahasiswa UB ciptakan biopal dari limbah
Elshinta
Selasa, 14 Mei 2019 - 21:17 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Tiga Mahasiswa UB ciptakan biopal dari limbah
Sumber Foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Tiga mahasiswa asal Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCE) 2019 di Johor, Malaysia.

Tidak tanggung-tanggung, ketiga orang mahasiswa FPIK UB ini, masing-masing Anita Nurmulya Bahari, Muhammad Iqbal Hardyanto, dan Ade Nanda Meilya Ndari berhasil memboyong peringkat ke-3 dan sekaligus meraih Bronze Medal dalam ajang International Invention and Innovative Competition Series I di Malacca, Malaysia.

Pada event bertaraf Internasional ini, tiga mahasiswa berhasil menciptakan biodiesel berbahan baku utama minyak jelantah yang diolah dengan limbah lainnya.

Anita Nurmulya Bahari kepada Kontributor Elshinta, El Aris menyatakan ide untuk menciptakan Biopal, produk biodiesel dari bahan baku limbah bermula dari banyaknya limbah yang dibuang dan beredar di masyarakat.

"Tim kami terus mencari dari berbagai sumber seperti jurnal dan melakukan penelitian untuk mendapatkan jawaban bagaimana saya menggunakan semua bahan dari limbah agar menghasilkan biodiesel," ujar Anita, Selasa (14/5).

Tentu saja kegagalan pasti ada namun setelah melakukan berbagai penelitian kerja keras tim membuahkan hasil dan berhasil menciptakan biodiesel berbahan baku dari minyak jelantah, limbah serat tebu, dan cangkang kerang dara.

"Proses yang dilakukan antara lain sebagai berikut pertama minyak jelantah harus diretreatment menggunakan limbah serat tebu yang telah diolah menjadi bubuk lalu dicampur dengan minyak jelantah selama 1-2 hari. Kemudian minyak jelantah tersebut dianalisis kandungan kimianya, seperti kandungan efek asam, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Setelah itu akan ditemukan hasil apakah kualitas minyak yang sudah dicampur naik atau tidak, karena ada standar kandungan kimia yang mengidentifikasi hasil diesel yang bagus yaitu harus didapatkan hasil pH yang tidak asam tapi sedikit basah. 

"Jadi fungsi dari retreatment minyak jelantah tersebut untuk memperbaiki kualitas Minyak jelantah yang akan diolah menjadi biodiesel. Pada tahap selanjutnya, hasil minyak yang lebih berkualitas ini akan diolah menjadi biodiesel," jelas Anita.

Ditambahkan Anita didalam kandungan biodiesel membutuhkan zat katalis yang bersifat basa kuat. Untuk mendapatkan katalis, mereka menggunakan proses kalsinasi.

Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang dara yang diproses dengan suhu tinggi 700-1.000 derajat celcius yang akan menghasilkan bubuk kalsium oksida, yang kemudian dicampur dan pada akhirnya menghasilkan biodesel. 

Biodiesel dari limbah ini selain murah, ramah lingkungan, bisa digunakan sebagai bahan bakar diesel, dan sebagai sumber penerangan.Anita dan timnya berharap kedepannya biodiesel karyanya dapat bermanfaat dan digunakan berkelanjutan.

"Kedepannya saya ingin biodesel ini bisa digunakan untuk komersil maupun untuk pengabdian kepada masyarakat untuk daerah yang membutuhkan biodesel untuk penerangan maupun kebutuhan lainnya," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga Mahasiswa UB ciptakan biopal dari limbah
Selasa, 14 Mei 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Tiga mahasiswa asal Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menorehkan presta...
Balai Arkeologi Yogyakarta teliti bata Situs Sekaran
Minggu, 14 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap bata yang ada di S...
PCBM lanjutkan riset dan penelitian Situs Sekaran
Kamis, 11 April 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Ditjen Kebudayaan Kem...
Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Purwakarta
Senin, 08 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Kampung Ciputat, Desa Kutamana...
Foto lubang hitam pertama akan dirilis ke publik
Minggu, 07 April 2019 - 15:33 WIB
Elshinta.com -National Science Foundation dari Amerika Serikat menjadwalkan konferensi pers di ...
Ilmuwan temukan bukti baru asteroid yang musnahkan dinosaurus
Selasa, 02 April 2019 - 20:46 WIB
Elshinta.com -Sekelompok ilmuwan dari Universitas Kansas dan Universitas Manchester, menemukan ...
Pemerintah dukung perguruan tinggi kerja sama kembangkan AI
Kamis, 28 Maret 2019 - 17:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasi...
BMKG imbau masyarakat tidak khawatir fenomena equinox
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk t...
Kenali jenis nyamuk penganggu di sekitar rumah
Selasa, 19 Februari 2019 - 18:19 WIB
Elshinta.com -Ada sekitar 457 jenis nyamuk di Indonesia namun hanya sebagian kecil yang mengang...
Siak luncurkan wisata gerhana matahari cincin
Sabtu, 16 Februari 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com -Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, meluncurkan wisata Gerhana Matahari Cin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)