MemoRI 17 Mei
Proklamasi di Bumi Khatulistiwa
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Proklamasi di Bumi Khatulistiwa
Proklamasi di Bumi Khatulistiwa. Foto: https://bit.ly/2YwenyJ/Elshinta.

Elshinta.com - Hasil dari Perjanjian Linggarjati (1946) dan Renville (1948) membuat wilayah Indonesia `menyusut` dan hanya meliputi Jawa, Madura dan Sumatera. Sementara, pulau-pulau lain, seperti Kalimantan berada di dalam kontrol atau kendali Belanda.

Reaksi bermunculan, termasuk dari Batalyon ALRI Divisi IV (A) Kalimantan di bawah komando Letnan Kolonel Hasan Basri yang ingin tetap mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mendukung kegiatan pemerintahan RI di Pulau Khatulistiwa. 

Sebuah proklamasi dicetuskan, demi terwujudnya niat tersebut. Serangkaian rapat dilakukan dengan dihadiri beberapa tokoh, seperti H. Aberanie Sulaiman, Gusti Aman, Budhigawis, P. Arya Maxim Le Miaty, Hasnan Basuki dan Romansi. Rapat dilakukan dibawah pengawalan pasukan Setia Budi dan Ibnu Hajar. 

Usulan pembentukan pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV melalui sebuah proklamasi disetujui. Naskah proklamasi pun ditik dengan huruf kapital bertinta merah oleh Romansi pada malam 15 jelang 16 Mei 1949. Setelah selesai, dokumen naskah proklamasi dibawa ke Hasan Basri. 

Tanggal 17 Mei 1949, setelah ditandatangani oleh Hasan Basri, proklamasi dibacakan dalam suatu upacara di Mandapai. Kegiatan proklamasi dilaksanakan dengan upacara penaikan bendera Merah Putih. Sebagai komandan upacara adalah Ahmad Kusasi, sedangkan penggerek bendera adalah Abbas Basri dan Kardi. Upacara dihadiri masyarakat setempat dan anggota ALRI DIVISI (A) PK(bagian dari Angkatan Perang Republik Indonesia). 

Teks proklamasi dibacakan oleh Hasan Basri langsung dan diikuti penaikan bendera Merah Putih, setelah selesai bendera kembali diturunkan untuk menghindari serangan Belanda. Untuk mempublikasikan hasil proklamasi, disuruhlah kurir Tarsan untuk menempel teks proklamasi di pasar Kandangan.

Teks proklamasi berhasil ditempel pada 20 Mei 1949, hingga membuat gempar masyarakat Kandangan. Sementara oleh seorang wartawan, teks proklamasi dibawa ke Banjarmasin hingga membuat berita proklamasi menyebar ke seantero Kalimantan.

“PROKLAMASI“
MERDEKA,
DENGAN INI KAMI RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN, MEMPERMAKLUMKAN BERDIRINYA PEMERINTAHAN GUBERNUR TENTARA DARI “ALRI” MELINGKUNGI SELURUH DAERAH KALIMANTAN SELATAN MENJADI BAGIAN DARI REPUBLIK INDONESIA, UNTUK MEMENUHI ISI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 YANG DITANDATANGANI OLEH PRESIDEN SOEKARNO DAN WAKIL PRESIDEN MOHAMMAD HATTA.
HAL-HAL YANG BERSANGKUTAN DENGAN PEMINDAHAN KEKUASAAN AKAN DIPERTAHANKAN DAN KALAU PERLU DIPERJUANGKAN SAMPAI TETESAN DARAH YANG PENGHABISAN.

TETAP MERDEKA !
KANDANGAN,17 MEI IV REP.
ATAS NAMA RAKYAT INDONESIA
DI KALIMANTAN SELATAN
GUBERNUR TENTARA

ttd
HASSAN BASRY 

Peristiwa proklamasi ini diabadikan dengan dibuat monumen 17 Mei di Kilometer 17 (antara bundaran Liang Anggang dengan Gambut, dekat perbatasan Kabupaten Banjar denga Kotamadya Banjarbaru) dan juga dijadikan sebagai nama stadion di Jalan Japri Zamzam di Teluk Dalam Banjamasin.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 3.985 jadi 329.778 orang
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan pada 29 Oktober 2020, pasien sembuh dari penya...
26 ribu jemaah umrah tertunda, penuhi syarat usia yang ditetapkan Arab Saudi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 16:45 WIB
Pemerintah Arab Saudi berencana mulai menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 1 N...
Peringati Hari Sumpah Pemuda, 30 taruna Akpol gelar baksos
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:56 WIB
Dalam mereflesikan  hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebanyak 30 orang Taruna Tarun...
Pakar: Pemerintah harus sabar dapatkan hasil dalam memutus pandemi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:11 WIB
Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Hidayatu...
 Peringatan Maulid Nabi jadi momentum memutus mata rantai Covid-19
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:47 WIB
Momen berkumpul dan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah momen yang  sangat dinantikan.
Cuti bersama Disdukcapil Langkat tetap beri pelayanan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:35 WIB
Di hari cuti bersama, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Langkat, tetap me...
Menag ajak umat Islam perbanyak selawat pada peringatan maulid Nabi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengajak umat Islam memperingati hari kelahiran atau maulid Nabi...
Pawai kirab obor warnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Merauke, Papua
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW turut me...
Urai kemacetan, contraflow di Tol Japek mulai diberlakukan hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Rekayasa lalu lintas yaitu Contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diterapkan hari ini. Hal...
Anak cucu pejuang Pepera Papua bangun sinergitas dengan Pemerintah dan TNI/Polri 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Sejumlah anak dan cucu dari para pejuang Pepera bersama 1.026 orang tokoh Papua yang ikut dalam musy...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV