KPU sebut mekanisme untuk cocokkan hasil penghitungan suara adalah rekapitulasi
Elshinta
Kamis, 16 Mei 2019 - 14:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
KPU sebut mekanisme untuk cocokkan hasil penghitungan suara adalah rekapitulasi
Komisioner  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting. Foto: Dodi Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Komisioner  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting mengatakan bahwa salah satu mekanisme resmi yang bisa digunakan untuk saling mencocokkan data hasil penghitungan suara pemilu adalah rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang dan terbuka. Jika ditemukan dugaan kesalahan dan dugaan kecurangan, bisa disampaikan di forum rekapitulasi.

"Sampai saat ini rekapitulasi, kita hanya bicara rekapitulasi, kalau ada kecurangan kita langsung buka saja dalam forum, di mana, dan datanya apa, sehingga kita bisa lakukan koreksi langsung di forum rekapitulasi," katanya di KPU, Jl.Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (16/5) seperti dilaporkan Reporter Dodi Handoko.

Maka, ia  mengimbau kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi untuk menggunakan proses rekapitulasi berjenjang untuk mengadu data hasil penghitungan dan perolehan suara. Rekapitulasi merupakan kesempatan untuk saling menguji dan menyanding data-data yang dipegang KPU, Bawaslu dan para saksi peserta pemilu.

Dikatakannya, dalam forum rekapitulasi, KPU dan Bawaslu juga menjelaskan mengapa data-data muncul jika terjadi perbedaan atau keberatan. Kalau protes atau keberatan tidak diselesaikan di forum rekapitulasi, maka akan dicatat dalam formulir keberatan yang menjadi satu kesatuan dengan penetapan hasil rekapitulasi.

Dijelaskannya, dugaan kecurangan tersebut juga bisa dilaporkan ke Bawaslu sebagaimana amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Bawaslu, kata dia, pasti akan memproses dugaan kecurangan tersebut dan hasil putusan Bawaslu pasti ditindaklanjuti oleh KPU.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Demokrat: Pesan SBY jaga martabat partai
Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:16 WIB
Elshinta.com - Kepala Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean m...
Presiden Jokowi bicara soal rekonsiliasi
Jumat, 14 Juni 2019 - 17:12 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, rekonsiliasi dengan pasangan calo...
Demokrat akan respons aspirasi GMPPD
Jumat, 14 Juni 2019 - 16:13 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto mengatakan partainya akan ...
Presiden sebut tak ada jatah-jatahan kursi menteri
Kamis, 13 Juni 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menyebut sejak awal pembentukan kabinetnya, ...
KPU gelar rapat pleno sebelum serahkan bukti gugatan pemilu ke MK 
Rabu, 12 Juni 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, KPU menggelar rapat pleno sebelum menyerahka...
Muhammadiyah: Sifat positif perlu mewarnai proses politik
Rabu, 05 Juni 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Sifat positif yang ada pada diri manusia perlu hadir dan mewarnai semua pro...
TKN nilai Pertemuan Jokowi dengan AHY dan Zulkifli hanya minta masukan politik
Selasa, 28 Mei 2019 - 12:24 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) 01, Arsul Sani, mengatakan pertemua...
Caleg PDIP diharapkan jadi penyambung lidah rakyat
Senin, 27 Mei 2019 - 12:59 WIB
Elshinta.com - Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Ch...
Tak ganggu investasi, Menperin sebut Aksi 22 Mei `hiccup` berdemokrasi
Sabtu, 25 Mei 2019 - 09:39 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut aksi massa pad...
KPK dan LIPI akan bahas penyempurnaan UU Parpol
Jumat, 24 Mei 2019 - 11:49 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK b...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once