Kemenristekdikti: Kepemimpinan tentukan kualitas pendidikan tinggi
Elshinta
Senin, 20 Mei 2019 - 22:08 WIB |
Kemenristekdikti: Kepemimpinan tentukan kualitas pendidikan tinggi
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti. Sumber Foto: https://bit.ly/2ElCyIB

Elshinta.com - Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan kepemimpinan menentukan kualitas pendidikan tinggi di kampus itu.

"Peran pimpinan seperti rektor ataupun direktur menjadi kunci dalam keberhasilan suatu perguruan tinggi , sehingga apa yang dihasilkan baik riset, lulusan dan inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan," ujar Ghufron di Jakarta, Senin (20/5).

Untuk itu, perguruan tinggi hendaknya memiliki pemimpin yang memiliki kompetensi dalam memimpin. Ghufron menambahkan dari sebanyak 4.741 perguruan tinggi yang ada di Tanah Air, tidak semuanya memiliki pemimpin yang kuat. Padahal di sisi lain, pendidikan tinggi juga dihadapkan pada masalah akses, kualitas, pemerataan, dan keadilan.

"Peran pemimpin perguruan tinggi harus dilihat dari dua sudut pandang yakni dari pekerjaan dan administrasi," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Jika dilihat dari sudut pandang pekerjaan, maka tugas seorang rektor atau direktur tidak bisa dikatakan sebagai tugas tugas tambahan. Menjadi seorang rektor atau direktur harus memiliki komitmen penuh , termasuk berpikir dan bekerja keras demi perguruan tinggi yang dipimpin.

Kemudian, jika dilihat dari sudut pandang administrasi, para rektor sejatinya merupakan dosen yang memiliki tugas pokok dalam menjalankan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Seorang pemimpin perguruan tinggi, katakanlah profesor, ketika jadi rektor maka dia akan kehilangan tunjangan kehormatan guru besar. Sehingga kesannya, dari sisi administrasi Kemenpan RB menganggap bahwa tugas rektor merupakan tugas tambahan, tugas utamanya guru besar," papar dia.

Ghufron juga menambahkan bahwa pemimpin di perguruan tinggi harus mampu memobilisasi dan menggerakkan gerbong universitas yang dipimpinnya ke titik tujuan. Oleh karena itu pemimpin harus memiliki visi, misi dan program yang dijalankan.

Untuk itu, pihaknya akan kembali menyelenggarakan penghargaan "Academic Leader" 2019 yang bertujuan memberikan semangat kepada para pemimpin perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan bersemangat. Untuk menjadi peserta maka calon penerima haruslah dosen dengan jabatan akademik profesor, satu perguruan tinggi satu calon penerima, belum pernah menerima penghargaan "Academic Leader" sebelumnya, dan hasil inovasi tidak didaftarkan dalam kegiatan lain.

Untuk pengumuman di situs sumberdaya.ristekdikti.go.id pada 20 Mei, kemudian batas pengiriman calon penerima pada 17 Juli dan penyerahan penghargaan pada 1 Oktober.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rektor UINSU: Dari pesantren kampung menuju kelas internasional
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Menyongsong HUT ke-46 IAIN/UINSU terus berbenah dari sisi kuantitas maupun ...
PTNBH motor perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia
Senin, 14 Oktober 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Rektor UI Prof. Anis mengatakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH)...
Kutuk penusukan Wiranto, UNMA tolak dikaitkan dengan radikalisme
Senin, 14 Oktober 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Jend TNI (Purn) Wiranto menunjukkan b...
Universitas Trisakti wisuda 2.325 lulusan terbaiknya
Minggu, 13 Oktober 2019 - 15:06 WIB
Elshinta.com - Universitas Trisakti (Usakti) menggelar wisuda Doktor, Magister, Spesialis,...
Menteri Agama: Santri merupakan duta perdamaian
Minggu, 13 Oktober 2019 - 10:14 WIB
Elshinta.com - “Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam, dari akar kata salam yang ar...
ITN Malang juarai lomba karya terbaik studio perencanaan tata ruang
Selasa, 08 Oktober 2019 - 15:07 WIB
Elshinta.com - Sebanyak empat orang mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ber...
Pascakebakaran, kegiatan belajar SDN Randupitu Pasuruan dipindahkan
Senin, 07 Oktober 2019 - 09:45 WIB
Elshinta.com - Kegiatan belajar mengajar di SDN Randupitu, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Senin (7/10...
Dinilai tak beri efek jera, KPAI: Hukuman fisik berdampak buruk bagi anak
Minggu, 06 Oktober 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retn...
Fanli diduga meninggal setelah dihukum lari, begini kata KPAI
Jumat, 04 Oktober 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia masih menunggu laporan dari keluarga Fan...
Marak percakapan mahasiswa izin demo ke dosen, Rektor: Kalaupun ada itu pribadi
Jumat, 04 Oktober 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Maraknya gambar percakapan mahasiswa yang izin untuk berdemo ke dosen di in...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin
Elshinta
Mochamad Solichin