Komisi A Malang minta Satpol PP periksa izin penjualan miras Hotel Atria
Elshinta
Kamis, 23 Mei 2019 - 20:35 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Komisi A Malang minta Satpol PP periksa izin penjualan miras Hotel Atria
Ilustrasi. Sumber foto: https://s.id/56owY

Elshinta.com - Kasus acara buka bersama dengan anak yatim yang disisipi dengan minuman keras yang digelar oleh penyedia produk handphone Oppo di Hotel Atria Malang, Jawa Timur, terus bergulir.

Setelah dilakukan klarifikasi dengan Wali Kota Malang kini giliran pihak Oppo dan Hotel Atria Malang dipanggil komisi A DPRD Kota Malang.

Sayangnya pertemuan tersebut bersifat tertutup dari awak media. "Oppo dan Hotel Atria kita panggil guna dimintai keterangannya terkait peristiwa bukber yang disisipi minuman keras," kata Ketua Komisi A, Nawang Nugraning Widhi kepada Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (23/5).

Selain Oppo dan Management Hotel Atria Malang, Komisi A juga memanggil Satpol PP Kota Malang. "Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, pihak Oppo dan Pemkot Malang sudah bertemu dengan Wali Kota dan mereka akan meminta maaf secara terbuka, terkait dengan keberadaan minuman keras dalam acara bukber dengan anak yatim diketahui dari Oppo kalau berasal dari dealer dari pihak Oppo. Sementara pihak manajemen Hotel Atria Malang mengaku kalau pihaknya punya izin untuk menjual miras dibawah alkohol lima persen, dan Komisi A sudah meminta Satpol PP untuk memeriksa izinnya tersebut," ungkapnya.

Sementara itu Oppo Indonesia melalui Public Relation Manager, Aryo Medianto mengaku siap untuk menerima sanski dalam kasus tersebut. "Kita sudah sampaikan permintaan maaf dan ini sudah disampaikan dengan melakukan tabbayun ke MUI, dan rencananya akan menggelar acara dengan PCNU dan Muhammadiyah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Jatim perintahkan OPD lakukan penanganan KM Arim Jaya yang tenggelam
Selasa, 18 Juni 2019 - 12:48 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintah sejumlah organisasi...
Polisi: Masyarakat dipersilakan berdemo di sekitar Patung Kuda
Selasa, 18 Juni 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen ...
Polisi periksa dua orang oknum jukir yang menarik uang parkir Rp50 ribu
Senin, 17 Juni 2019 - 21:27 WIB
Elshinta.com - Viralnya rekaman video seorang yang diduga juru parkir yang bertugas di Alu...
Raperda LPPL radio `kota santri` disetujui menjadi Perda
Senin, 17 Juni 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal...
Pemkab Langkat bentuk GDPK
Senin, 17 Juni 2019 - 20:08 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin menjelaskan terkait deng...
Cegah teroris masyarakat Kalteng diminta aktifkan siskamling
Senin, 17 Juni 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menilai penangkapan sejumlah ter...
Pemilik rumah jadi tersangka kasus kawin kontrak
Senin, 17 Juni 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, telah menetapkan pemilik rumah di Jalan...
KPK ajak semua pihak dukung proses seleksi calon pimpinan KPK
Senin, 17 Juni 2019 - 19:10 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak semua pihak untuk mendukung pro...
Warga Cianjur diimbau tidak jadi penyebar hoaks sengketa Pilpres
Senin, 17 Juni 2019 - 18:35 WIB
Elshinta.com - Plt Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, secara gencar mengimbau wa...
Empat korban tewas kericuhan 22 Mei dipastikan karena peluru tajam
Senin, 17 Juni 2019 - 18:26 WIB
Elshinta.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputr...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)