Ombudsman akan minta penjelasan Polri soal tewasnya peserta aksi
Elshinta
Kamis, 23 Mei 2019 - 21:12 WIB |
Ombudsman akan minta penjelasan Polri soal tewasnya peserta aksi
Ombudsman RI menggelar konferensi pers terkait sejumlah isu terkini, di Jakarta, Kamis (23/5). Sumber foto: https://s.id/56q8P

Elshinta.com - Ombudsman RI akan meminta penjelasan dari Polri soal kabar tewasnya delapan orang dalam aksi yang berujung ricuh pada 21-22 Mei 2019.

"Dalam waktu dekat Ombudsman ingin mendengar penjelasan kepolisian dalam rangka pengamanan pemilu. Kalau memang hanya menggunakan peluru hampa dan karet kenapa kemudian ada jatuh korban," kata anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/5).

Ninik mengatakan, sepengetahuan Ombudsman, ada tiga jenis peluru yakni peluru hampa, peluru karet dan peluru tajam. Dia menilai magasin untuk setiap peluru itu semestinya disiapkan berbeda-beda. Sementara untuk penggunaannya harus sesuai prosedur tetap yang berlaku. "Misalnya menggunakan peluru hampa untuk menghalau demonstran. Lalu menggunakan peluru karet ketika massa mulai anarkis, dan peluru tajam ketika sudah terdesak dan mengancam dirinya (personel kepolisian). Kami ingin mengetahui protapnya seperti apa," kata Ninik, dikutip Antara.

Ninik menyampaikan berdasarkan keterangan Menko Polhukam Wiranto aparat sudah dilarang membawa peluru tajam dalam pengamanan massa aksi. Anggota Ombudsman RI lainnya, Adrianus Meliala mengatakan langkah meminta keterangan Polri semata-mata untuk mengetahui penjelasan resmi dari kepolisian. "Mungkin kita panggil Senin, karena kita berkejaran dengan waktu yang sebentar lagi akan libur. Biasanya sih kalau Polri cepat," kata Adrianus.

Sementara itu secara terpisah Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menegaskan tidak ada personelnya di lapangan yang membawa peluru tajam. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga sebelumnya telah menginstruksikan anggotanya tidak membawa peluru tajam selama membantu Polri mengamankan situasi. Jenderal Tito sendiri menyatakan tengah menginvestigasi peristiwa tewasnya sejumlah orang saat aksi 21-22 Mei 2019.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden: Tanpa penerimaan kemajemukan masyarakat tidak berkembang
Rabu, 18 September 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, isu kemajukan bukan semata-mata isu sosial ...
Bea Cukai dan KLHK kembalikan impor limbah beracun ke negara asal
Rabu, 18 September 2019 - 19:06 WIB
Elshinta.com - Menindaklanjuti maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan ...
Cek peralatan dan data kewilayahan, Dandim 0614/Kota Cirebon kunjungi Koramil 0404
Rabu, 18 September 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Komandan Kodim (Dandim) 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto melakukan kunju...
Tingkat hunian hotel di Singkawang menurun karena kabut asap
Rabu, 18 September 2019 - 17:38 WIB
Elshinta.com - Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Singkawang, Kalimantan Barat bukan hanya membe...
PPID ujung tombak suksesnya program pemerintah di Lumajang
Rabu, 18 September 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pejabat Pengelola Informasi dan Dukumentasi (PPID) dari setiap OPD dinilai menjadi ...
DPRD Jatim minta Pemerintah segera sahkan RUU P-KS
Rabu, 18 September 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Pemerintah segera menges...
Menko Polhukam: Ada tiga masalah aktual perlu dicermati
Rabu, 18 September 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Menko Polhukam Wiranto menyampaikan adanya dinamika nasional dengan berbagai permas...
Apa alasan disahkannya UU Perkawinan?
Rabu, 18 September 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Undang-Undang (UU) Perkawinan yang mengubah usia minimal menikah telah disahkan. Untu...
Kualitas udara Palembang sentuh kategori berbahaya
Rabu, 18 September 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata kualitas udara di Kota ...
Peneliti: Ada tiga kelompok bicara revisi UU KPK di medsos
Rabu, 18 September 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) meny...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)