Polri telah menangkap 442 pelaku kericuhan aksi 22 Mei
Elshinta
Kamis, 23 Mei 2019 - 21:37 WIB |
Polri telah menangkap 442 pelaku kericuhan aksi 22 Mei
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5). Sumber foto: https://s.id/56qqe

Elshinta.com - Mabes Polri menangkap sebanyak 442 orang yang diduga sebagai perusuh dalam aksi di depan Kantor Bawaslu, Jakarta, yang berlangsung pada 21 Mei hingga 23 Mei dinihari.

Kadiv Humas Mabes Polr Irjen Mohammad Iqbal, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/5) mengatakan, pihaknya kembali menangkap 185 orang yang diduga sebagai perusuh dalam aksi damai di depan Kantor Bawaslu RI. Sehari sebelumnya pihak keamanan melalui jajaran Polda Metro Jaya juga berhasil membekuk 257 pelaku yang bertindak anarkis. Sehingga jumlah perusuh yang sudah ditangkap sebanyak 442 orang. "Jadi, pada aksi massa 21-22 Mei itu ada dua segmen. Pertama, massa peserta aksi damai yang spontanitas. Kedua, massa perusuh yang sengaja menyusup untuk membuat rusuh," ujar Iqbal.

Para pelaku, sambung dia, ditangkap di sejumlah lokasi di Jakarta, seperti depan dan sekitar Kantor Bawaslu RI, Patung Kuda, Sarinah, Slipi, Menteng, dan Petamburan. Mereka diamankan lantaran terbukti melakukan perusakan dan pembakaran kendaraan di asrama Polri Petamburan, depan Kantor Bawaslu RI, dan di depan Stasiun Gambir. Dari tangan pelaku ditemukan pula barang bukti kejahatan. Diantaranya, senjata tajam, busur panah, bom molotov, batu, petasan, dan uang tunai yang diduga untuk membiayai aksi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Iqbal menyebutkan ada dua kelompok yang menunggangi aksi unjukrasa tanggal 21-22 Mei. Kelompok pertama adalah simpatisan ISIS. Kelompok kedua dari mereka yang memiliki senjata api (Senpi). "Mereka ini perusuh. Ini dibedakan kelompok aksi damai," kata Iqbal.

Dikutip Antara, ia menjelaskan munculnya kelompok Senpi berdasarkan pengakuan sekelompok orang yang sudah ditangkap Polri. Kelompok ini memiliki Senpi dengan alat peredam. "Kami sudah melakukan proses BAP terhadap beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin sudah juga diamankan 6 tersangka yang juga membawa 2 senpi. Yang pertama tadi Senpi laras panjang, yang kedua, laras pendek," jelas Iqbal.

Menurutnya, kelompok Senpi punya target ingin membuat kerusuhan. Mereka ingin menciptakan martir atau pahlawan. Tujuannya untuk menimbulkan kemarahan publik terhadap aparat. "Ini terus kami alami dan kejar sesuai strategi penyelidikan. Ada masa perusuh yang diamankan oleh Polda Metro Jaya yang sudah dirilis oleh pak Argo (Kabid Polda Metro, Red) 257 orang. Ada tatonya banyak. Kalau enggak salah, 4 orang positif narkoba. Bagaimana mau unjuk rasa kalau misalnya mereka positif narkoba," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden: Tanpa penerimaan kemajemukan masyarakat tidak berkembang
Rabu, 18 September 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, isu kemajukan bukan semata-mata isu sosial ...
Bea Cukai dan KLHK kembalikan impor limbah beracun ke negara asal
Rabu, 18 September 2019 - 19:06 WIB
Elshinta.com - Menindaklanjuti maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan ...
Cek peralatan dan data kewilayahan, Dandim 0614/Kota Cirebon kunjungi Koramil 0404
Rabu, 18 September 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Komandan Kodim (Dandim) 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto melakukan kunju...
Tingkat hunian hotel di Singkawang menurun karena kabut asap
Rabu, 18 September 2019 - 17:38 WIB
Elshinta.com - Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Singkawang, Kalimantan Barat bukan hanya membe...
PPID ujung tombak suksesnya program pemerintah di Lumajang
Rabu, 18 September 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Pejabat Pengelola Informasi dan Dukumentasi (PPID) dari setiap OPD dinilai menjadi ...
DPRD Jatim minta Pemerintah segera sahkan RUU P-KS
Rabu, 18 September 2019 - 15:03 WIB
Elshinta.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Pemerintah segera menges...
Menko Polhukam: Ada tiga masalah aktual perlu dicermati
Rabu, 18 September 2019 - 14:54 WIB
Elshinta.com - Menko Polhukam Wiranto menyampaikan adanya dinamika nasional dengan berbagai permas...
Apa alasan disahkannya UU Perkawinan?
Rabu, 18 September 2019 - 14:27 WIB
Elshinta.com - Undang-Undang (UU) Perkawinan yang mengubah usia minimal menikah telah disahkan. Untu...
Kualitas udara Palembang sentuh kategori berbahaya
Rabu, 18 September 2019 - 13:59 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata kualitas udara di Kota ...
Peneliti: Ada tiga kelompok bicara revisi UU KPK di medsos
Rabu, 18 September 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) meny...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)