MemoRI 25 Mei
Mengenang kepergian sang komponis, Ismail Marzuki
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Mengenang kepergian sang komponis, Ismail Marzuki
Ismail Marzuki. Foto: Wikipedia/Elshinta.

Elshinta.com - Menyebut nama Taman Ismail Marzuki, kita tentu sudah tidak asing lagi. Pusat seni di Jakarta itu diambil dari nama seniman/komponis Ismail Marzuki yang karya-karya lagunya tentu banyak yang kita sudah hafal. 

Sebut saja, lagu Oh Sarinah, Aryati, Gugur Bunga, Sepasang Mata Bola, Bandung Selatan di Waktu Malam atau Rayuan Pulau Kelapa tentunya yang sudah tak asing lagi di telinga kita. Masih banyak lagi lagu-lagu ciptaan komponis yang bernama asli Ismail ini.

Ismail Marzuki lahir dan besar di Kwitang, Senen, Jakarta pada 11 Mei 1914. Ia adalah putra Betawi asli. Nama sebenarnya adalah Ismail, sedangkan ayahnya bernama Marzuki. Sehingga nama lengkap beliau adalah Ismail bin Marzuki. 

Namun, kebanyakan orang memanggil nama lengkapnya yaitu menjadi Ismail Marzuki. Bahkan, di lingkungan teman-temannya, ia kerap dipanggil Mail, Maing atau Bang Maing. 

Ismail Marzuki memulai debutnya di bidang musik pada usia 17 tahun. Dan di tahun 1936, Ismail memasuki perkumpulan orkes musik Lief Java sebagai pemain gitar, saxophone dan harmonium pompa. 

Sepanjang hidupnya sebagai seorang penulis lagu, tidak sedikit penghargaan yang didapat Ismail Marzuki. Di zaman Soekarno, ia pernah mendapat penghargaan Wijaya Kusuma dan oleh Majalah Rolling Stone edisi Februari 2014, ia dinobatkan sebagai penulis lagu nomor satu di Indonesia. Gelar Pahlawan Nasional diperoleh Ismail Marzuki pada tahun 2014 di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain lagu bertema cinta, Ismail Marzuki juga banyak menciptakan lagu-lagu bertema perjuangan dan bernafaskan heroisme. Di antaranya yang terkenal adalah Gugur Bunga, Selamat Datang Pahlawan Muda, Pahlawan Merdeka dan Sepasang Mata Bola. 

Lagu Sepasang Mata Bola bahkan sangat disukai oleh Presiden ke-3 RI, BJ Habibie hingga beliau pun meminta seorang komposer ternama Yazeed Djamin untuk memainkannya dalam sebuah konser piano.

Di usia 44 tahun, tepatnya 25 Mei 1958, Ismail Marzuki meninggal dunia akibat penyakit paru-paru yang ia derita. Ia meninggal di pangkuan sang istri Eulis Zuraida setelah menyelesaikan lagunya yang berjudul Kasih Putus di Tengah Jalan. Almarhum dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. 

Hampir malam di Jogja
Ketika keretaku tiba
Remang-remang cuaca
Terkejut aku tiba-tiba

Dua mata memandang
Seakan-akan dia berkata
Lindungi aku pahlawan
Daripada si angkara murka

Sepasang mata bola
Dari balik jendela
Datang dari Jakarta
Menuju medan perwira

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menag ajak umat Islam perbanyak selawat pada peringatan maulid Nabi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengajak umat Islam memperingati hari kelahiran atau maulid Nabi...
Pawai kirab obor warnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Merauke, Papua
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW turut me...
Urai kemacetan, contraflow di Tol Japek mulai diberlakukan hari ini
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:37 WIB
Rekayasa lalu lintas yaitu Contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) diterapkan hari ini. Hal...
Anak cucu pejuang Pepera Papua bangun sinergitas dengan Pemerintah dan TNI/Polri 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:11 WIB
Sejumlah anak dan cucu dari para pejuang Pepera bersama 1.026 orang tokoh Papua yang ikut dalam musy...
 Aparat deteksi dini pencegahan dan penanggulangan karhutla
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Dalam rangka mengantisipasi karhutla Polsek Kintap, Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, ter...
Hari Sumpah Pemuda, Menag ajak milenial bangun negeri dan jaga persatuan
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:58 WIB
Indonesia hari ini memperingati peristiwa bersejarah yang terjadi 92 tahun lalu.
Di Hari Sumpah Pemuda, mantan teroris beri kado istimewa untuk Gubernur Jateng
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:47 WIB
`Selamat ulang tahun, Pak. Ini kado dari kami teman-teman eks Napi Terorisme yang ada di Yayasan Per...
Antisipasi Covid-19, Sat Sabhara Polres Batola patroli di Pasar Marahaban
Rabu, 28 Oktober 2020 - 16:11 WIB
Saat ini memang perkembangan kasus Covid-19 di Daerah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Se...
Menhub pantau Tol Cikampek, terjadi kepadatan di KM 47A
Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:36 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek terkait...
Setahun Jokowi-Ma`ruf, banyak aksi demi gaet relokasi investasi
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Masih melekat dalam ingatan, betapa kecewanya Presiden Joko Widodo saat mengungkapkan banyak perusah...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV