Rommy belum pikirkan ajukan diri sebagai `justice collaborator`
Elshinta
Jumat, 24 Mei 2019 - 16:26 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Rommy belum pikirkan ajukan diri sebagai `justice collaborator`
Anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy, salah satu tersangka kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Sumber foto: https://s.id/57jbd

Elshinta.com - Tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy alias Rommy belum memikirkan untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap perkara.

"Untuk apa JC? Saya tidak terpikir ya, belum terpikir sampai sekarang," kata Rommy di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/5).

KPK pada Jumat memeriksa Rommy dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus suap jabatan tersebut. Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu. Diduga sebagai penerima, yakni Rommy.

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Tersangka Haris pun telah mengajukan diri sebagai JC.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa lembaganya perlu mempertimbangkan syarat-syarat untuk mengabulkan atau menolak JC yang diajukan Haris tersebut. "Nanti akan dilihat seberapa signifikan keterangan di persidangan dan juga konsistensi yang bersangkutan," ucap Febri, dikutip Antara.

KPK pun telah melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap Haris dan Muafaq. Sidang perdana terhadap keduanya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu (29/5).

Sementara untuk tersangka Rommy saat ini masih dalam proses penyidikan di KPK. Rommy juga telah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri JakartaSelatan. Namun, Hakim Tunggal Agus Widodo menyatakan permohonan praperadilan yang diajukan Rommy terhadap KPK tidak dapat diterima.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ditjen PAS jelaskan kronologi penyalahgunaan izin berobat Setnov
Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menjel...
MK diminta independen sebagai penjaga konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK)  didesak mampu menjalankan kewajibannya sebag...
Polisi: Pemeriksaan Kivlan terkait dana dari Habil Marati
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan pemeriksaan Kivlan Zen (KZ) sebagai saksi atas ...
Penangguhan penahanan 100 tersangka kericuhan Mei sesuai prosedur
Sabtu, 15 Juni 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan penangguhan penahanan untuk 100 dari 447 tersangka k...
Soal gugatan Pilpres, Mahfud jelaskan beda diterima dan dikabulkan
Sabtu, 15 Juni 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Guna meluruskan penyebutan istilah dalam kasus gugatan Pilpres 2019 yang di...
MK sebut tidak ada ancaman untuk hakim konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 14:50 WIB
Elshinta.com - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fa...
Saksi sebut Romahurmuziy tidak mengetahui Muwafaq serahkan uang
Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Sidang kasus dugaaan suap jabatan di Kementerian Agama kembali digelar di Pengad...
Polisi tangkap penyebar hoaks kasus Kivlan Zen
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Polisi menangkap YM (32) yang merupakan pelaku penyebaran hoaks seolah-olah...
Kivlan Zein enggan berkomentar terkait pemeriksaannya
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen, Jumat (14...
Kemenkumham pindahkan Setnov ke lapas Gunung Sindur Bogor
Sabtu, 15 Juni 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Setelah ramai ketahuan narapidana kasus korupsi KTP-el bebas pelesiran di P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once